Tuesday, April 26, 2016

Mbah KH. Mohammad Ma’roef Kedunglo dan Mbah KH. Abdul Karim Lirboyo pun IKUT BERPERAN AKTIF DALAM MEREBUT KEMERDEKAAN DAN MEMPERTAHANKANNYA

007.05.999 Mbah KH. Mohammad Ma’roef Ra Kedunglo Ikut Berperan Aktif dan Memprakarsai Berdirinya Masjid Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. 05.999 “KISAH DAN PETUAH” Mbah KH. Mohammad Ma’roef Kedunglo dan Mbah KH. Abdul Karim Lirboyo pun IKUT BERPERAN AKTIF DALAM MEREBUT KEMERDEKAAN DAN MEMPERTAHANKANNYA. Beliau berduapun sama-sama berteman akrab ketika sama-sama nyantri di Pondok Pesantren Bangkalan Madura yang diasuh oleh Mbah Yahi Kholil Ra, begitu juga Beliau berdua teman seangkatan Hadlrotusy-syeh Mbah KH. Hasim Asy’ari Pondok Pesantren Cukir Jombang Jawa Timur ketika mondok di Bangkalan. Kediri mendapat julukan “kota santri”, karena saking banyaknya pondok pesantren yang ada di daerah ini. Salah satu pondok pesantren yang terkenal dan terbesar adalah Pondok Pesantren Lirboyo. Berikut ini sekelumit sejarah Pondok Pesantren Lirboyo yang kini telah berusia satu abad lebih. Lirboyo adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mojoroto Kotamadya Kediri Jawa Timur. Di desa inilah telah berdiri hunian atau pondokan para santri yang dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Lirboyo. Berdiri pada tahun 1910 M. Diprakarsai oleh Kyai Sholeh, seorang yang Alim dari desa Banjarmelati dan dirintis oleh salah satu menantunya yang bernama KH. Abdul Karim Ra, seorang yang Alim berasal dari Magelang Jawa Tengah. Mbah KH. Mohammad Ma’roef Ra Ponpes Kedunglo pun juga sama2 menantunya Mbah KH.Sholeh Ra Banjarmelati Kediri dengan anak perempuannya yang pertama yang bernama Mbah Nyai Hj. Siti Hasanah. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo erat sekali hubungannya dengan awal mula KH.Abdul Karim menetap di Desa Lirboyo sekitar tahun 1910 M. setelah kelahiran putri pertama beliau yang bernama Hannah dari perkawinannya dengan Nyai Khodijah (Dlomroh), putri Kyai Sholeh Banjarmelati. Perpindahan KH. Abdul Karim ke desa Lirboyo dilatarbelakangi atas dorongan dari mertuanya sendiri yang pada waktu itu menjadi seorang da’i, karena Mbah Kyai Sholeh berharap dengan menetapnya KH. Abdul Karim di Lirboyo agama Islam lebih syi’ar dimana-mana. Disamping itu, juga atas permohonan kepala desa Lirboyo kepada Kyai Sholeh untuk berkenan menempatkan salah satu menantunya (Kyai Abdul Karim) di desa Lirboyo. Dengan hal ini diharapkan Lirboyo yang semula angker dan rawan kejahatan menjadi sebuah desa yang aman dan tentram. Betul juga, harapan kepala desa menjadi kenyataan. Konon ketika pertama kali kyai Abdul Karim menetap di Lirboyo, tanah tersebut diadzani, saat itu juga semalaman penduduk Lirboyo tidak bisa tidur karena perpindahan makhluk halus yang lari tunggang langgang Tiga puluh lima hari setelah menempati tanah tersebut, beliau mendirikan surau mungil nan sederhana. Santri Perdana dan Pondok Lama Adalah seorang bocah yang bernama Umar asal Madiun, ialah santri pertama yang menimba ilmu dari KH. Abdul Karim di Pondok Pesantren Lirboyo. Kedatangannya disambut baik oleh KH. Abdul Karim, karena kedatangan musafir itu untuk tholabul ilmi , menimba pengetahuan agama. Selama nyantri, Umar sangat ulet dan telaten. Ia benar-benar taat pada Kyai. Demikian jalan yang ditempuh Umar selama di Lirboyo. Selang beberapa waktu ada tiga santri menyusul jejak Umar. Mereka berasal dari Magelang, daerah asal KH. Abdul Karim. Masing-masing bernama Yusuf, Shomad Dan Sahil. Tidak lama kemudian datanglah dua orang santri bernam Syamsuddin dan Maulana, keduanya berasal dari Gurah Kediri. Seperti santri sebelumnya, kedatangan kedua santri ini bermaksud untuk mendalami ilmu agama dari KH. Abdul Karim. Akan tetapi baru dua hari saja mereka berdua menetap di Lirboyo, semua barang-barangnya ludes di sambar pencuri. Memang pada saat itu situasi Lirboyo belum sepenuhnya aman, di Lirboyo masih ada sisa-sisa perbuatan tangan-tangan kotor. Akhirnya mereka berdua mengurungkan niatnya untuk mencari ilmu. Mereka pulang ke kampung halamannya. Tahun demi tahun, Pondok Pesantren Lirboyo semakin dikenal oleh masyarakat luas dan semakin banyaklah santri yang berdatangan mengikuti santri-santri sebelumnya untuk bertholabul ilmi , maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dialami oleh Syamsuddin dan Maulana, dibentuklah satuan keamanan yang bertugas ronda keliling disekitar pondok. Berdirinya Masjid Pondok Pesantren Lirboyo Masjid merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dengan pondok pesantren, yang dianggap sebagai tempat ummat Islam mengadakan berbagai macam kegiatan keagamaan, sebagaimana praktek sholat berjama’ah dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, bukan merupakan hal yang aneh jika dimana ada pesantren disitu pula ada masjid, seperti yang dapat kita lihat di Pondok Pesantren Lirboyo. Asal mula berdirinya masjid di Pondok Lirboyo, karena Pondok Pesantren yang sudah