Friday, April 17, 2015

BIMBINGAN MUJAHADAH

FAFIRRUU ILALLOH WA ROSUULIHI SAW !.
KISAH DAN PETUAH

Catatan Kecil 245  :  BIMBINGAN MUJAHADAH
Selasa, 14 Oktober 2014

SHOLAWAT WAHIDIYAH BERFAEDAH MENJERNIHKAN HATI DAN MA'RIFAT BILLAH wa ROSUULIHI SAW.

IJAZAH MUTLAK Al-Mukarrom Mbah KH Abdoel Madjid Ma’roef Mualif Sholawat Wahidiyah QS wa RA Al-Ghouts Fii Zamanihi mengenai amalan Sholawat Wahidiyah

https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/397725720373741/

I.  ADAB BERMUJAHADAH DALAM WAHIDIYAH

https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/284781378334843/

II.   MACAM-MACAM MUJAHADAH DAN AUROD-AUROD  MUJAHADAH

MACAM-MACAM MUJAHADAH WAHIDIYAH & PETUNJUK PELAKSANAANNYA

MUJAHADAH-MUJAHADAH YANG DIBAKUKAN
MUJAHADAH PENGAMALAN 40 HARI ATAU 7 HARI

https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/432740830205563/

001 AUROD MUJAHADAH PENGAMALAN 40 HARI

https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/476592092487103/

Pengamalan Mujahadah 40 hari dengan petunjuk sebagai berikut :

1. Pengamalan Mujahadah 40 hari dilaksanakan secara bersama – sama oleh segenap Pengamal Wahidiyah dalam waktu yang bersamaan mulai hari : Kamis malam Jum’at, tanggal 25 Jumadal Ula 1432 H / 28 April 2011 M sampai dengan Senin malam Selasa, tanggal 04 Rojab 1432 H / 06 Juni 2011 M.
2. Aurod Mujahadah dan cara pengamalan seperti tersebut dalam lembaran Sholawat Wahidiyah, maka supaya diberikan penjelasan kepada Pengamal Wahidiyah yang baru terutama tentang cara pengamalannya, serta hikmahnya dan pengamalan mujahadah 40 hari tidak boleh diringkas / disingkat 7 hari.
3. Tempat Mujahadah didaerah atau di desa masing – masing, dan sangat dianjurkan berpindah – pindah dari rumah ke rumah.
4. Pelaksanaan Mujahadah sangat dianjurkan secara berjama’ah, hendaknya yang menjadi Imam Mujahadah digilir / bergantian, bagi daerah yang memungkinkan, kaum Bapak, Ibu, Remaja dan Kanak – kanak supaya melaksanakan sendiri – sendiri.
5. Dalam kesempatan tersebut usahakan untuk mengajak pengamal baru dan membuka jama’ah pengamalan 40 hari di daerah yang baru dengan tanpa pandang bulu.
6. Setelah bacaan Allohumma Baarik Fima Kholakta Wa Haadzihil Baldah Yaa Alloh dan seterusnya ditambah bacaan “WAFII HAADZIHIL MUJAAHADATIL KUBRO YAA ALLOH” mulai hari Rabu malam Kamis, 01 Jumadats Tsaniyah 1432 H / 04 Mei 2011 M dibaca 7 x dan mulai hari Kamis malam Jum’at, 01 Rajab 1432 H / 02 Juni  2011 M, bacaan tersebut dibaca 17 x.
7. Format laporan pelaksanaan Mujahadah 40 hari dikirimkan ke PW Kab./Kota setempat ( Format laporan terlampir ).

002. Catatan Kecil 35 : "AUROD MUJAHADAH DALAM PERJALANAN/BEPERGIAN".

http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/catatan-kecil-35-aurod-mujahadah-dalam.html

003. Catatan Kecil 36 : AUROD MUJAHADAH KHUSUS UNTUK KECERDASAN ( Waliyulloh yang Intelektual dan Intelektual yang Waliyulloh). JUGA BERFAEDAH UNTUK HAJAD APA AJA".

http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/catatan-kecil-36-mujahadah-khusus-untuk.html

004. Catatan Kecil 37 : "Aurod Mujahadah Yaumiah/harian". Kegunaan Aurod Mujahadah 717 (Yaumiah/harian).

http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/catatan-kecil-37-aurod-mujahadah.html

005. Catatan Kecil 38 : "AUROD MUJHADAH TAHUN BARU HIJRIYAH DAN TAHUN BARU MASEHI".

http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/catatan-kecil-38-aurod-mujhadah-tahun.html

Mujahadah Waktiyah Tahun Baru tersebut.

Adapun petunjuk pelaksanaannya sebagai berikut :

Mujahadah Tahun Baru Masehi dan Hijriyah
1. a. Mujahadah Tahun Baru Hijriyah 1435.
    Waktu pelaksanaan :
    H a r i : Senin malam Selasa
    Tanggal : 01 Muharram 1435 H/04 Nopember 2013 M.
b. Mujahadah Tahun Baru Masehi Tahun 2014.
    Waktu pelaksanaan :
     H a r i : Selasa malam Rabu
     Tanggal : 28 Muharram 1435 H/31 Desember 2013 M.
2. Aurod yang dibaca : Aurod 7, 7, 17, kecuali :
 YAA AYYUHAL GHOUTS – YAA AYYUHAL GHOUTS : 1000 X
 YAA SAYYIDII YAA RASULALLOH ( KEDUA ) : 1000 X
 YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI …. Dst. :   100 X
 FAFIRRUU ILALLOH : 1000 X
3. Tempat Mujahadah menurut musyawarah PW setempat, secara berjama’ah.
4. Tema Mujahadah :

“ Permohonan kepada Alloh SWT, semoga dosa – dosa kita dan keluarga kita tahun lalu diampuninya, dan tahun mendatang semoga dikaruniai Hidayah taufiq Alloh SWT yang sebanyak – banyaknya dalam segala urusan duniawi dan ukhrowi, khususnya segala perjuangan kesadaran kepada Alloh SWT wa Rosuulihi SAW dan jami’al ‘alamiin pada umumnya “.

006. Catatan Kecil 39 : "AUROD MUJAHADAH KHUSUS MENJELANG PEMILU (Baik Pemilu Legislatif, Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, dll".

http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/catatan-kecil-39-aurod-mujahadah-khusus.html

Berkenaan dengan tanggung jawab kita sebagai Bangsa Indonesia dalam menghadapi PESTA DEMOKRASI / PEMILU 2009 M,  yang akan datang (09 April 2009 / pilleg dan 06 Juli 2009 / pilpres) , maka bersama ini, DISERUKAN kepada seluruh Pengamal Shalawat Wahidiyah dimanapun berada, bahwa :

1. Semua pengamalan Sholawat Wahidiyah, dianjurkan melaksanakan mujahadah penyongsongan PEMILU (Legislatif dan Presiden). Baik dalam mujahadah yaumiyah, usbuiyah atau mujahadah lain-lainnya. (Aurad mujahadah terlampir)
2. Setelah bacaan : وَفِي هَذِه المُجَاهَدَة يَا الله  (Wafii Hadzihil Mujahadah Yaa Allah), supaya ditambah :

وَفِي هَذَا الإِنْتِخَابِ العَامِ يَاأَلله      (Wa Fii Hadzal Intikhabil ‘Aam, Yaa  Allah)

Yang artinya : Dan berkahilah Pemilihan Umum ini ya Alloh.

Sedangkan bilangannya  terbagi menjadi dua bagian, yakni :
a. Mulai tgl.16 Maret s/d 06 April 2009 (pilleg), dan 12 Juni s/d 05 Juli 2009, dibaca 7 (tujuh) kali.
b. Mulai tgl. 06 s/d 09 April 2009 (pilleg) dan 07 s/d 09 Juli 2009 hari (H-3/ pilpres), dibaca 17 (tujuh belas) kali.
3. Jika karena suatu hal, tanggal pelaksanaan pilpres berubah, dan atau terjadi pilpres putaran kedua (08  September  2009), redaksi doa tersebut,  diamalkan pada  :
a. Mulai hari kampanye terbuka s/d H-3  (pilpres), dibaca 7 (tujuh) kali.
b. Mulai H-3 (pilpres), dibaca 17  (tujuh belas) kali.
4. Pada hari H, sebelum berangkat ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), supaya melaksanakan mujahadah lebih dahulu.
5. Disaat akan mencontreng/mencoblos tanda gambar partai atau nama caleg atau gambar capres/ cawapres yang dipilih, supaya membaca  :
-  Bismillaahir Rahmaanir Rahiim 1 x
-  Yaa Sayyidii Yaa Rasuulallah 3 x
-  Fafirruu Ilallah 3 x

007. Catatan Kecil 40 : "AUROD MUJAHADAH - Aurod Mujahadah Pembangunan, AUROD A DAN AUROD B MUJAHADAH KHUSUS "BULAN PENYIARAN WAHIDIYAH", AUROD MUJAHADAH KHUSUS KEUANGAN, AUROD MUJAHADAH KHUSUS KEAMANAN, DAN KALIMAH THOYYIBAH TAHLIL".

http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/catatan-kecil-40-aurod-aurod-mujahadah.html

008. Catatan Kecil 41 : "AUROD MUJAHADAH KHUSUS PENINGKATAN FAFIRRUU ILALLOH 5000".

http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/catatan-kecil-41-aurod-mujahadah-khusus.html

-------------------------------------------------------------------------

YAA  SAYYIDII  YAA  ROSUULALLOH  !
"AUROD-AUROD MUJAHADAH WAHIDIYAH"

001.  MUJAHADAH ILMU LADUNI
("ALLIMNI" = Ilmu Laduni bongso lahir, "WA ROBBINI" = Ilmu Laduni bongso batin).

KALAU HANYA SEKEDAR MENGETAHUI TENTANG MARTABAT WAHIDIYAH DAN PENGAMAL WAHIDIYAH DAPAT DICAPAI DENGAN DENGAN PEMBAHASAN DAN KAJIAN ILMIYAH. NAMUN JIKA INGIN MERASAKAN MANISNYA IMAN WAHIDIYAH, TIDAK ADA JALAN LAIN KECUALI DENGAN KASSAF. BAGI ORANG YANG TIDAK MEMILIKI KEFAHAMAN MUKASYAFAH, ATAU SEDANG DIKUASAI OLEH KEPENTINGAN DIRI/NAFSU DIRI DAN LINGKUNGAN KELOMPOKNYA, NISCAYA AKAN MENGINGKARI MANISNYA IMAN WAHIDIYAH/MUKASYAFAH/MA'RIFAH. SEMESTINYA, MENGINGKARI ATAU MEYAKINI HAL INI, MERUPAKAN KEHARUSAN, JIKA PENGINGKARAN ATAU MEYAKINI HAL TERSEBUT MEMILIKI DASAR KEBENARAN. TAPI SAYANG, SERIBU KALI SAYANG , PENGINGKARAN SEBAGIAN ULAMA' AHLU DLOWAAHIR, TERHADAP MAQOM INI TIDAK MEMILIKI DASAR KASYSYAF DAN DASAR ILMIYAH.

HAL INILAH YANG TELAH DISINYALIR DALAM SABDA ROSULULLOH SAW : "INNA MINAL 'ILMI KAHAINATIL MAKNUUN LAA YA'LAMUHU ILLAL 'ULAMAA-U BILLAAHI, FAIDZAA NATHOQUUBIHI LAM YANKIRHU ILALA AHLUL IGHTIROORI BILLAAHI" ..."SESUNGGUHNYA ADA SEBAGIAN ILMU YANG DIIBARATKAN PERMATA YANG TERPENDAM, TIDAK DAPAT MENGETAHUINYA KECUALI OLEH 'ULAMA' BILLAH, MAKA APABILA MEREKA ('ULAMA' BILLAH) MENGUNGKAPKAN ILMU TERSEBUT, TIDAK SEORANGPUN YANG MEMBANTAHNYA, KECUALI ORANG-ORANG YANG TIDAK FAHAM TENTANG ALLOH (TENTANG BILLAH)".

Untuk lebih jelasnya memahami makna Hadits tersebut Anda bisa lihat :

1. Tafsir Ayat Cahaya (terjemahan kitab Misykatul Anwar, oleh Al-Ghozaly, bagian kedua (penerbit pustaka progresif, tahun 1998), halaman 33.
2. Dzikir dan Kontemplasi dalam Tasawuf-nya Dr. Mir. Valiudin Pakistan (terbitan Pustaka Hidayah), dalam bab I dan bab II.

Maka dalam hal ini Mbah KH. Abdul Madjid Ma'ruf - Mu'allif Sholawat Wahididiyah QS wa RA - Al-Ghouts Fii Zamanihi, memberikan bimbingan MUJAHADAH ILMU LADUNI sbb. :

- Al-Fatihah 7x -

ASHOLATU WASSALAMU 'ALAIKA WA 'ALA AALIKA YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH 'ALLIMNI WA ROBBINI - dibaca 100x, 313x, 1000x/ 30 menit/1 jam dst. - Al-Faatihah, Do'a !.

-------------

ATAU Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA, Pengasuh/Pemimpin Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Al-Munadhoroh Kediri, AL-GHOUTS HADZAZZAMAN RA, juga memberikan bimbingan MUJAHADAH ILMU LADINI, sebagai berikut :

AUROD MUJAHADAH LADUNI :

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

01. ILAA DADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM.................................Al-Faatihah 3x

02. ASHOLAATU WASSALAAMU 'ALAIKA WA 'ALAA AALIKA YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH 'ALLIMNII WA ROBBINII...100x

03. YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH ................1000x.

04. WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HADZZAMAN WA A'WAANIHI WA SYAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOHU TA'ALA 'ANHUM .........Al-Faatihah 3x

05. ASSALAAMU 'ALAIKA WA 'ALAA AALIKA YAA SAYYIDII YAA AYYUHAL GHOUTS 'ALLIMNII WA ROBBINII.......100x

06. YAA SAYYIDII YAA AYYUHAL GHOUTS 1000x

AL-FAATIHAH 1x.

07. Do'a Mujahadah Laduni,

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM.
ALLOHUMMA YAA MAN HUWA FII 'ULUWWIHII KAAINUN, YAA MAN HUWA FII 'ILMIHII MUHITHUN, YAA MAN HUWA FII 'IZZIHII LATHIIFUN, YAA MAN HUWA FII LUTHFIHII SYARIIFUN, YAA MAN HUWA FII FI'LIHII HAMIIDUN, YAA MAN HUWA FII DZAATIHII QODIIMUN, YAA MAN HUWA FII MUJDIHII MUNIIRUN, YAA MAN HUWA FII 'ATHOO IHII KATSIIRUN. ALLOHUMMA AKRIMNAA MINGKA BINUURIL FAHMI, WA AKHRIJNAA MIN DZULUMAATIL WAHMI, WARZUQNAA FAHMAN NABIYYINA WA HIFDHOL MURSALIINA WA HIFDHO SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM. WA ILHAAMAL MALAAIKATIL MUQORROBIIN. BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN WAL HAMDU LILLAHI ROBBIL "AALAMIIN. 21x
AL-FAATIHAH 1x.

ARTI DOA TSB :

DENGAN NAMA ALLOH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG. YAA ALLOH TUHAN YANG MAHA TETAP DAN TAK PERNAH BERGESER KELUHURANNYA, TUHAN YANG MELIPUTI APAPUN ILMU PENGETAHUANNYA, TUHAN YANG MAHA HALUS KE AGUNGANNYA,TUHAN YANG MAHA MULIA KELEMBUTANNYA, TUHAN YANG MAHA TERPUJI PERBUATANNYA, TUHAN YANG TERDAHULU TANPA PERMULAAN DZATNYA, TUHAN YANG BERCAHAYA KE AGUNGANNYA, TUHAN YANG BERLIMPAH PEMBERIANNYA. YAA ALLOH, ANUGERAHKANLAH KEPADA KAMI NUR KEPAHAMAN (DAN PENGERTIAN), DAN SELAMATKANLAH KAMI DARI (FAHAM/AJARAN) YANG MENYESATKAN, DAN ANUGERAHKAN KEPADA KAMI PAHAM PENGERTIAN SEBAGAIMANA PAHAM PENGERTIAN PARA NABI, DAN JAGALAH KAMI SEBAGAIMANA ENGKAU MENJAGA PARA ROSUL, (KHUSUSNYA) NABI MUHAMMAD SAW. DAN ILHAMKANLAH KEPADA KAMI (ILMU) SEBAGAIMANA ENGKAU ILHAMKAN KEPADA PARA MALAIKAT MUQORROBIIN, DENGAN KASIH SAYANGMU, DUHAI DZAT YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG, DAN SEGALA PUJI TERLIMPAH RUAH HANYA UNTUKMU TUHAN SEMESTA ALAM !. AMIIN !

Keterangan :

"Menurut penjelasan Mbah Yahi QS wa RA", yang saya dengar sendiri, ketika ada tamu yang sowan saat itu, sbb. : " 'ALLIMNII" mohon diberi Ilmu Laduni bongso lahir (ilmu syari'at, ilmu donyo, 'ulama' ahlu dlowahir, ilmu LILLAH), " WA ROBBINII " mohon diberi Ilmu Laduni bongso batin (ilmu haqiqot, ilmu ma'rifat BILLAH wa ROSUULIHI SAW/kesadaran kepada Alloh dan Rosul-Nya SAW, ilmu kasysyaf/kefahaman mukasysyafah/ilmu tuk merasakan manisnya iman wahidiyah/iman musyahadah/iman dzauqiyyah, ilmu/'ulama' BILLAH).
PERHATIKAN KISAH NYATA NABIYULLOH KHIDIR AS YANG 'ALIM SYARI'AT DAN 'ALIM/AHLI HAQIQOT, MENGHADAPI MURIDNYA NABIYULLOH MUSA AS YANG AHLI SYARI'AT/ILMU SYARI'ATNYA MUMPUNI....!

08:39
Muhammad Rifa KosongTujuh
harus ijajah dulu ga? Saya sedang belajar pake bismilah 12000x pake solawat muhammad 11x setiap shalat! Mohon penjelasan

08:43
Ahmad Dimyathi
SUDAH DIIJAZAHKAN SECARA MUTLAK OLEH BELIAU MU'ALLIFNYA HADROTUL MUKARROM MBAH KH. ABDUL MADJID MA'ROEF QS WA RA DAN HADROTUL MUKARROM KANJENG ROMO KH. ABDUL LATIF MADJID RA, SILAKAN MENGAMALKAN, BAHKAN DIANJURKAN TUK DISIARKAN DENGAN IKHLAS DAN BIJAKSANA .......

13:39
Bedjo Syah
Barrokalloh...matur nuwun sanget....

13:40
Ahmad Dimyathi
amalkan dengan sungguh2, semoga diijabah....amiin !

13:41
Bedjo Syah
Amin yaa robbal alamin..
Terima kasih

---------------------------------------------------------------------------

002. AUROD MUJAHADAH KEAMANAN

1. Mujahadah Bilangan 7, 17 ; kecuali :
1). Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh ( yang kedua ) 1000 x
2). Fafirruu Ilalloh 1000 x
3). Waqul Jaa alhaqqu Wazahaqol Baathil Innal bathila Kaana Zahuqo 1000 x
2. Ayat KURSI    17 x
3. Walaa ya uduhu hifdhuhuma wahuwal ‘aliyul ‘adhiim 1000 x

4. Do’a :

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,
ALLOOHUMMA INNAKA AAMINUN MIN KULLI SYAI
WAKULLU SYAI IN KHOOIFUN MINKA
FABIAMNIKA MIN KULLI SYAI
WAKHOUFI KULLI SYAI IN MINKA
AMINNA MIMMA NAKHOOFU WANAHDZAR
YAA LATHIIF …. 3 X
ULTHUF BINAA FII UMUU RINAA KULLIHAA KAMAA TUHIBBU WATARDHO
WARODHINAA FII DUNYAA NAA WA AAKHIROTINAA
YAA SATTAAR …. 1000 X
USTURNAA BISATRIKAL LADHI SATARTA BIHI ‘ALA DZAATIKA FALA ‘AINUN TAROOKA WALAA YADUN TASHILU ILAIKA
BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN
WALHAMDULILLAAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN

Artinya :

Duh Gusti istu panjenengan dzat ingkang aman saking sedoyo perkawis,
Lan sedoyo perkawis puniko sami ajrih dating panjenengan,
Mugo sebab aman panjenengan saking sedoyo perkawis,
Lan ajrihi sedoyo perkawis dateng panjenengan,
Kito panjenengan  welasi ing sedoyo persoalan kito kados ingkang panjenengan remeni lan panjenengi ridhoni,
Lan kito panjenengan  ridhoni dunya kito lan akhirat kito,
Duh dzat ingkang nutupi,
Kito panjenengan tutupi klawan tutup panjenengan ingkang nutupi dating dzat panjenengan mongko boten wonten mripat ingkang saget nyumerapi lan boten wonten asto ingkang saget dating ing panjenengan,
Klawan rohmat panjenengan duh dzat ingkang langkung welasi sedoyo ingkang sami welas.