berwujud nyata itu kian hari banyak santri yang berdatangan, sehingga dirasakan KH. Abdul Karim belum dianggap sempurna kalau ada masjidnya. Maka dua setengah tahun setelah berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo, tepatnya pada tahun 1913 M. timbullah gagasan dari KH. Abdul Karim untuk merintis mendirikan masjid di sekitar Pondok. Semula masjid itu amat sederhana sekali, tidak lebih dari dinding dan atap yang terbuat dari kayu. Namun setelah beberapa lama masjid itu digunakan, lambat laun bangunan itu mengalami kerapuhan. Bahkan suatu ketika bangunan itu hancur porak poranda ditiup angin beliung dengan kencang. Akhirnya KH. Muhammad yang tidak lain adalah kakak ipar KH. Abdul Karim sendiri mempunyai inisiatif untuk membangun kembali masjid yang telah rusak itu dengan bangunan yang lebih permanen. Jalan keluar yang ditempuh KH. Muhammad, beliau menemui KH. Abdul Karim guna meminta pertimbangan dan bermusyawarah. Tidak lama kemudian seraya KH. Abdul Karim mengutus H. Ya’qub yang tidak lain adik iparnya sendiri untuk sowan berkonsultasi dengan Mbah KH. Ma’ruf Ponpes Kedunglo Kediri mengenai langkah selanjutnya yang harus ditempuh dalam pelaksanaan pembangunan masjid tersebut.Dari pertemuan antara H. Ya’qub dengan KH. Ma’ruf Kedunglo itu membuahkan persetujuan, yaitu dana pembangunan masjid dimintakan dari sumbangan para dermawan dan hartawan. Usai pembangunan itu diselesaikan, peresmian dilakukan pada tanggal 15 Rabi’ul Awwal 1347 H. / 1928 M. Acara itu bertepatan dengan acara ngunduh mantu putri KH. Abdul Karim yang kedua , Salamah dengan KH. Manshur Paculgowang. Dalam tempo penggarapan yang tidak terlalu lama, masjid itu sudah berdiri tegak dan megah (pada masa itu) dengan mustakanya yang menjulang tinggi, dinding serta lantainya yang terbuat dari batu merah, gaya bangunannya yang bergaya klasik , yang merupakan gaya arsitektur Jawa kuno dengan gaya arsitektur negara Timur Tengah. Untuk mengenang kembali masa keemasan Islam pada abad pertengahan, maka atas prakarsa Mbah KH. Ma’ruf Kedunglo pintu yang semula hanya satu, ditambah lagi menjadi sembilan, mirip kejayaan daulat Fatimiyyah. Selang beberapa tahun setelah bangunan masjid itu berdiri, santri kian bertambah banyak. Maka sebagai akibatnya masjid yang semula dirasa longgar semakin terasa sempit. Kemudian diadakan perluasan dengan menambah serambi muka, yang sebagian besar dananya dipikul oleh H. Bisyri, dermawan dari Branggahan Kediri. Pembangunan ini dilakukan pada tahun sekitar 1984 M. Tidak sampai disitu, sekitar tahun 1994 M. ditambahkan bangunan serambi depan masjid. Dengan pembangunan ini diharapkan cukupnya tempat untuk berjama’ah para santri, akan tetapi kenyataan mengatakan lain, jama’ah para santri tetap saja membludak sehingga sebagian harus berjamaah tanpa menggunakan atap. Bahkan sampai kini bila berjama’ah sholat Jum’at banyak santri dan penduduk yang harus beralaskan aspal jalan umum. Untuk menjaga dan melestarikan amal jariyyah pendahulu serta menghargai dan melestarikan nilai ritual dan histories, sampai sekarang masjid itu tidak mengalami perobahan, hanya saja hampir tiap menjelang akhir tahun dinding-dindingnya dikapur dan sedikit ditambal sulam. PERAN PODOK PESANTREN LIRBOYO DAN KEDUNGLO DALAM MEREBUT KEMERDEKAAN DAN MEMPERTAHANKANNYA Pondok Pesantren Lirboyo, sejak zaman kolonial Belanda merupakan salah satu diantara sekian banyak pesantren yang ikut berjuang mengusir penjajah dari bumi nusantara tercinta. Hal ini dapat dibuktikan pada waktu tentara Jepang datang ke Indonesia untuk menjajah dengan dalih demi kemakmuran Asia Timur Raya. Ketika mereka mengundang para Ulama le Jakarta, maka KH. Abdul Karim selaku pengasuh Pondok Pesantren berkenan hadir bersama KH. Ma’ruf selaku pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo dan KH. Abu Bakar Bandar Kidul dengan dikawal oleh KH. Abdul Madjid Ma’ruf (MU’ALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH QS WA RA0. Ketika Jepang mengadakan latihan di Cibasura Bogor, Residen Kediri, R. Abd. Rahim Pratalikrama memohon kesediaannya KH. Mahrus Ali untuk berangkat sebagai utusan daerah Kediri. Berhubung beliu berlangan untuk hadir, maka diutuslah beberapa santri, antara Thohir Wijaya Blitar, Agus Masrur Lasem, Mahfudz Yogyakarta dan Ridlwan Anwar Kediri.Usai menghadiri pertemuan di Bogor, segala hal dan ihwal yang mereka ketahui di sana, segera disampaikan pada seluruh santri Lirboyo. Semua itu adalah merupakan satu usaha mngambil manfaat dalam rangka kerjasama dengan pemerintah Jepang. Akan tetapi dibalik itu ada maksud lain, yaitu sebagai persiapan Indonesia merdeka. Para utusan yang telah mendapat ilmu tentang kemiliteran, segera mengadakan latihan baris berbaris di Pondok Pesantren Lirboyo. Waktu itu sekitar tahun 1943-1944 M., yang mana di Kediri sudah dibentuk barisan Hizbullah dengan kepemimpinan KH. Zainal Arifin di tingkat pusatnya. Pada masa itu adalah merupakan masa-masa penuh harapan rakyat Indonesia untuk