5. AL FAATIHAH  1 X.

-------------------------------------------------------------------------------

003. Mujahadah Khusus di Makam / Kuburan dalam Bulan Syawal

Adapun petunjuk pelaksanaannya sebagi berikut :

1. Diniati dan didasari : LILLAH - BILLAH, LIRROSUL - BIRROSUL, LILGHOUTS - BILGHOUTS
2. Memperhatikan      : Tata Cara dan Adab Mujahadah.
3. Waktu Mujahadah makam :
Di bulan Syawal, 7 ( tujuh ) hari, boleh berturut-turut boleh berselang  seling, bila belum cukup 7 hari dan masuk bulan Dzul Qo’dah supaya dilanjutkan.
4. Tujuan Mujahadah  :
Memohon rahmat ampunan, hidayah, taufiq, barokah Alloh SWT bagi diri sendiri, keluarga dan seluruh desa baik yang masih hidup terutama yang sudah  di alam kubur.
5. Aurod Mujahadah : Terlampir, paling sedikit 1 X rambahan.
6. Tempat Mujahadah : Di makam / kuburan desa / Umum.
a. Bila satu desa terdapat beberapa kuburan, jama’ahnya dibagi-bagi.
b. Bila tentangga desa belum ada pengamal Wahidiyah supaya di Mujahadahi oleh Pengamal Wahidiyah terdekat.
c. Bila pengamalnya terlalu banyak digilir / bergantian.
d. Bagi yang tidak dapat melaksanakan di makam / kuburan dibolehkan melaksanakan di rumah / tempat lain, akan tetapi dilaksanakan 2 kali lipat, 7 hari menjadi 14 hari, atau 7 hari dengan mujahadah 2 X rambahan.
7. Anjuran Mujahadah :
a. Dilaksanakan berjama’ah bersama keluarga dan warga kampung.
b. Bila memungkinkan jama’ah Bapak, Ibu, Remaja dan kanak-kanak dipisah ( sendiri-sendiri ).
c. Usaha supaya tidak ada seorang pengamalpun yang tidak melaksanakan mujahadah makam atau kuburan.
d. Supaya minta izin atau memberi tahu kepada Kepala desa / pengurus makam / juru kunci kubur.
8. Laporan : Pelaksanaan mujahadah makam / kuburan supaya dilaporkan secara tertulis.
9. Ketua PW / Ketua Departemen Pembina Wahidiyah semua tingkatan dan imam jama’ah setempat supaya mengarahkan, mendorong dan mengkoordinir pelaksanaan mujahadah makam / kuburan.

AUROD MUJAHADAH KHUSUS DI MAKAM / KUBURAN

1). Al Fatihah 1 + 2 jadi satu, dibaca ............................... 7 x
2). Allohumma  Yaa Waahidu .......................................... 7 x
3). Allohumma Kamaa anta ahluh .................................... 7 x
4). Yaa Syafi’al Kholqis Sholatu ....................................... 7 x
5). Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh ..................................... 7 x
6). Yaa Ayyuhal Ghoutsu ................................................. 7 x
7). Yaa Ayyuhal Ghouts – Yaa Ayyuhal Ghouts .............. 1000 x
8). Yaa Syafi’al Kholqi habiballoohi ................................... 7 x
9). Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh ....................................... 1000 x
10). Yaa Robbanalloohumma ........................................... 7 x
11). Yaa Robbanaghfir Yasir Iftah Wahdina #
Qorrib Waallif Bainana Yaa Robbana .............................. 100 x
12). Allhumma baarik ........................................................ 7 x
13). Istighroq
14). Al Faatihah ................................................................ 1 x
15). Do’a :
- Bismillaah .......  Alloohumma bihaqqis ........................... 3 x
- Balligh jami’al alamin ....................................................... 7 x
16). Fafirru ilalloh .............................................................. 1000 x
17). Waqul Jaa al haqqu ............................................................................................17 x
18). Al Faatihah !

---------------------------------------------------------------------------------------

004. AUROD MUJAHADAH   3 ,  7

1. Al Faatihah ………………………………………………………… 3 X
2. Alloohumma Yaa Waahidu Yaa Ahad …………………………… 7 X
3. Alloohumma Kamaa Anta Ahluh ………………………………… 3 X
4. Yaa Syaafi’al Kholqis Sholaatu …………………………………… 3 X
5. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh ……………………………………. 7 X
6. Yaa Ayyuhal Ghoutsu Salaamulloh ……………………………… 3 X
7. Yaa Syaafi’al Kholqi Habiiballoohi ………………………………. 3 X
8. Yaa Sayyidii Yaa Rosulallooh ……………………………………. 7 X
9. Yaa Robbanalloohumma Sholli …………………………………… 3 X
10. Allohumma Baarik Fiima Kholaqta ………………………………. 7 X
11. Istighroq !
12. Al Faatihah ………………………………………………………….. 1 X
13. Alloohumma Bihaqqismikal a’dhom ……………………………. 3 X
14. Balligh Jami’al ‘alamiin ……………………………………………. 3 X
15. Fainnaka ‘ala Kulli Syaiin Qodiir ………………………………… 3 X
16. Fafirruu Ilallooh ………………………………………………….… 7 X
17. Waqul Jaa al Haqqu ……………………………………………….. 3 X
18. Al Faatihah …………………………………………………………. 1 X

---------------------------------------------------------------------------------------

005.  AUROD MUJAHADAH  7 . 17

1. Al Faatihah ………………………………………………………… 7 X
2. Alloohumma Yaa Waahidu Yaa Ahad …………………………… 7 X
3. Alloohumma Kamaa Anta Ahluh ………………………………… 7 X
4. Yaa Syaafi’al Kholqis Sholaatu …………………………………… 7 X
5. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh ……………………………………. 7 X
6. Yaa Ayyuhal Ghoutsu Salaamulloh ……………………………… 7 X
7. Yaa Syaafi’al Kholqi Habiiballoohi ………………………………. 7 X
8. Yaa Sayyidii Yaa Rosulallooh ………………………………….….     17 X
9. Yaa Robbanalloohumma Sholli …………………………………… 7 X
10. Allohumma Baarik Fiima Kholaqta ………………………………. 7 X
11. Istighroq !
12. Al Faatihah ………………………………………………………….. 1 X
13. Alloohumma Bihaqqismikal a’dhom ……………………………. 3 X
14. Balligh Jami’al ‘alamiin …………………………………………….    17 X
15. Fainnaka ‘ala Kulli Syaiin Qodiir ………………………………… 3 X
16. Fafirruu Ilallooh ……………………………………………….……    17 X
17. Waqul Jaa al Haqqu ………………………………………………..     17 X
18. Al Faatihah …………………………………………………………. 1 X

 Departemen Penyiaran dan Pembinaan
 Wahidiyah

------------------------------------------------------------------------------------------

006.  AUROD MUJAHADAH DALAM PERJALANAN/BEPERGIAN.
BEPERGIAN KEMANA AJA BAIK DEKAT ATAU JAUH SUPAYA
DIBIASAKAN MUJAHADAH DENGAN AUROD SBB. :

AL-FAATIHAH 1X,
YAA SYAFI'AL KHOLQI.....DST 1X ,
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH 3X,
YAA AYYUHAL GHOUTSU SALAAMULLOH....dst 1X.
Alfaatihah 1 X.

Kemudian membaca :
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim,
dilanjutkan membaca :

AYAT KURSI 3X,
WALAA YAUUDUHUU HIFDZUHUMAA WA HUWAL 'ALIYYUL 'ADHIIM 7 X,
Al-Faatihah 1 X.

dilanjutkan MUJAHADAH BILANGAN 7, 17 beberapa kali,
bila perjalanannya jauh DIULANG-ULANG misalnya sampai 3x, 7x rambahan dst.
Bila bepergiannya dekat, boleh pakai bilangan 3, 1, 7 atau 3, 3, 7. atau yg lebih sederhana lagi.

SETIAP KALI MUJAHADAH diawali dan diakhiri AL-FAATIHAH 1X,
YAA SYAFI'AL KHOLQI.....DST 1X ,
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH 3X,
YAA AYYUHAL GHOUTSU SALAAMULLOH....dst 1X,
Al-Fatihah 1x, boleh dilagukan atau tidak di lagukan.

KETERANGAN :

BILA ANDA HAFAL DO'ANYA MUJAHADAH KHUSUS KEAMANAN (sangat dianjurkan tuk dihafal dan diamalkan) ANDA BOLEH MEMBACANYA 3X , MEMBACANYA SETELAH baca WALAA YAUUDUHUU HIFDZUHUMAA WA HUWAL 'ALIYYUL 'ADHIIM 7 X tersebut diatas (SEBELUM MUJAHADAH).
DO'ANYA MUJAHADAH KHUSUS KEAMANAN adalah :

Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Allohumma innaka aaminun min kulli syai in..
Wa kullu syai in khooifun minka..
Fabi amnika min kulli syai in..
Wa khoufi kulli syai in minka..
Aaminna mimmaa nakhoofu wa nahdzar..
Yaa Lathiif 3x..
Ulthuf binaa fii umuurinaa kullihaa kamaa tukhibbu wa tardloo..
Wa rodldlinaa fii dunyaanaa wa aakhirotinaa..
Yaa Sattar 7x..
Usturnaa bisatrikalladzii satarta bihii ’alaa dzaatika falaa ’ainun tarooka walaa yadun tashilu ilaika..
Birohmatika yaa arhamarrohimiin..
Wal hamdulillaahirobbil’aalamiin..

AL-FAATIHAH.......

----------------------------------------------------------------------------------------

007. Mujahadah penyongsongan mujahadah kubro

Adapun ketentuan pelaksanaannya sebagai berikut  :

1. Jadwal dan jenis aurod terlampir.
2. Dilaksanakan secara berjama’ah dan sambung menyambung tidak putus ( Non Stop).
3. Dan kepada ketua PW / DPPW disemua tingkatan dan para Imam jama'ah agar mengkoordinir kegiatan tersebut sebagaimana yang telah berjalan sebelumnya.

AUROD MUJAHADAH PENY0NGS0NGAN
MUJAHADAH KUBRO.

Alfathah 17
Allahumma Yawahidu Yaahad... 17
allahumma kama anta ahlu... 17
yasafi alhalqi ssolatwaslam...17
Yasayyidii....17
Yaayyuhalghautsu Salamullah...17
Yaayyuhalghaut....1000
Yasafi Alhalqi Habiballah...100
yasayyidii...1000
YarobbanallahummA Sholli Sallimi...100
allahumma barikfima khalakta....41
wafi hadzihil mujahadatil kubro yaallah..1000
ISTIQROQ
allahumma bihaqki..3
balligh jamial alamin...7
Fainnaka Ala Kulli Syaiin...3
FAFIRRU...1000
Waqul Jaal Haq....100X
Alfaatihah...

_________________________________________________

008. FAFIRRUU ILALLOH WA ROSUULIHI SAW !
Sayyidul Istighfar Ala Wahidiyah

Kita dibimbing oleh Beliau Al-Ghouts Hadzaz Zaman Ra tuk selalu memperbanyak membaca Istighfar setiap saat.......!!!.
( Dengan didahului membaca wirid bakda sholat maghrib - lengkap !),
kemudian membaca Sayyidul Istighfar ala Wahidiyah.

KHUSUSNYA kita memohon ampunan tuk diri sendiri, dan umumnya memohonkan ampunan tuk kedua orang tua kita, leluhur2 kita hingga Mbah Nabi Adam As, juga anak cucu keturunan kita hingga akhir zaman dan SELURUH PENGAMAL DAN A'WAN/PEMBANTU-PEMBANTU AL-GHOUTS RA (PARA PENYIAR DAN PEMBINA) WAHIDIYAH BAIK YANG MASIH HIDUP MAUPUN YG TELAH MENINGGAL DUNIA, MULAI AWWAL HINGGA AKHIR ZAMAN/YAMIL QIYAAMAH dan umumnya mukminiin dan mukminaat, muslimiin dan muslimaat BAIK YANG MASIH HIDUP ATAUPUN YANG TELAH MENINGGAL, setiap saat kita selalu dibimbing oleh Beliau Al-Ghouts Ra tuk memohon dan memohonkan ampunan (ISTIGHFAR) dihadapan Alloh SWT, sbb. :

ASTAGHFIRULLOOHAL 'ADZIIM LIIWA LIWA LIDAYYA WALI ASHHAABIL HUQUUQIL WAA JIBAATI 'ALAIYY, WA LIJAMII'I MAN 'AMILA BIHAADZIHISH-SHOLAWAATIL WAHIDIYYAH WAMAN A'AANA 'ALAIHAA ILAYAUMIL QIYAAMAH, WALIJAMII'IL MUKMINIINA WALMUKMINAAT WALMUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT AL AHYAA-I MINHUM WAL AMWAAT.

Al-faatihah - Mujahadah bilangan 7, 17 atau 3, 7 atau 3, 1 atau yang lain....!.

(Dianjurkan tuk dibaca 3 x sebelum Mujahadah setelah sholat 5 waktu, dan juga dianjurkan kapan aja ada kesempatan...).

Artinya :
Aku memohon ampunan Yaa Alloh Dzat yang Maha Agung, juga ampuni kedua orang tuaku dan orang-orang yang punya hak/ kewajiban pada aku, dan ampunilah semua orang yang mengamalkan sholawat wahidiyah dan orang2 yang membantu/a'wan (MENYIARKAN DAN MEMBINA) Sholawat Wahidiyah, mulai awwal hingga akhir zaman/ilaa yaumil qiyaamah, dan ampuni Yaa Alloh semua orang mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat baik yang hidup maupun yang sudah meninggal dunia.

AL-FAATIHAH - MUJAHADAH !.

---------------------------------------------------------------------------------------------

009. Mujahadah khusus kematian / arwah, dengan petunjuk sebagai berikut :

1. Aurod yang digunakan, aurod 7, 7, 17 tiga kali rambahan dan dilaksanakan secara berjama’ah.
2. Sebelum mujahadah dimulai supaya diberi arahan pengantar tentang kematian ( Alam Kubur ).
3. Imam mujahadah digilir ( bergantian ).
4. Waktu : ditentukan berdasarkan musyawarah jama’ah, boleh bersamaan dengan waktu Mujahadah Usbuiyah.
5. Karena jumlah nama-nama yang terdaftar terlalu banyak jumlahnya dan tidak mungkin dibaca satu persatu ( memakan waktu ), maka boleh dicukupkan dengan kalimat “ Semua nama-nama yang tertulis dalam daftar ini “. Al Faatihah !
6. Kepada Ketua PW dan Departemen Pembina supaya mengkoordinir dan bertanggung jawab atas pelaksanaan mujahadah kematian / arwah.
Keterangan :
a. Nama-nama Al Marhum / Al Marhumah yang belum tercantum dalam daftar akan dimuat pada pelaksanaan berikutnya.
b. Pendaftaran almarhum / yang meninggal / wafat dapat melalui DPPW Daerah / Bendahara PW Pusat / Sie Keuangan Panitia Mujahadah Kubro ( Waktu Mujahadah Kubro ).

---------------------------------------------------------------------------------------------

010. Mujahadah Momentil / Waktiyah Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke – 67 Tahun 2012 M / 1433 H, mensyukuri Kemerdekaan Republik Indonesia, semoga Alloh SWT melimpahkan berkah, adil, makmur, sejahtera lahir-batin dan penuh ampunan.

 Adapun petunjuk pelaksanaannya sebagi berikut :

1. Mujahadah dilaksanakan secara serempak, dalam waktu yang bersamaan oleh seluruh Pengamal Sholawat Wahidiyah pria, wanita, remaja dan Kanak-kanak di desa-desa/kampung-kampung.
2. Dianjurkan secara berjama’ah, dan bias mujahadah sendiri bagi mereka yang sedang dalam perjalanan, jika situasi tidak memungkinkan. Khusus kanak-kanak dapat diadakan berjama’ah sendiri, terpisah dari kaum dewasa / remaja.
3. Waktu Pelaksanaan :
Hari : Kamis malam Jum’at
Tanggal : 28 Romadlon 1433 H / 16 Agustus 2012 M.
4. Aurod Mujahadah 7, 17  minimal satu kali rambahan.
5. Bila terpaksa tidak bisa mengikuti Mujahadah berjama’ah seperti dimaksud, hendaknya melaksanakan sendiri-sendiri ditempat masing-masing.
6. Seluruh Pengamal Sholawat Wahidiyah dan masyarakat sekitarnya supaya diajak serta dalam Mujahadah ini. Bagi yang belum mengamalkan Sholawat Wahidiyah dianjurkan membaca YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH bersama-sama dalam Mujahadah tersebut.
7. Kepada Ketua PW/ DPPW/ DPWW/ DPRW/ DPKW semua tingkatan supaya mengadakan langkah-langkah positif, dan bila perlu mengadakan hubungan dengan Pejabat dan tokoh masyarakat setempat agar supaya Instruksi Mujahadah ini berjalan lancar, tertib, dan aman.

_________________________________________________________

011. Mujahadah Momentil / Waktiyah Hari Pahlawan Tahun 1433 H / 2012 M.

Adapun petunjuk pelaksanaannya sebagi berikut :

1. Mujahadah dilaksanakan secara serempak, dalam waktu yang bersamaan oleh seluruh Pengamal Sholawat Wahidiyah pria, wanita, remaja dan Kanak-kanak di desa-desa/kampung-kampung, secara berjama’ah dan atau perorangan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan. Jika situasi tidak memungkinkan, khusus kanak-kanak dapat diadakan berjama’ah sendiri, terpisah dari kaum dewasa / remaja.
2. Waktu Pelaksanaan :
Hari : Jum’at malam Sabtu
Tanggal : 25 Dzul Hijjah 1433 H / 09 Nopember 2012 M.
3. Aurod Mujahadah 7, 17  sebanyak tiga kali rambahan.
4. Bila terpaksa tidak bisa mengikuti Mujahadah berjama’ah seperti dimaksud, hendaknya melaksanakan mujahadah sendiri-sendiri di tempat masing-masing.
5. Seluruh Pengamal Sholawat Wahidiyah dan masyarakat sekitarnya supaya diajak serta dalam pelaksanaan Mujahadah ini. Bagi mereka yang belum mengamalkan Sholawat Wahidiyah dianjurkan membaca YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH bersama-sama dalam Mujahadah berjama’ah tersebut.
6. Kepada Ketua PW/DPPW/DPWW/DPRW/DPKW semua tingkatan supaya mengadakan langkah-langkah kebijaksanaan agar supaya Instruksi Mujahadah ini berjalan lancar, tertib, dan aman. Bila dipandang perlu supaya mengadakan hubungan dengan Pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

----------------------------------------------------------------------------------------

012. Mujahadah Nisfu Sya’ban Tahun 1434 H.

 Adapun petunjuk pelaksanaannya sebagi berikut :

1. Mujahadah dilaksanakan secara serempak, dalam waktu yang bersamaan oleh seluruh Pengamal Wahidiyah pria, wanita, remaja dan Kanak-kanak di desa-desa/ kampung-kampung, secara berjama’ah dan perorangan; bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jika situasi tidak memungkinkan harap mengambil langkah yang bijaksana, khusus kanak-kanak dapat diadakan jama’ah sendiri, terpisah dari kaum dewasa/ remaja.
2. Pelaksanaan :
Hari : Ahad malam Senin
Tanggal : 15 Sya’ban 1434 H / 23 Juni 2013 M.
Waktu : setelah Maghrib s.d Shubuh.
3. Aurod Mujahadah  dengan bilangan 7, 17. minimal 3 kali rambahan, dan diawali dengan membaca Surat Yaasin 3 kali rambahan.
4. Bila terpaksa tidak bisa mengikuti Mujahadah berjama’ah seperti dimaksud, hendaknya melaksanakan sendiri-sendiri di tempat masing-masing.
5. Seluruh Pengamal Wahidiyah dan masyarakat sekitarnya supaya diajak serta dalam Mujahadah ini. Bagi yang belum mengamalkan Wahidiyah dianjurkan membaca YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH bersama-sama dalam Mujahadah berjama’ah tersebut.
6. Para Ketua PW/DPPW/DPWW/DPRW/DPKW semua tingkatan supaya mengadakan langkah-langkah positif agar supaya Instruksi Mujahadah ini berjalan lancar.