terlepas dari cengkraman penjajah dari kepemerintahan negara yang dikenal dengan negeri Sakura itu. Rakyat sudah muak dengan segala tindakan penjajah. Mereka sangat rindu damai dalam merdeka. Betul juga, beberapa hari sesudah Hirosima dan Nagasaki yang merupakan dua kota besar di Jepang kejatuhan bom tentara sekutu, Jepang pun menyerah tanpa syarat. Akhirnya Indonesia yang sudah lama menunggu kesempatan amas dan hari-hari bersejarah itu segera memproklamirkan kemerdekaannya, tepat pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945, kebahagiaan bangsa Indonesia termasuk santri Lirboyo dan Kedunglo tidak dapat terlukiskan lagi. MBAH YAHI MA’RUF BERJUANG DENGAN KEAMPUHAN DO’A NYA Sumbangsih Mbah Yahi Ma’roef kepada negara di zaman perjuangan mengusir penjajah amatlah besar. Hal ini beliau tunjukkan saat pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya meledak. Bersama Mayor Hizbullah Mahfud dan Kyai Hamzah (ayah Mbah Nyahi Shafiyah RA) beliau turut ke medan pertempuran walau berada di garis belakang sebagai tukang do’anya. Berkat do’a Mbah Ma’roef, tak jarang bom yang meledak berubah menjadi butiran-butiran kacang hijau. Sebagaimana pula diriwayatkan oleh murid-muridnya yang juga turut berperang, para tentara dan santri yang ikut berjuang kebal dengan berbagai senjata setelah diasmai oleh Mbah Ma’roef. Cara beliau mengisi kekebalan pasukan tergolong unik. Pertama setelah pasukan dibariskan, beliau menyuruh mereka agar minum air jeding di utara serambi Masjid. Selanjutnya beliau berdo’a yang diamini oleh pasukan pejuang. Di antara do’anya, “Allahumma salimna minal bom wal bunduq, wal bedil wal martil, wa uddada hayatina”. Do’a beliau yang kedengarannya nyeleneh ternyata sangat manjur. Terbukti pada semua tentara yang sudah beliau isi kebal aneka senjata. Konon Gus Nawawi dari Jombang ketika bertempur punggungnya terkena martil. Tapi beliau tidak apa-apa malah punggungnya ngecap martil sebesar ontong. Kyai Hamzah besannya sendiri yang juga mengikuti pertempuran di Surabaya. Kabarnya kaki –nya juga terkena bom tapi tidak apa-apa. Kyai Bisri Mustofa (ayah Kyai Mustofa Bisri) Rembang, di zaman itu pernah di kejar-kejar penjajah Jepang. Beliau kemudian lari ke Kedunglo minta perlindungan kepada Mbah Ma’roef. Kemudian Mbah Ma’roef mengijazahi sebuah do’a, setelah diamalkan beliau selamat dari incaran orang Jepang. Berkat jasa Kyai Kedunglo, beliaupun lalu mewasiatkan kepada anak cucunya agar terus mengamalkan do’a pemberian Mbah Ma’roef, doa tersebut oleh Kyai Bisri Musthafa diabadikan dalam buku terjemah Burdah. Itulah Mbah Ma’roef, memanfaatkan keampuhan do’anya dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Pelucutan Senjata Kompitai Dai Nippon Adalah Mayor Peta H. Mahfudz yang mula-mula menyampaikan berita gembira tentang kemerdekaan Indonesia itu kepada KH. Mahrus Ali, lalu diumumkan kepada seluruh santri dalam pertemuan diserambi masjid. Dalam pertemuan itu pula, para santri diajak melucuti senjata Kompitai Dai Nippon yang bermarkas di Kediri (markas itu kini dikenal dengan dengan Markas Brigif 16 Brawijaya Kodam Brawijaya) . Tepat pada jam 22.00 berangkatlah santri Lirboyo sebanyak 440 menuju ke tempat sasaran dibawah komando KH. Mahrus Ali, Mayor Mahfudz dan R. Abd. Rahim Pratalikromo. Sebelum penyerbuan dimulai, santri yang bernama Syafi’I Sulaiman yang pada waktu itu berusia 15 tahun menyusup ke dalam markas Dai Nippon yang dijaga ketat. Maksud tindakan itu adalah untuk mempelajari dan menaksir kekuatan lawan. Setelah penyelidikan dirasa sudah cukup, Syafi’i segera melapor kepada KH. Mahrus Ali dan Mayor Mahfudz. Saat-saat menegangkan itu berjalan hingga pukul 01.00 dini hari dan berakhir ketika Mayor Mahfudz menerima kunci gudang senjata dari komandan Jepang yang sebelumnya telah diadakan diplomasi panjang lebar. Dalam penyerbuan itu , kendati harus harus mengalami beberapa insiden dan bentrokan fisik, pada akhirnya penyerbuan itu sukses dengan gemilang. Walaupun kemerdekaan masih sangat “muda” namun Indonesia sudah berhak mengatur negaranya sendiri. Tidak dibenarkan jika ada fihak luar yang turut campur. Akan tetapi tidak bagi Indonesia pada waktu itu. Baru saja Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan, tiba-tiba ada sekutu yang di”bonceng” Belanda yang mengatasnamakan NICA, pada tanggal 16 September 1945 mendarat di Tanjung Priuk untuk menjajah kembali. Kemudian disusul tanggal 29 September 1945dengan pasukan dan peralatan perang yang lebih komplit. Karuan saja, kedatangan mereka disambut dengan pekik “merdeka atau mati”. Begitulah semboyan bangsa Indonesia. Termasuk para ulama yang waktu itu tergabung dalam dalam perhimpunan Nahdlatul Ulama (dulu HB NU), pada tanggal 21-22 Oktober 1945 memanggil para ulama NU yang ada di Jawa dan Madura untuk mengadakan pertemuan di kantor PB NU jalan Bubutan Surabaya. Tujuan pertemuan itu adalah membahas ulah Belanda yang hendak merampas kembali kemerdekaan Indonesia.Sebagai tokoh NU, KH. Mahrus Ali turut hadir dalam pertemuan itu. Dalam pertemuan itu para ulama mengeluarkan resolusi Perang Sabil. Perang melawan Belanda dan kaki tangannya hukumnya adalah wajib ain. Rupanya keputusan inilah yang menjadi motifasi para ulama dan santrinya untuk memanggul senjata ke medan laga, termasuk pesantren Lirboyo. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada tanggal 25 Oktober 1945, tentara sekutu yang dipimpin AWS Mallaby mendarat di Tanjung Perak Surabaya. Tindakan mereka semakin brutal,, pada tanggal 28 Oktober mereka mulai mengadakan gangguan-gangguan stabilitas, mereka merampas mobil, mencegat pemuda-pemuda Surabaya , merebut gedung yang sudah dikuasai Indonesia. Yang lebih menyakitkan, mereka menurunkan sang Merah Putih yang berkibar diatas hotel Yamato, dan digantinya dengan Merah Putih Biru. Pemuda Surabaya marah, terjadilah pertempuran selama tiga hari, 28,29,30 Oktober 1945, hingga terbunuhlah AWS Mallaby, Jendral andalan Inggris yang masih berusia 45 tahun. Dalam situasi demikian itu, Mayor Mahfudz datang ke Lirboyo menghadap KH. Mahrus Ali untuk memberikan kabar bahwa Surabaya geger. Seketika KH Mahrus Ali mengatakan bahwa kemerdekaan harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan. Kemudian KH. Mahrus Ali mengintruksikan kepada santri untuk berangkat perang ke Surabaya. Hal ini disampaikan lewat Agus Suyuthi. Maka dipilihlah santri-santri yang tangguh untuk dikirim ke Surabaya. Dengan mengendarai truk , para santri dibawah komando KH. Mahrus Ali berangkat ke Surabaya. Meskipun hanya bersenjatakan bambu runcing, mereka bersemangat berjihat menghadapi musuh. Santri yang dikirim waktu itu berjumlah sebanyak 97 santri dari Lirboyo dan Kedunglo. 5Batal Suka · · Promosikan · Bagikan Anda, Syaiful Cuman Wayang, Asingyu Loi, Arip Baban, dan 45 orang lainnya menyukai ini. Zamzamy Oud Bynazziek : KH.Mahrus ali Dan KH.Marzuki Dahlan berwasiat kpda sluruh santrinya, di larang ngamalaken sholawat wahidiyah… 20 Januari pukul 9:40 · Batal Suka · 1 Khatoed Mawoed : PERAAANG….! 20 Januari pukul 9:59 · Suka · 1 Ahmad Dimyathi : LAA ITU YANG MENJADI MASALAH… KYAI KOK NGELARANG MENGAMALKAN SHOLAWAT…..KYAI GAK BENER IKU….. SAYA TEGASKAN DISINI BAHWA MBAH KH. MARZUKI DAHLAN TIDAK MELARANG MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH. HANYA KH. MAHRUS SAJA YANG IRI DAN DENGKI…., MF SAYA AHMAD DIMYATHI , ADIK SAYA PAK IHSANUDDIN , SAUDARA2 SAYA PAK ZAINAL HAMAMI DLL.. SERTA AYAH SAYA PAK HAROEN ROSYID JUGA SANTRI DAN ALUMNI LIRBOYO, GURU SAYA MBAH YAHI KHOLIL BETIK NGAMPEL MOJOROTO KEDIRI, BELIAU GURU SENIOR KAMI DI PONPES LIRBOYO, BELIAU BIASA IKU NGAJI AL-HIKAM DI PONPES KEDUNGLO, BELIAU MASIH PERNAH MBAH SAYA. KETAHUILAH YANG MENULIS LEMBARAN SHOLAWAT WAHIDIYAH YG BEREDAR SAMPAI SEKARANG INI ADALAH GUS MAFTUH MENANTU MBAH KH. MARZUKI DAHLAN YANG HAFIDZ AL-QURAN ITU, BELIAU JUGA PENGAMAL SHOLAWAT WAHIDIYAH. SAYA SENDIRI WAKTU ITU YG SOWAN KE BELIAU GUS MAFTUH LIRBOYO TAHUN 1982 BULAN MEI TGL 02….TUK MOHON DITULISKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH YANG BARU, KARENA BELIAU JUGA SEORANG YG AHLI KHOT, TULISANNYA INDAH DAN BAGUS SEKALI. MF SAUDARAKU ZAZAMI YG BAIK HATINYA ANDA SANTRI LIRBOYO TAHUN BERAPA ….. MASIH KEMARIN SORE KALI…. SANTRI LIRBOYO YANG MENGAMLKAN SECARA SEMBUNYI BANYAK SEKALI SEJAK ZAMAN MBAH KH. MARZUKI DAHLAN…… 20 Januari pukul 10:14 · Telah disunting · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : oleh sebab itulah pda akhirnya mbh marzuki jg melarangnya, krn mbh mbh marzuki jg tw ada sbgian santri2nya yg ngamalkan scra diam2, tp efeknya santri2ne podo menying.. haha…. akhirnya mbh marzuki jg ikut melarangnya…. hehe… 20 Januari pukul 10:15 · Batal Suka · 1 Ahmad Dimyathi : OO IKU GAK BENER… BERITA SEPERTI ITU GAK BENER…. 20 Januari pukul 10:18 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : loooh…. saksi hidup msh ada lo… lek gak percoyo monggo sowano langsung gne mbah yai idris bin mbah marzuki…. 20 Januari pukul 10:21 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : pakq jg alumni lirboyo… 20 Januari pukul 10:21 · Suka Ahmad Dimyathi : DASAR DARI AL-QUR’AN DAN HADITSNYA MANA KOK BERANI-BERANINYA MELARANG MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH…..ITU GA ADA DASARNYA… CUMA CEMBURU SOSIAL, MASALAH PRIBADI DAN IRI HASUD AJA ITU….. ORANG SEMACAM KYAI MAHRUS ALI ITU PASTAS DISIKSA, DI JANTUR DI ALAM BARZAH SEPERTI JAMBU MENTE , DIA DIBAKAR DAN DISIKSA DENGAN SIKSAAN YG AMAT PEDIH SEKALI DI ALAM KUBURNYA…MERINTI-RINTIH KESAKITAN DAN MINTA MA’AF—..BANYAK PENGAMAL WAHIDIYAH YG DIBERI PENGALAN SEPIRITUAL KETIKA ZAMAN MBAH YAHI MU’ALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH QS WA RA MASIH SUGENG DULU….MEREKA PADA MELAPORKAN PERISTIWA ITU KE MBAH YAHI QS WA RA….TUM MEMINTAKAN MA’AF KYAI MAHRUS ALI KEPADA MBAH YAHI …KETIKA ITU…..GMN TANGGAPANNYA MBAH YAHI QS WA RA…???. INSYA ALLOH TAR KAN SY TULIS………………….???. Tnggapan Mbah Yahi Qs wa Ra ketika itu sbb. : “KALAU SAYA SECARA PRIBADI SUDAH SY MA’AFKAN, TAPI SAYA GAK MAU BERTANGGUNG JAWAB KEPADA MASYARAKAT LUAS TERUTAMA PARA SANTRINYA YANG MEREKA SESATKAN SEBAB MENGHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH ITU, HAL ITU BISA DIMA’AFKAN APABILA DIA (KYAI MAHRUS ALI) MAU MENDATANGI SATU PERSATU SANTRINYA DAN MASYARAKAT LUAS SECARA RUHANI DAN MENYATAKAN KEPADA MEREKA BAHWA SHOLAWAT WAHIDIYAH BOLEH KAMU AMALKAN DAN TIDAK HARAM SHOLAWAT WAHIDIYAH ITU”,….demikian tanggapan Mbah Yahi Qs wa Ra ketika itu….!!!. 