___________________________________________________________

013.  Mujahadah Momentil / Waktiyah Keamanan

Berdasarkan dawuh Al Mukarrom Romo KH. Abdul Latif Madjid RA, pada acara Pembukaan pengajian Al Hikam pada hari Ahad Pagi tanggal 18 Syawal 1426 H/20 Nopember 2005 M dan dalam rangka ikut serta berpartisipasi dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka dengan ini kami INSTRUKSIKAN  kepada Bapak/Ibu/ Sdr. Ketua PW. /Ketua Departemen Wahidiyah semua tingkatan untuk melaksanakan Mujahadah Momentil / Waktiyah Keamanan, semoga Alloh SWT memberikan ampunan dan keamanan kepada seluruh masyarakat di seluruh tanah air.

 Adapun petunjuk pelaksanaannya sebagi berikut :

1. Mujahadah dilaksanakan secara serempak, dalam waktu yang bersamaan oleh seluruh Pengamal Wahidiyah pria, wanita, remaja dan Kanak-kanak di desa-desa/kampung-kampung, secara berjama’ah dan perorangan ( bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan jika situasi tidak memungkinkan); khusus kanak-kanak dapat diadakan berjama’ah sendiri, terpisah dari kaum dewasa / remaja.
2. Waktu Pelaksanaan : hari Kamis malam Jum’at  s.d  Rabu malam Kamis, tanggal 3 s.d 9 Pebruari 2006 M /  4 s.d 5 Muharram 1427 H ( selama 7 hari  ) setelah pelaksanaan mujahadah 40 harian selesai penyongsongan mujahadah Kubro Hari Ulang Tahun Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1427 H.
3. Aurod Mujahadah; dengan Mujahadah Keamanan  minimal satu kali rambahan.
4. Bila terpaksa tidak bisa mengikuti Mujahadah berjama’ah seperti dimaksud, hendaknya melaksanakan sendiri-sendiri ditempat masing-masing.
5. Supaya seluruh Pengamal Wahidiyah dan masyarakat sekitarnya diajak serta dalam Mujahadah ini. Bagi yang belum mengamalkan Wahidiyah dianjurkan membaca YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH bersama-sama dalam Mujahadah berjama’ah tersebut.
6. Kepada Ketua PW/DPPW/DPWW/DPRW/DPKW semua tingkatan supaya mengadakan langkah-langkah kebijaksanaan agar supaya Instruksi Mujahadah ini berjalan lancar, tertib, dan aman. Perlu mengadakan hubungan dengan Pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

-----------------------------------------------------------------------------------------

014. AUROD MUJAHADAH KHUSUS PENINGKATAN

1. Al Faatihah ………………………………………………………… 7 X
2. Alloohumma Yaa Waahidu Yaa Ahad …………………………… 7 X
3. Alloohumma Kamaa Anta Ahluh ………………………………… 7 X
4. Yaa Syaafi’al Kholqis Sholaatu …………………………………… 7 X
5. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh ……………………………………. 7 X
6. Yaa Ayyuhal Ghoutsu Salaamulloh ……………………………… 7 X
7. Yaa Sayyiidi Yaa Ayyuhal Ghoutsu ……………………………… 1000 X
8. Yaa Syaafi’al Kholqi Habiiballoohi ………………………………. 7 X
9. Yaa Sayyidii Yaa Rosulallooh ……………………………………. 1000 X
10. Yaa Robbanalloohumma Sholli …………………………………… 7/17X
11. Allohumma Baarik Fiima Kholaqta ………………………………. 7 X
12. Istighroq !
13. Al Faatihah ………………………………………………………….. 1 X
14. Alloohumma Bihaqqismikal a’dhom ……………………………. 3 X
15. Balligh Jami’al ‘alamiin ……………………………………………. 7 X
16. Fainnaka ‘ala Kulli Syaiin Qodiir ………………………………… 3 X
17. Fafirruu Ilallooh ……………………………………………… 1000/5000 X
18. Waqul Jaa al Haqqu ……………………………………………….. 17 X
19. Al Faatihah …………………………………………………………. 1 X

_______________________________________________________

015. TAMBAHAN MUJAHADAH DALAM MASA PEMILU

1. Dalam setiap Mujahadah, setelah bacaan :
وَفِي هَذِه المُجَاهَدَة يَا الله   (Wafii Hadzihil Mujahadah Yaa Allah), supaya ditambah :
وَفِي هَذَا الإِنْتِخَابِ العَامِ يَاأَلله
( Wa Fii Hadzal Intikhabil ‘Aam, Yaa  Allah * )
Artinya : Dan berkahilah Pemilihan Umum ini ya Alloh.
* dibaca   7 x pada masa kampanye, dan
   dibaca 17 x pada masa tenang

2. AUROD MUJAHADAH KHUSUS PENYONGSONGAN PEMILU
1. Al Faatihah ………………………………………………………… 7 X
2. Alloohumma Yaa Waahidu Yaa Ahad ……………………… 7 X
3. Alloohumma Kamaa Anta Ahluh ……………………………… 7 X
4. Yaa Syaafi’al Kholqis Sholaatu ………………………………… 7 X
5. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh …………………………………. 7 X
6. Yaa Ayyuhal Ghoutsu Salaamulloh ………………………… 7 X
7. Yaa Syaafi’al Kholqi Habiiballoohi ……………………………. 7 X
8. Yaa Sayyidii Yaa Rosulallooh …………………………………. 17 X
9. Yaa Robbanalloohumma Sholli …………………………..…… 7 X
10. Allohumma Baarik Fiima Kholaqta ……………………. 7 X
11. Wa Fii Hadzal Intikhabil ‘Aam, Yaa  Allah ……… 7 / 17 X
12. Istighroq !
13. Al Faatihah ………………………………….………………….. 1 X
14. Alloohumma Bihaqqismikal a’dhom ………………………. 3 X
15. Balligh Jami’al ‘alamiin ………………………………………. 7 X
16. Fainnaka ‘ala Kulli Syaiin Qodiir …………………………… 3 X
17. Fafirruu Ilallooh ………………………………..……….……… 100 X
18. Waqul Jaa al Haqqu ……………………….………………….. 100 X
19. Al Faatihah ………………………………………………………. 1 X

3. Disaat akan mencontreng/mencoblos tanda gambar partai atau nama caleg atau gambar capres/ cawapres yang dipilih, supaya membaca  :
-  Bismillaahir Rahmaanir Rahiim 1 x
-  Yaa Sayyidii Yaa Rasuulallah 3 x
-  Fafirruu Ilallah 3 x

------------------------------------------------------------------------------------------

016. AUROD MUJAHADAH KHUSUS KEUANGAN

1. Al Faatihah ………………………………………………………… 7 X
2. Alloohumma Yaa Waahidu Yaa Ahad …………………………… 7 X
3. Alloohumma Kamaa Anta Ahluh ………………………………… 7 X
4. Yaa Syaafi’al Kholqis Sholaatu …………………………………… 7 X
5. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh ……………………………………. 7 X
6. Yaa Ayyuhal Ghoutsu Salaamulloh ……………………………… 7 X
7. Yaa Syaafi’al Kholqi Habiiballoohi ………………………………. 7 X
8. Yaa Sayyidii Yaa Rosulallooh ……………………………………. 17 X
9. Yaa Robbanalloohumma Sholli …………………………………… 7 X
10. Allohumma Baarik Fiima Kholaqta ………………………………. 7 X
11. Istighroq !
12. Al Faatihah ………………………………………………………….. 1 X
13. Alloohumma Bihaqqismikal a’dhom ……………………………. 3 X
14. Balligh Jami’al ‘alamiin ……………………………………………. 7 X
15. Fainnaka ‘ala Kulli Syaiin Qodiir ………………………………… 3 X
16. Fafirruu Ilallooh ……………………………………………..……… 17 X
17. Waqul Jaa al Haqqu ……………………………………………….. 17 X
18. Al Faatihah …………………………………………………………. 1 X
19. Al Faatihah …………………………………………………………. 3 X

20.   BIFADHLIKAL ‘ADHIIMI TSUMMAL KHOOTIMI #
YAA ROBBANAA SHOLLI ‘ALAIHI SALLIMI
 WAL AALI WARZUQNAA KATSIIROM MUSRI’AA #
ANTAS SARII’U WAL MUJIIBU MAN DA’AA........

...........................................................................................................1000 X

_________________________________________________________

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !
MUJAHADAH KHUSUS KEUANGAN :

01, TERLEBIH DAHULU MELAKSANAKAN MUJAHADAH DENGAN BILANGAN 7, 17 1X RAMBAHAN, SEPERTI TERSEBUT DIATAS....; SESUDAH ITU....
02. ALFAATIHAH 3X, kemudian ......
03. Baca : BIFADL-LIKAL 'ADZIIMI TSUMMAL KHOTIMI #
YAA ROBBANAA SHOLLI 'ALAIHI SALLIMI
WAL AALI WARZUQNAA KATSIIROM-MUSRI'AA #
ANTAS-SARII'U WAL MUJIIBU MAN DA'AA
Dibaca 1000 X...... ALFAATIHAH...... !

Terjemahnya ;

بِفَضْلِكَ الْعَظِيْمِ ثُمَّ الْخَاتِمِ ياَرَبَّناَصَلِّ عَلَيْهِ سَلِّمِ وَالْأَلِ وَارْزُقْنَاكَثِيْرًامُسْرِعاَ أَنْتَ السَّرِيْعُ وَالْمُجِيْبُ مَنْ دَعاَ

BIFADHLIKAL ADHIMI TSUMMAL KHOTIMII # YAA ROBBANA SHOLLI ‘ALAIHI SALLIMI...
WAL ALI WARZUQNA KATSIRON MUSRI’AA # ANTAS SARI’U WAL MUJIBU MAN DA’A

“DENGAN ANUGERAHMU (YA ALLOH) YANG MAHA AGUNG, YAA TUHAN KAMI LIMPAHKANLAH SHOLAWAT SALAM SEJAHTERA KEPADA (ROSULULLOH SAW.) NABI PENUTUP, DAN KELUARGANYA, DAN BERILAH KAMI RIZQI SEBANYAK MUNGKIN DENGAN SEGERA, (YA ALLOH) ENGKAULAH DZAT YANG MAHA CEPAT LAGI MAHA PEMBERI IJABAH PADA ORANG YANG BERDO’A”

----------------------------

AUROD MUJAHADAH KHUSUS PENERIMAAN MURID BARU/SANTRI BARU WAHIDIYAH/ MUJAHADAH KHUSUS PENDIDIKAN WAHIDIYAH

1). Al Fatihah 1 + 2 jadi satu, dibaca ................... 7 x

2). Allohumma Yaa Waahidu ............................... 7 x

3). Allohumma Kamaa anta ahluh ........................ 7 x

4). Yaa Syafi’al Kholqis Sholatu ............................ 7 x

5). Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh ......................... 7 x

6). Yaa Ayyuhal Ghoutsu .................................... 7 x

7). Yaa Ayyuhal Ghouts – Yaa Ayyuhal Ghouts /
YAA  SAYYIDII  YAA  AYYUHAL  GHOUTS...... 1000 x

8). Yaa Syafi’al Kholqi habiballoohi ..................... 7 x

9). Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh ........................... 1000 x

10). Yaa Robbanalloohumma ................................. 17 x

11). Allhumma baarik .............................................. 7 x

12). Istighroq

13). Al Faatihah ....................................................... 1 x

14). Do’a :

- Bismillaah ....... Alloohumma bihaqqis ........................... 3 x

- Balligh jami’al alamin ....................................................... 7 x

15). Fafirru ilalloh .............................................................. 313 x

16). Waqul Jaa al haqqu ...................................................17 x

17). Al Faatihah  !.

KETERANGAN  :

a. Seluruh Personil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Wahidiyah, panitia PMB, Dewan Guru, para siswa SD,MI  Wahidiyah-  SMP, SMA/ MTs, MA  Wahidiyah, para Maha Siswa Wahidiyah, para wali murid/wali santri Wahidiyah supaya melaksanakan Mujahadah dengan aurod Mujahadah tsb, minimal sekali dlm sehari ;

b. Mujahadah tsb hendaknya dilaksanakan minimal 3 bulan sebelum PMB  Wahidiyah.

c. BACAAN FAFIRRUU ILALLOH DIBACA MENGHADAP 4 PENJURU, SETIAP PENJURU DIBACA 313 X ;

d. Demi suksesnya PMB /PSB Wahidiyah tsb , dianjurkan kepada seluruh pengamal Wahidiyah pada umumnya untuk melaksanakan Mujahadah tsb dan khusus bagi personil Depdikbud Wahidiyah tuk melaksanakan Mujahadah tsb kapan aja dan dimana aja...( Sering kali kapan aja mengamalkan Mujahadah dengan Aurod tsb ).

Thursday, April 16, 2015

MUJADDID DAN AL-GHOUTS ; PERANAN DAN KEDUDUKANNYA DI TENGAN UMMAT

YAA  SAYYIDII  YAA AYYUHAL  GHOUTS  !
KULIAH WAHIDIYAH SIANG

Mujadid dan Al-Ghauts; Peranan dan Kedudukannya di Tengah Umat

Banyak yang belum faham antara perbedaan Ghautsdan Mujadid. Apa tugas-tugasnya, sejak kapan keberadaanya di tengah-tengah umat. Hal ini penting di bahas karena masih banyak kaum Muslimin khususnya Pengamal Wahidiyah yang salah mempresepsikan atau bahkan tidak tahu sama sekali keberadaan Ghauts dan Mujadid di muka bumi. Ini bisa di maklumi mengingat pembahasan tentangGhautsiyah dan Mujadid tidak banyak beredar di tengah-tengah masyarakat. Kali ini Aham sengaja menurunkan kembali tulisan pembahasan Mujadid dan Ghauts yang di muat pada edisi 17/Ramadhan 1419H/Desember 1998M. hasil wawancara reporter Aham Vety Arova dengan KH. Ahmad Baidhowi (alm). Konon edisi 17 tersebut merupakan edisi terbaik dibanding edisi sebelumnya maupun sedudahnya sebagaimana dawuh beliau Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA secara sirri kepada H. Indra Sukmana dari Cianjur.

Bisa Yahi jelaskan perbedaan antara Mujadid dan Ghauts ?

Menurut arti bahasanya, Mujadid berarti  reformis atau pembaharu. Menurut Hadits Rasulullah SAW adalah orang yang di utus oleh Allah SWT pada setiap penghujung 100 tahun untuk memperbaiki (memperbaharui) persoalan agama umat. Mujadid ini datang setelah Rasulullah SAW wafat.

Ghauts secara harfiah berarti penolong. Menurut ulama Tasawuf adalah pemimpin para waliyullah di muka bumi. Tugasnya adalah sebagai penuntun, pembimbing kepada keselamatan dan kebahagiaan yang di ridhoi Allah wa Rasulihi SAW. Istilah Ghauts banyak di bahas dalam dunia tasawuf.

Apakah ada pembagian dalam Mujadid itu ?

Ada. Pertama, Mujadid sebelum Rasulullah SAW. Mujadid  ini di pegang oleh Rasul Ulul ‘Azmi, yang selanjutnya di sebut Mujadid Tasyri’ (pembawa syariat) yang di dalamnya juga meliputi bidang tahqiq (tasawuf). DI mulai oleh Nabiyullah Nuh AS dan di tutup oleh beliau Sayyidul Anbiya’ wal Mursalin SAW. Adapun Nabi dan Rasul selain Ulul ‘Azmibertugas meneruskan misi Rasul Ulul ‘Azmi tersebut.

Kedua, Mujadid setelah Rasulullah SAW. Mujadid setelah Rasulullah SAW ini secara garis besar ada dua. YakniMujadid Tahqiq dan Mujadid Ghairu Tahqiq atau Tasyri’(fiqih) disini bukanlah tasyri’ pembawa syariat sebagaiman Rasul Ulul ‘Azmi. Melainkan Mujadid yang bertugas membangun dan mengembalikan syariat Rasulullah SAW sebagaimana mestinya. Sedangkan Mujadid Tahqiq adalah seseorang yang di utus oleh Allah SWT untuk membangun dan menghidupkan kembali ajaran dan tuntunan Rasulullah SAW untuk wushul makrifat kepada Allah SWT. Mujadid Tahqiqi disini adalah pemimpin para waliyullah (Sultanul Auliya’).

Kongkritnya bagaimana ?

Begini, Mujadid Tasysri’ di jabat oleh lima Nabi dan RasulUlul ‘Azmi (Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad SAW). Jarak antara Ulul ‘Azmi dengan yang lainya kurang lebih 1000 tahun. Para beliau Ulul ‘Azmi ini (Mujadid Tasyri’) membawa syariat sendiri-sendiri. Bila Ulul ‘Azmi ini wafat, maka digantikan oleh yang baru dengan syariat yang lebih sempurna. Adapun para Rasul yang bukan Ulul ‘Azmi bukanMujadid, bertugas menyampaikan syariatnya Mujadid Tasyri’ sebelumnya. Sebagai contoh, para Rasul yang hidup diantara Nabi Nuh AS dan Nabi Ibrahim AS yaitu Hud AS dan Nabi Shaleh AS. Beliau berdua bertugas menyampaikan syariatnya Nabi Nuh AS. Begitu juga Rasul yang hidup di antara Nabi Ibrahim AS dan Nabi Musa AS, bertugas menyampaikan syariatnya Nabi Ibrahim AS, dan seterusnya. Walau sebagai penerus dan bukan Mujadid Tasyri’, dalam menjalankan tugas-tugas kerasulanya mendasarkan pada wahyu Allah SWT, bukan sekedar taklid atau mengikut.

Bagaimana halnya dengan tugas para nabi sebelum Nabi Nuh AS?

Sebelum Nabi Nuh AS tidak disinggung soal Mujadid. Sebab waktu itu belum ada syariat. Jadi tugas para Nabi seperti Nabi Adam AS, Nabi Syis AS sampai nabi Nuh AS yang berjarak kurang lebih 1000 tahun itu terbatas soal tauhid, memperbaiki cara hidup dan meningkatkan kesejahteraan anak cucunya sampai datangnya Nabi Nuh AS, maka Allah SWT memberikan batasan-batasan antara ibu dan anak-anak, saudara laki-laki dan saudara perempuan, juga mengaktifkan kewajiban-kewajiban, melaksanakan adab-adab beberapa perintah yang disusul dan diikuti para RasulUlul ‘Azmi berikutnya hingga syariatnya lebih meningkat dan lebih sempurna (Islam) yang di bawa Sayyidul Anbiya’ wal Mursalin Nabi Muhammad SAW yang syariatnya meliputi syariat para Nabi dan Rasul sebelumnya. (Hasyiyah Showi juz 11 hal 29).