20 Januari pukul 15:50 · Telah disunting · Suka Jaka Kelana : mbah kyai di tempatku juga alumni lirboyo, juga mengamalkan sholat wahidiyah…. 20 Januari pukul 10:54 · Batal Suka · 1 Ahmad Dimyathi : BETUL KANG JAKA… BANYAK ALUMNI PONPES LIRBOYO YANG MASYHUR ITU PADA MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH, HANYA MEREKA YG KENA HASUDTAN KYAI MAHRUS ALI AJA ITU…SEBGIAN AJA SANTRI LIRBOYO…. ITU SEBENARNYA MASALAH PRIBADI AJA SEMULA JUGA MASALAH POLITIK AJA….MAUNYA DULU DIMINTA OLEH K MAHRUS ALI SEMUA PENGAMAL WAHIDIYAH ITU MAU BERNAUNG DIBAWAH KEPEMIMPINANNYA SYURIYYAH NU JAWA TIMUR…, TAPI DENGAN MBAH YAHI QS WA RA DIJAWAB DENGAN HALUS DAN TEGAS, BAHWA WAHIDIYAH TIDAK KEMANA-MANA TAPI ADA DIMANA-MANA, BUKAN HANYA DI NU SAJA….YG MENGAMALKAN SW BOLEH SIAPA SAIA TANPA PANDANG BULU DAN GOLONGAN…BUKAN HANYA WARGA NU ATAU MUHAMMADIYYAH SAJA…BAHKAN NON MUSLIMPUN YG MAU BOLEH MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH….TTG MASALAH PRIBADI TAR KALAU PERLU SY TULIS SEJARAH NYA…..???. (Sejarahnya begini : Istri Kyai Makhrus Ali itu dulu dlm sejarah (bisa dibaca dlm biografinya Mbah Yahi Qs wa Ra) mau dijodohkan kepada Mbah Yahi Mu’allif Sholawat Wahidiyah Qs wa Ra, tapi Beliau Mbah Yahi MBOTEN KERSO (GAK MAU), waktu itu Pak Naib sudah datang…., para undangan dan Kyai2 sudah pada rawuh tuk menyaksikan pernikaahan saat itu dengan putrinya Mbah Yahi Abdul Manaf yang akhirnya mendapatkan jodoh dengan Kyai Makhrus itu. Ketika aqdun nikah dengan Mbah yahi berlangsung, Beliau Mbah Yahi bungkam seribu bahasa gak kerso jawab qobiltun-nikah…..dst… Maka pernikahan saat itu dibatalkan. La dari peristiwa itulah mungkin ada rasa sentimen pribadi antara K. Makhrus Ali dan istrinya dengan Beliau Mbah Yahi Qs wa Ra….Wallohu a’lam….). 20 Januari pukul 16:01 · Telah disunting · Suka · 2 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : sy prnh mimpi bertemu kh mahrus ali sy dipaksa ikut dia. tp alhamdulillah BELIAU KANJENG ROMO MBOTEN KERSO. 20 Januari pukul 11:59 · Batal Suka · 2 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : guru ngaji sy adl 0rg lirb0y0. memang smpai saat ini mreka msh gak suka ma SW. tp ahlul bait LIRBOYO sdh menerima bahkan 20 Januari pukul 12:05 · Suka · 1 Zamzamy Oud Bynazziek : yusuf@ mbebalikan fakta senengane…. 20 Januari pukul 12:09 · Suka Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : sdh s0wan ke KANJENG ROMO. sy menyaksikan sndiri. DAWUH BELIAU : BTUH WAKTU 40 TH BAGI LIRBOYO UNTUK SOWAN KE KEDUNGLO. 20 Januari pukul 12:09 · Batal Suka · 1 Zamzamy Oud Bynazziek : haha….. mimpi kaliiiiii…. 20 Januari pukul 12:11 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek dasar republik mimpi…. 20 Januari pukul 12:11 · Suka Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : zam zam@maksut sampean. 20 Januari pukul 12:12 · Suka Ahmad Dimyathi KANG YUSUF : YG BAIK..ANDA BENAR…PUTRA PUTRI LIRBOYO SUDAH PADA SOWAN KE KEDUNGLO…ALHAMDULILLAH SEKARANG INI SUDAH CAIR…AKRAB SEKALI HUBUNGANNYA..SANGAT HARMONIS…. HANYA ALUMNINYA AJA YANG GAK NGERTI DAN GAK MAU TAHU YANG MASIH KERAS HATINYA..LEBIH KERAS DARI BATU GOA… 20 Januari pukul 12:14 · Telah disunting · Suka · 2 Ahmad Dimyathi : MULAI SEJAK ZAMAN KH. IMAM YAHYA MAKHRUS DULU (BELIAU REKTOR KAMI KETIKA SY KULIAH DI TRIBAKTI KEDIRI – SY SI -NYA LULUSAN TRIBAKTI KEDIRI – SY BANGGA IAIT ASUHAN KYAI IMAM), BELIAU DAH AKRAB SEKALI DENGAN KANJENG ROMO KH. ABDUL LATIF MADJID RA, BELIAU KYAI IMAM KALAU MEMANGGIL BELIAU KANG MAS…., MEMANG KEDUA BELIAU MASIH BERSAUDARA DEKAT, SAMA2 CUCU DARI MBAH YAHI SHOLEH BANJAR MLATI KEDIRI, BAHKAN SUATU SAAT KYAI IMAM PERNAH PINJAM MOBIL MERCINYA KANJENG ROMO YAHI…..ITU REALITANYA YG GA BISA DIBANTAH…. 20 Januari pukul 12:22 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : trus hubungane opo ileh 20 Januari pukul 12:25 · Suka Ahmad Dimyathi HUBUNGANE SEBENARNYA SEKARANG INI GAK ADA MASALAH ANTARA PONPES LIRBOYO DAN PONPES KEDUNGO…MEMANG SATU KELUARGA DAN SATU SAUDARA….. ANDA AJA YANG GAK MAU TAHU…. 