Setelah Rasulullah SAW wafat bukankah syariat agama sudah sempurna, tapi mengapa Allah masih mengangkat Mujadid?

Sebelumnya kan saya jelaskan bahwa Mujadid sepeninggal Rasulullah SAW bukan sebagai Mujadid pembawa syariat, tetapi Mujadid untuk memperbaiki (memperbaharui) syariat Rasulullah SAW yang sudah tidak murni lagi. Nah, Mujadidsepeninggal Rasulullah SAW ini akan muncul setiap penghujung 100 tahun. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

yang artinya,”Sesungguhnya Allah mengutus seseorang setiap penghujung 100 tahun untuk memperbaiki (memperbaharui) persoalan agama umat.”

(HR. Abu Dawud, Al Hikam, Baihaki, dari Abu Hurairah RA/ Sirojut Tholibin I hal 6, Syamsul Ma’arif III hal. 324, Da’watut Taamah hal. 5).

Sehubungan dengan hadits tersebut, pada kalimat yab’atsu, artinya mengutus utusan, beliau Shahibul WahidiyahSayyidul Ghauts Sayyid Abdul Madjid Ma’ruf QS wa RA menggaris bawahi dengan dawuhnya:

Yang artinya, ”Yang dimaksud Rasul disini (hadits ini) bukan Rasul pembawa syariat, tapi Rasul untuk menyempurnakan agama umat sehingga mencapai hakikat dan makrifat, sadar billah.” (Yawaqit juz II hal. 8)
Ini menurut tinjauan kacamata tasawuf, yakni Mujadid Tahqiq.

Kalau Mujadid Tasyri’ wafat, penerusnya adalah para Nabi dan Rasul sampai datangnya Mujadid Tasyri’ berikutnya. Lantas siapa penerus Mujadid Tahqiq jika beliau wafat?

Secara ototmatis para Ghauts yang bertugas diantara Mujadid Tahqiq yang meninggal dan Mujadid Tahqiq yang berikutnya. Dengan demikian maka setiap Mujadid pastiGhauts, tetapi kalau Ghauts belum tentu Mujadid. setiapGhauts itu pasti Wali dan setiap Walibelum tentu Ghauts. begitu pula para Rasul Ulul ‘Azmi pasti Mujadid Tasyri’, tetapi tidak setiap Nabi dan Rasul itu Mujadid Tasyri’.

Sepeninggal Rasulullah SAW penggantinya adalah para Khulafaur Rasyidin yang sekaligus menjabat sebagai Quthubul Aqthab dan Ghauts di zaman itu.

Siapa Ghauts pertama sepeninggal Khulafaur Rasyidin?


Dalam kitab Yawaqit juz II hal. 82 ada keterangan bahwa Ghauts pertama menurut para ulama tasawuf adalah Sayyidina Hasan RA. Setelah beliau wafat di ganti Sayyidina Husein RA. Dalam kurun lain Ghauts fii zamanihi Syekh Abdus Salam bin Masyisy RA. Setelah beliau wafat di ganti oleh Syekh Abul Hasan Asy Syazali RA, diteruskan oleh Syekh Abbul Abbas Al Mursi RA. Banyak kitab-kitab yang menerangkan kalau Al-Ghoutsu meninggal ganti- meninggal ganti, Syeh Abdul Qodir Jaelanai menggantikan gurunya yang telah wafat, Syeh Abdul Qodir Jaelanai wafat digantikan Putranya. Juga imam Naksabandi menggantikan gurunya (Syeh Amir Qulal), Syeh Amir Qulal menggantikan Ghouts sebelumnya Syeh Baba Asamasi. Begitu seterusnya.

Apakah para Ghauts itu mesti berdomisili di Timur Tengah, di Mekkah misalnya mengingat Ka’bah ada disana ?

Dalam kitab-kitab tasawuf tidak ada yang menerangkan bahwa Ghauts itu harus orang Timur Tengah apalagi di Mekkah. Contohnya Syekh Imam Ghazali Ra dari Persia (Iran), Syekh Abdul Qadir Al Jaelani Qs wa Ra dari Baghdad (Irak).

Bagaimana proses pergantian dari Ghauts yang satu ke Ghauts berikutanya ?

Mengenai hal ini Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu haditsnya :

Hal Ghauts Hadzaz Zaman

Ghauts adalah sebutan yang dipakaikan/ dikenakan kepada seseorang (hamba Allah) yang menduduki posisi puncak dalam dunia kewalian.
Istilah lain dari Al-Ghauts adalah Sulthan Auliya’, Al-Quthbu, Insan Kamil dan lain-lain. Al-Ghauts itu setiap zaman ada, dan apabila seorang yang berpangkat Al-Ghauts itu meninggal dunia, maka Allah akan mengangkat hamba atau kekasih-Nya yang lain untuk menduduki posisi itu. Dasarnya adalah hadits berikut :

عَنْ عَبْدِالله بْنْ مَسْعُودٍرَضِيَ الله عنْه قال: قال رسول الله صل الله عليه وسلم: إِن للهِ عـزّوجلّ فِي الخَلْقِ ثَلا ثُمِائة قُلُو بُهُم على قَلْبِ أدم عليه السلام , وللهِ في الخَلْقِ أَرْبَعُونَ قُلُوبُهُمْ عَلَى قَلْبِ مُوسَي عليه السَلامُ , وَللهِ فِي الخَلْق سَبْعَةٌ قلو بُهُمْ على قَلْبِ إبْراهِيْمَ عَلَيْهِ وسلمَ, ولله في الخلق خَـمْسَةٌ قلو بُهُمْ على قَلْبِ جِبْرِيْل عَليه السَلاَمُ, ولله في الخَلْقِ ثَلاَثَةٌ قُلُو بُهُمْ على قَلْبِ مِيْكَائيل عَلَيْهِ السلام, ولله في الخلْقِ واحدٌ قَلْبُهُ عَلَى قَلبِ إسرَافيل عَلَيْهِ السلامُ, فإذَا مَات الوَاحِدأَبْدَلَ اللهُ مَكَانَهُ مِنَ الثلاثَةِ, وَإِذَامَاتَ مِنَ الثَلاثَةِ أَبْدَلَ اللهُ مَكاَنَهُ مِنَ الخَمْسَةِ, وإذاماتَ مِنَ الخَمْسَةِ أَبْدَلَ اللهِ مَكَانَهُ مِنَ السَبْعَةِ, وَإِذَامَاتَ مِنَ السَبْعَةِ أَبْدَلَ الله مَكانَه مِن الآَرْبَعِيْنَ, وَإذامَاتَ مِن الآربعين أَبْدَلَ اللهُ مَكَانَهُ مِن الثلاثمائة, وإِذَامَاتَ مِنَ الثلا ثمائة أَبْدَل اللهُ مَكَانَهُ مِنَ العَامَّة فَبِهِمْ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَيُمْطَرُوَيُنْبُتُ وَيدْفَعُ البَلاَءُ عَنْ هَذِهِ الآُمَّةِ.
قِيْلَ لِعَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُود : كَيْفَ بِهِمْ يُحْيِي وَيُمِيْتُ؟ قال:ِلآَنَّهُمْ يَسْألَوُن َاللهَ إِكْثَارَالآُمَمِ فَيكثرُوْنَ وَيَدْعُوْنَ عَلَي الجَبَابِرَة ,فيقصمون, ويستسقون فَيَسْقَوْنَ وَيسْأَلُوْنَ فَتَنْبِتُ الأرضُ وَيَدْعُونَ فَيُدفَعُ بِهِمْ أنْوَاعُ البَلاءَِ
أخرجه إبونعيم وإبن عساكر

Dari Ibnu Mas’ud Ra. Ia berkata, Rasulullah Saw bersabda :“Sesungguhnya, didalam ciptaan-Nya ini Allah memiliki 300 orang hamba yang hatinya sama dengan hati Adam AS, 40 orang hamba yang hatinya sama dengan hati nabi Musa AS, 7 orang hamba yang hatinya sama dengan hati nabi Ibrahim AS, 5 orang hamba yang hatinya sama dengan hati Jibril AS, 3 orang hamba yang hatinya sama dengan hati Mika’il AS, dan 1 orang hamba yang hatinya sama dengan hati Isrofil AS. Apabila yang seorang itu meninggal, Allah segera menggantikan kedudukannnya itu dari yang tiga, dan apabila meninggal seseorang dari jumlah yang tiga, Allah segera menggantikannya dari jumlah yang lima, apabila meninggal seseorang dari jumlah yang lima, Allah segera menggantikannya dari jumlah yang tujuh, apabila mati seseorang dari jumlah yang tujuh, Allah segera menggantikannya dari jumlah yang empat puluh, apabila meninggal seseorang dari jumlah yang empat puluh, Allah akan menggantikannya dari jumlah yang tiga ratus, dan apabila meninggal seseorang dari jumlah yang tiga ratus, Allah segera menggantinya dari orang umum (biasa). Diantara mereka itu, terdapat orang yang menghidupkan dan mematikan, memberi hujan dan menumbuhkan, dan menolak bala“.

Tatkala seseorang bertanya kepada Ibnu Mas’ud, “bagaimana seseorang itu menghidupkan dan mematikan” ?. Sahabat ini menjawab : “mereka meminta kepada Allah untuk memperbanyak manusia, maka diperbanyaklah manusia itu, mereka meminta kehancuran orang-orang yang suka berbuat durhaka, maka hancurlah orang-orang itu, mereka meminta diturunkan hujan, maka turunlah hujan itu, mereka meminta agar bumi ditumbuhi tanam-tanaman, maka diperkenankanlah permintaannya. Mereka berdo’a dan dengan do’anya itu terhindarlah balak dan malapetaka”. HR. Abu Nuaim dan Ibnu Asakir.

Hadits diatas dimuat didalam banyak kitab, yang salah satunya adalah, kitab “Al Haawi lil Fataawi“ karangan Imam Jalaludin Abdur Rahman As-Suyuthi.