20 Januari pukul 12:27 · Suka Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : sy pngen nambahin pak yahi sjarah lirbyo. bnyakx santri lirb0y0 adl jasa mbh makruf. dlu bnyk santri yg daftar d kdunglo 20 Januari pukul 12:27 · Suka Ahmad Dimyathi : BETUL ITU…., DLM SEJARAH TERTULIS DENGAN TINTA EMAS….BAHWA MBAH KH. ABDUL KARIM DAWUH KEPADA PARA SANTRINYA TERMASUK AYAH SY PAK HAROEH ROSYID MURID DAN SANTRINYA KYAI SEPUH LIRBOYO…DAWUHNYA MBAH MANAF (PANGGILAN AKRABNYA MBAH KH. ABDUL KARIM) BEGINI : “WAHAI SANTRI2KU , KAMU SEKALIAN BELUM SAYA ANGGAP LULUS DISINI (DI LIRBOYO), SEBELUM KAMU SEKALIAN TABARRUKAN DAN MINTA DO’A RESTU KE MBAH KH. MOHAMMAD MA’RUF DI KEDUNGLO SANA”‘ 20 Januari pukul 12:33 · Telah disunting · Suka Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : di jman mbh makruf. beliau hnya menerima santri d kedunglo tdk kurang dri 40 0rg sj. jk lbh dialihkan k lirb0y0. 20 Januari pukul 12:32 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : yo wajar to…. ancene kdunglo kro lirboyo dr dlu familiy kug…. tp klo urusan wahidiyah hingga skrang lirboyo tetep haramkan sholawat wakidiyah 20 Januari pukul 12:33 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek yusuf…: percoyo.. tp iku byen, mergo tabarruk gne mbh makruf.. tp sak ki wes beda la… akehe santri lirboyo jaman sak ki msok yo mrgo jasane lathip…. mimpi kali ye… hahah 20 Januari pukul 12:38 · Telah disunting · Suka Ahmad Dimyathi : MENGHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH ALASANNYA APA..? GMN HUKUMNYA MENGHARAMKAN PERKARA YANG SEMESTINYA TIDAK HARAM….???. DALAM KITAB2 DITERANGKAN BAHWA MENGHARAMKAN SESUATU YANG SEMESTINYA TIDAK HARAM, SEPERTI CONTOH KYAI MAHRUS BERANI MENHHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH YANG SEMESTINYA HAQ TIDAK HARAM…, BISA JADI ORANG YG MENGHARAMKAN SEPERTI ITU HUKUMNYA MENJADI MURTAD ..NA’UUDZU BILLAH..TSUMMA NA’UUDZUBILLAH, DAN MATINYA BISA SU’UL KHOTIMAH SEPERTI SEJARAHNYA WALI BARSESO YANG MATINYA LIDAHNYA MELET/MENJULUR KELUAR SANGAT PANJANG SEKALI KARENA SU’UL KHOTIMAH GARA2 BERMUSUHAN DENGAN NABI MUSA AS DENGAN MENDOAKAN AGAR NABI MUSA TERSESAT KETIKA ITU, KARENA BUJUK RAYUAN SEORANG PEREMPUAN TUNA SUSILA ITU……!. 20 Januari pukul 16:10 · Telah disunting · Suka · 1 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : gak ada tulisan SANTRI LIRBOYO DIHARAMKAN MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH di temb0k LIRBOYO. ay0 JAWAB ?? 20 Januari pukul 12:55 · Telah disunting · Suka Ahmad Dimyathi : MF SAYA MASIH DRURRIYYAH BANJAR MLATI JUGA, MBAH SY KH. MISBAHUL MUNIR PONPES KEDUNGSENTUL MOJOROTO KEDIRI (DLM KISAH TERMASUK SALAH SEORANG PRAJURITNYA PANGERAN DIPONEGORO, YG GAGAH BERANI DAN ALLIM) MASIH MENANTUNYA MBAH YAHI WARDOYO BANJARMLATI KEDIRI, KAKEK BUYUT SAYA MBAH KH. MAHMUL (ADIK MBAH BUYUT SY MBAH ALIYYAH) KEDUNGSENTUL MOJOROTO KEDIRI MASIH MENANTUNYA MBAH YAHI MA’ROEF RA KEDUNGLO DENGAN PUTRINYA YANG BERNAMA MBAH NYAI SITI AMINAH ( MBAK YUNYA MBAH YAHI MU’ALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH QS WA RA), AYAH IBU SAYA JADI PENGANTIN YG NGIJABI DAN MENDOAKAN BELIAU MBAH YAHI MA’ROF RA, JUGA IKUT HADIR WAKTU ITU MBAH YAHI ABDUL KARIM DAN MBAH YAHI ABU BAKAR BANDAR KIDUL KEDIRI (SATU DOKAR KETIGA SERANGKAI KYAHI BESAR TSB). KAMI GA RELA SEBAGAI ANAK KETURUNANNYA MBAH WARDOYO BANJARMLATI, BELIAU-2 SBG CUCU2NYA MBAH KH/ SHOLEH BANJARLATI ANTAR KEDUNGLO DAN LIRBOYO TIDAK RUKUN DAN HARMONIS, GARA2 ADA SEORANG KYAI SEPERTI K. MAHRUS ALI YG GAK BENER DAN NGAWUR ITU BERANI-BERANINYA MENGHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH…..? 20 Januari pukul 16:49 · Telah disunting · Suka · 1Zamzamy Oud Bynazziek : pamer nasab ki critane… hehe 20 Januari pukul 12:56 · SukaAhmad Dimyathi : GA PAMER KANG ZAMZAM YG BAIK….SEMATA-MATA IKHLAS DAN TAHADDUS BINNIKMAH…AMIIN… TERSERAH ANDA MENILAI….ITU HAK ANDA…HANYA ALLOH YANG MAHA TAHU 20 Januari pukul 12:58 · Suka · 1 Zamzamy Oud Bynazziek : injiiiiih gus yahi dimyati RA. wa QS.. hehe 20 Januari pukul 13:02 · Suka Sigit Aryanto : Pembuat alat musik biasanya suaranya jelek..(fals) kok malah mengarang beberapa lagu .juga gak payu kadang kena lempar spatu.. 20 Januari pukul 13:27 · Batal Suka · 1 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : zamzam@sakkarepmu. pak yahi sdh jngan diteruskan percuma. muride mahrus ali yo ngunu kuwi. g knek dikandani. 20 Januari pukul 13:29 · Batal Suka · 1 Sigit Aryanto Pun : PAK DIM .!.oknum ZMZ yg tadi seperti nya bukan orang biasa ..spertinya ahli memancing tapi mbok jangan dikolam tetangga…kapan2 diaturi mancing ten Samudra .. 20 Januari pukul 14:35 · Batal Suka · 1 Ahmad Dimyathi : gpp kang Sigit yg dirahmati Alloh SWT, sy anggap sdrku zamzami kawan setia sy dlm perjuangan Wahidiyah, penyiar dan pembina Wahidiyah yg bergaya kontras (fatwa amanat Mbah Yahi Qs wa Ra), dengan adanya komentar dia yg miring terhadap Wahidiyah semoga sy bisa manfaatkan tuk menjelaskan duduk permasalahan yg sebenarnya seperti apa, sehingga mereka yg belum faham diharapkan mau mengerti dan faham…, sehingga mereka pada mau mengamalkan Sholawat Wahidiyah…utamanya mereka para alumni ponpes Lirboyo kdr… walaupun misalnya tidak bermanfaat buat sdr kita zamzami ini yg dah terlanjur ada rasa gak senang, iri dan hasud….., tapi sy berkhusnudhon semoga tidak seperti itu….semoga….. Amiin… 20 Januari pukul 15:40 · Telah disunting · Suka · 3 Ambarawa Setiawan: paling nek di kon tirakat yow wegah kok ribut nang kene tow mas,yow sak iki guruku yo guruku gurumu yo gurumu 21 Januari pukul 4:41 · Batal Suka · 1 Ahmad Dimyathi GAK RIBUT KOK MAS…CUMAN DISKUSI/NGOBROL BAE KOK…SEMOGA ADA MANFAATNYA TUK KITA SEMUANYA……AMIIN… 21 Januari pukul 5:55 · Suka Ahmad Dimyathi :SAYYIDII YAA ROSUULALLOH .! GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN ! http://youtu.be/nvo3-uEBDz0 youtu.be 21 Januari pukul 5:57 · Suka · Hapus Pratinjau Ahmad Dimyathi : DALAM SAMBUTAN GUS DUR TERSEBUT, BELIAU MENDAWUHKAN : “DULU ADA SEORANG KYAI GAK JAUH DARI SINI (KEDUNGLO) YANG MENYESATKAN (MENGHARAMKAN) SHOLAWAT WAHIDIYAH…….yang dimaksud Gus Dur dalam sambutannya tersebut tidak lain adalah KH. Mahrus Ali Lirboyo….. SELANJUTNYA KATA GUS DUR : “KALAU DIA BERANI MENGATAKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH ITU SESAT KITA HARUS BERANI MENGATAKAN KAMU SENDIRI YANG SEBENARNYA SESAT DAN MENYESATKAN. MEREKA MENGATAKAN SESAT ITU KARENA KETIDAK TAHUANNYA (karena kebodohannya)……..dst….”. 21 Januari pukul 6:04 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : hahaha… brati ahmdiyah yo ora sesat ya… mirza ghulam yo ora sesat ya….. haha.. pancen hebat gus dur…. haha 21 Januari pukul 6:39 · Telah disunting · Batal Suka · 1 Zamzamy Oud Bynazziek : gus dur maneh2….. hehe… jangankan wahidiyah, ahmadiyah aja seng jelas sesat menyesatkan aja di bela kog kro ROMO YAHI GUS DUR RA. WA QS….. HAHA 21 Januari pukul 6:42 · Batal Suka · 1 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : kon dhewe berarti sesat haha… 21 Januari pukul 7:55 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : hahahahah…. sesama sesat mari qt saling menyesatkan…. wkwkwk 21 Januari pukul 7:57 · Suka Yusyuf Aremania Itajes : Ongisiras kita ?? lo aj kali… 21 Januari pukul 8:11 · Suka Posted by AHMAD DIMYATHI, S. Ag at 6:40 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest 4 comments: abdimanFebruary 19, 2016 at 5:30 PM pak dimyathi, sampeyan bukan anak cucu/keturunan kyai ma’roef. mbok jangan ngaku2, hati-hatilah dari bahaya dusta. ibu sampeyan, bu nap adalah keponakan kyai mahmul(menantu kyai ma’roef). jadi jelas, sampeyan bukan cucu/anak keturunan kyai ma’roef. cara sampeyan terus terang membuat keluarga kami tidak nyaman. silakan bela kedung lo, tapi jangan mengecam / bersikap tidak sopan kepada ulama/kyai lain, apalagi di ruang publik macam ini. nasab itu bukan untuk dibanggakan. sampeyan harus ingat, bahkan Kan’an pun tidak bisa menggunakan nasab berpihak padanya. jazaakumullah Reply muhammad sifaulumamJune 10, 2016 at 3:23 PM smoga kita slalu dlm lindungan Allohm dpt syafaat tarbiyah Rasululloh saw, nadzroh ghoutsu hadzaz zamaan ra, slmet lan bejo ndunyo akhirot ….. Wa’tashimuu bihablillaahi jamii’an wala tafarroquuuu …. Reply muhammad sifaulumamJune 10, 2016 at 3:24 PM smoga kita slalu dlm lindungan Allohm dpt syafaat tarbiyah Rasululloh saw, nadzroh ghoutsu hadzaz zamaan ra, slmet lan bejo ndunyo akhirot ….. Wa’tashimuu bihablillaahi jamii’an wala tafarroquuuu …. Reply Catatan KecilNovember 17, 2016 at 3:26 PM KOMENTAR : abdimanFebruary 19, 2016 at 5:30 PM pak dimyathi, sampeyan bukan anak cucu/keturunan kyai ma’roef. mbok jangan ngaku2, hati-hatilah dari bahaya dusta. ibu sampeyan, bu nap adalah keponakan kyai mahmul(menantu kyai ma’roef). jadi jelas, sampeyan bukan cucu/anak keturunan kyai ma’roef. cara sampeyan terus terang membuat keluarga kami tidak nyaman. silakan bela kedung lo, tapi jangan mengecam / bersikap tidak sopan kepada ulama/kyai lain, apalagi di ruang publik macam ini. nasab itu bukan untuk dibanggakan. sampeyan harus ingat, bahkan Kan’an pun tidak bisa menggunakan nasab berpihak padanya. jazaakumullah….. JAWAB : Tolong baca dengn teliti Komentar sy : MF SAYA MASIH DRURRIYYAH BANJAR MLATI JUGA, MBAH SY KH. MISBAHUL MUNIR PONPES KEDUNGSENTUL MOJOROTO KEDIRI (DLM KISAH TERMASUK SALAH SEORANG PRAJURITNYA PANGERAN DIPONEGORO, YG GAGAH BERANI DAN ALLIM) MASIH MENANTUNYA MBAH YAHI WARDOYO BANJARMLATI KEDIRI, KAKEK BUYUT SAYA MBAH KH. MAHMUL (ADIK MBAH BUYUT SY MBAH ALIYYAH) KEDUNGSENTUL MOJOROTO KEDIRI MASIH MENANTUNYA MBAH YAHI MA’ROEF RA KEDUNGLO DENGAN PUTRINYA YANG BERNAMA MBAH NYAI SITI AMINAH ( MBAK YUNYA MBAH YAHI MU’ALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH QS WA RA), AYAH IBU SAYA JADI PENGANTIN YG NGIJABI DAN MENDOAKAN BELIAU MBAH YAHI MA’ROF RA, JUGA IKUT HADIR WAKTU ITU MBAH YAHI ABDUL KARIM DAN MBAH YAHI ABU BAKAR BANDAR KIDUL KEDIRI (SATU DOKAR KETIGA SERANGKAI KYAHI BESAR TSB). KAMI GA RELA SEBAGAI ANAK KETURUNANNYA MBAH WARDOYO BANJARMLATI, BELIAU-2 SBG CUCU2NYA MBAH KH/ SHOLEH BANJARLATI ANTAR KEDUNGLO DAN LIRBOYO TIDAK RUKUN DAN HARMONIS, GARA2 ADA SEORANG KYAI SEPERTI K. MAHRUS ALI YG GAK BENER DAN NGAWUR ITU BERANI-BERANINYA MENGHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH…..? (Ket. Sy bukan dzzurriyyah Mbah KH. Moh. Ma’ruf Kedunglo, melainkan dzurriyyah Mbah Yahi Wardoyo Banjarmlati Mojoroto Keiri).