Imam Al-Yaafi’i berkata : “bahwa yang dimaksud الواحد – hamba yang satu didalam hadits tersebut adalah القطب(Al-Quthbu)الغوث (al-Ghauts)”.

Pendapat ini banyak diterima oleh sebagian besar Ulama, terutama ulama tasawuf. Bagi mereka yang kurang sependapat, tentang hal tersebut silahkan, dan itu hak mereka. Yang penting ا لواحد (seorang hamba) yang disebut dalam hadits tersebut, benar adanya.

---------------

Sabda Rosululloh SAW  :
”Sesungguhnya Allah mempunyai 300 wali di muka bumi ini yang hatinya seperti Nabi Adam AS, 40 wali yang hatinya seperti Nabi Musa AS, 7 wali yang hatinya seperti Nabi Ibrahim AS, 5 wali yang hatinya seperti Malaikat Jibril, 3 wali yang hatinya sebagaimana hati Malaikat Mikail, kemudian 1 wali hatinya seperti Malaikat Isrofil. Apabila wali yang satu itu meninggal dunia, Allah mengganti/mengangkat salah satu dari wali yang lima. Apabila salah satu dari wali yang lima meninggal dunia, Allah mengangkat salah satu wali dari yang tujuh. Apabila salah satu dari wali yang tujuh meninggal dunia, Allah mengganti salah satu dari wali yang empat puluh. Apabila salah satu dari wali yang empat puluh itu meninggal dunia, maka Allah mengangkat salah satu dari wali yang jumlahnya tiga ratus. Dan apabila salah satu dari wali yang tiga ratus meninggal dunia, maka Allah mengangkat salah satu dari sekian manusia beriman yang paling baik dalam segala bidang.”

(Tafsir Sirojul Munir: 157, Siraajut Thalibin juz I: 161, Tanwirul Qulub: 414-415, Syawahidul Haq: 197, Al Haawi lilfataawi juz 11: 298 dan buku kuliah wahidiyah: 140)

Berkenaan dengan hadits diatas, ba’dul ‘arifin (ulama tasawuf) mengatakan:
”Wali atau yang disebut dalam hadits ini ialah Wali Quthub dan dialah Ghauts.” (Syawahidul Haq: 197)

Sehubungan dengan hadits tersebut, Al-Ghauts fii Zamanihi Syeh Abdul Wahab as-Sya’rani RA menafsirkan:

”Apabila Al Qhutub Al Ghauts meninggal, dalam kekosongan ini Allah mengganti mengangkat Ghauts yang lain.” (Yawaqit juz II: 80).

Beliau juga mengatakan:

”Semua zaman tidak akan sepi dari Rasul dan dialah Al Quthub, dialah tempat melihat Allah Al Haq di alam ini.” Ditegaskan lagi dengan Qaulnya: ”Maka bumi ini tidak akan sepi dari Rasul yang hidup Ruhani dan jasadnya, sedang dialah pusatnya (kegiatan) alam insani untuk menuju hakikat dan makrifat billah.” (Yawaqit juz II: hal 80).

Beliau juga menegaskan lagi:

المُرِيْدُ ِإذَا مَاتَ شَيْخُهُ وَجَبَ عَلَيْهِ اِتِّخَاذُ شَيْخٍ أَخَرَ يُرَبِّيْهِ

Murid, ketika Syeh (guru rohani)-nya meninggal, wajib baginya mengambil (mencari) Syeh Pengganti untuk membimbingnya.

Syeh Abu Yazid Basthami Ra berfatwa :

مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ أُسْتَاذٌ فَإِمَامُهُ الشَيْطَانُ. وَقَالُوا : مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ الشَيْطَانُ

Barang siapa tidak memiliki guru ruhani, maka setanlah imamnya.

Dari sini jelas dan tegas bila Ghauts meninggal, Allah SWT akan mengangkat Ghauts yang lain.

Para pengamal Sholawat Wahidiyah dahulu sebelum meninggal Ghautsnya beliau Mualif Sholawat Wahidiyah sendiri yaitu Mbah KH. Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA, sepeninggalan beliau Ghauts sebagai penerus dan penggantinya adalah Hadratul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA.

Dasarnya, banyak diantara pengamal yang di dawuhi oleh Mbah Yahi Mualif Shalawat Wahidiyah QS wa RA yang menyatakan bahwa Kanjeng Romo Yahi Abdul Latif Madjid Ra adalah pengganti Mbah Yahi Madjid Qs wa Ra (TERMASUK SALAH SEORANG YANG DIDAWUHI MBAH YAHI QS WA RA  ADALAH SAYA (Ahmad Dimyathi) PRIBADI, red.).

Antara lain remaja dari Ngawi dan Pak Masykur Sekdes Dadapan Gampengrejo melaui mimpi. Keduanya di dawuhi oleh Mbah Yahi Qs wa Ra dengan redaksi yang hampir sama, Kowe meluwo anakku Yahi  Abdul Latif, Pimpinan Umum. Iku sing ono Lillah Billahe. (Kamu ikut anakku Yahi Abdul Latif saja, Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah, itu yang ada Lillah Billahnya). Begitu dawuh Mbah Yahi QS wa RA kepada seorang remaja dari Ngawi.

Sedang untuk Pak Masykur Sekdes Dadapan, ketika dawuh Mbah Yahi Qs wa Ra sampai pada kata-kata Pimpinan Umum, Pak Masykur menangis sambil nida’ Yaa Sayyidi Yaa Ayyuhal Ghauts berulang-ulang sampai Mbah Yahi Qs wa Ra  menyuruhnya berhenti menangis, seraya beliau dawuh; wis-wis, saiki shalato makmumo kono.” (Sudah-sudah, sekarang kamu shalat dan makmum sana). Pada waktu itu yang menjadi Imam adalah Kanjeng  Romo Yahi Abdul Latif Madjid RA, badanya besar sekali tidak seperti biasanya.

Pengalaman sepiritual KH. Nur Syaifulloh asal Bululawang, Malang selama menunaikan Ibadah Haji bersama rombongan dan Beliau Kanjeng Romo Yahi R.A. Pada hari ke 4 di Madinah. Sekitar jam 4 menjelang Subuh, beliau KH. Nur Syaifulloh mujahadah dekat Raudhah (tempat mustajabah antara maqom Rasulullah dan mimbar di dalam Masjid Nabawi) Saat mujahadah tersebut, dalam keadaan sadar beliau melihat beliau Rosululloh SAW berdo’a yang artinya kurang lebih :

“Ya Allah, selamatkanlah orang-orang yang mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan yang mengakui yang menjadi Ghoutsu Hadzazaman”.  Setelah dawuh begitu beliau Pak KH. Nur Syaifulloh membaca “Huwa Ghoutsu Hadzazaman” kanjeng Nabi SAW memberikan isyaroh menunjuk pada beliau Kanjeng Romo Yahi Abdul Latif Madjid R.A. yang berarti isyarat itu merupakan ta’kid dari ‘ala man’.

Jadi yang dimaksud “ala man Huwa Ghoutsu Hadzazaman itu adalah Beliau Kanjeng Romo Yahi Abdul Latif Madjid R.A. Selesai itu beliau Pak KH. Nur Syaifulloh sadar seperti semula dalam keadaan Mujahadah.

Dan masih banyak pengamal lain yang di dawuhi Mbah Yahi dengan redaksi yang berbeda.

Apakah dawuh Mbah Yahi Qs wa Ra dalam mimpi itu Haq ?

Ya, Haq. Al ‘alamah As-Sufairi Al Halabi pengikut Madhzab Syafi’I RA mengatakan dalam Syarah bukhari :

”Sungguh sebagaimana syetan tidak mampu menyerupai Rasulullah SAW, begitu juga ia tidak mampu menyerupai Wali Kamil Mukammil (Al- Ghauts).” (Tanwirul Qulub: 520)

Apabila ada pengamal Wahidiyah yang tidak yakin bahwa Kanjeng Romo Yahi RA adalah Ghautsu Hadzaz Zaman Ra sebagai Penerus dan penggantinya Mbah Yahi Qs wa Ra, bagaimana metode untuk mengetahui Ghautsu Hadzaz zaman Ra ?

Mujahadah, Istikharahlah, Mujahadahlah  dengan membaca Al Fatihah 1000x, memperbanyak “Yaa Ayyuhal Ghautsu Salaamullah alaika robbi nii bi-idnillah wandur ilayya sayyidii binadhroh muushilatil lil hadlrotil ‘aliyah”
Dan memperbanyak ”Yaa Sayyidi Yaa Ayyuhal Ghauts 5000x.”

Di perbanyak tiap malam sampai ketemu dengan Ghautsu Hadzazzaman Ra, diniatkan selama 40 malam. Dengan catatan jangan sampai di setir oleh hawa nafsu, harus ikhlas dan niat akan mengikutinya. Sebab pada zaman Mbah Yahi QS wa RA ada orang yang bertanya pada beliau :

"Nuwun sewu Mbah Yahi, Sekarang ini apa sudah zaman Imam Mahdi apa belum ?”

 Mbah Yahi Qs wa Ra menjawab : "Belum, coba kamu mujahadah, istikharah, mujahadah  dengan membaca Al Fatihah 1000x.”

Lain hari orang tersebut sowan dan mengatakan: ”Nuwun sewu mBah Yahi, Saya ketemu Imam Mahdi, saya diberi tahu Imam Mahdi bahwa Ghautsnya sekarang Panjenengan Yahi.”

Tetapi sayang seribu sayang karena tujuanya hanya ingin tahu saja, setelah tahu hanya cukup tahu, tidak taslim, tidak nderek Mah Yahi QS wa RA, tidak menjadi Pengamal Wahidiyah.

Saran untuk Pengamal Wahidiyah ?

Di sarankan bagi pengamal Wahidiyah yang belum yakin atau tidak yakin, atau belum tahu bahwa beliau Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid Ra Pengasuh Perjuangan Wahidiyah sebagai Ghauts, agar mencari sampai ketemu, sebagaimana telah dituntunkan.

Sumber:
Majalah Aham edisi 17/Ramadhan 1419H/Desember 1998M.
Majalah Aham edisi 57/Muharram 1426H