Bakorpakem Tebing Minta Pertemuan Akbar Wahidiyah Dibatalkan

[22:34, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: Fafirruu Ilalloh   -  Larilah kembali kepada Alloh !
Catatan Kecil : 668 - KISAH DAN PETUAH INSPIRATIF, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

Bakorpakem Tebing Minta Pertemuan Akbar Wahidiyah Dibatalkan

By: adminOn: 25-02-2016 - 12:25
PrevNext

Bakorpakem Tebing Minta Pertemuan Akbar Wahidiyah Dibatalkan
Tebing Tinggi, Batak Today –

Rencana pertemuan akbar aliran ajaran Mujahadah Nispusanah atau Wahidiyah yang akan digelar di  Lapangan Merdeka Tebing Tinggi tanggal 27 Februari 2016 mendatang, memicu polemik di kalangan masyarakat Kota Tebing Tinggi. Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kota Tebing Tinggi setelah menggelar rapat, Rabu (24/2/2016), akhirnya meminta  agar pihak ulama membatalkan pertemuan tersebut, dan merekomendasikan kepada Walikota serta Kapolres Tebing Tinggi untuk tidak menerima audiensi Wahidiyah.

Rapat yang dipimpin Ketua Bakorpakem  H Fajar Rudy Manurung yang juga menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebing Tinggi, dihadiri Kakan Kesbangpol Linmas Amas Muda, Kakan Kemenag HM Hasbie, Ketua MUI H Ahmad Dalil Harahap, Ketua FKUB Abu Hasyim Siregar, Danramil Tebingtinggi Kapten Inf Salehan, Pasi Intel Kodim 0204 DS, Kasi Intel Kejaksaan, Kabag Hukum Pemko serta camat se Kota Tebing Tinggi.

Ketua MUI Tebingtinggi H Ahmad Dalil Harahap mengatakan, atas keberadaan ajaran Wahidiyah di Kota Tebingtinggi, MUI Kota Tebingtinggi telah meminta fatwa kepada MUI Sumut. Namun sampai saat ini MUI Sumut belum mengeluarkan fatwa, karena MUI Sumut masih disibukkan dengan proses penyusunan kepengurusan.

“Informasinya masih dalam proses”, terang Ahmad Dalil.

Akhirnya dengan menggunakan referensi keputusan MUI Tasikmalaya yang menyatakan ajaran Wahidiyah telah menyimpang dari ajaran Qur’an dan Hadist, rapat memutuskan untuk menyampaikan rekomendasi kepada Walikota dan Kapolres agar tidak menerima audiensi Wahidiyah, sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan tanggal 27 Pebruari 2015 itu tidak jadi dilaksanakan di Kota Tebingtinggi.

Selain itu rapat memutuskan, menunggu turunnya Fatwa MUI Sumut, kegiatan yang dilaksanakan oleh Aliran Wahidiyah tetap akan di pantau, dan kepada Ustadz yang sudah bergabung dengan Wahidiyah agar diberikan pembinaan oleh MUI Tebingtinggi dan Kemenag Kota Tebingtinggi.

Alirah Wahidiyah dianggap menyimpang karena ‘Ghauts Hadza Zaman’ mempunyai kewenangan Jallab dan Sallab (menanamkan dan mencabut iman seseorang), mendoktrin umat untuk meyakini mualip sholawat Wahidiyah yang bernama Mbah H Abdul Majid RA sebagai Ghauts Hadza Zaman. Bahwa kalau tidak ada Ghauts Hadza Zaman (Mbah H Abdul Majid-red), maka Allah akan menghancurkan dunia sekarang. Mbah H Abdul Majid dianggap sebagai juru selamat bagi umat zaman sekarang.(iss)

Foto: Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kota Tebing Tinggi menggelar rapat untuk menyikapi rencana pertemuan akbar Wahidiyah, Rabu (24/2/2016). (bataktoday/iss)

=========

KOMENTAR :

Sarkub Al Faqiir · Works at Pendidikan
hehe yg berhak memutuskan MUI pusat..padahal fatwa mui tasik sudah di ralat..lama....aneh khan bisa di cek dikemenkumham...kep.mui cianjur wahidiyah tidak sesat...aneh kan klo bukan pusat yg memutuskan..silakan tabayun jangan kepentingan pribadi
Unlike · Reply · 1 · 4 hrs

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
FAFIRRUU ILALLOH - LARILAH KEMBALI KEPADA ALLOH !.
Like · Reply · 4 hrs

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
KLIK : https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/392870764192570/
Like · Reply · 4 hrs

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
FAFIRRUU ILALLOH WA ROSUULIHI SAW !
SANGGAHAN, JAWABAN DAN PENJELASAN TERHADAP
SURAT KEPUTUSAN MAJLIS ULAMA INDONESIA KOTA TASIKMALAYA
Nomor : 25 / Kep./MUI – Kota – Tsm / VI / 2005

Pendahuluan

الحَـمـــــدُ للهِ الـذي اَ تَـا نـَــــــا بِالوَاحـِـــــدِيـَـةِ بِـفَـضــــلِ رَبِـنَـا
الحَـمــدُ لله ِالصَـلاةُ والسَــــــــلامُ عَـلـَــيكَ وَالال أيـَا خـَــيرَالانــَـا مِ
رَبٌ كَرِيـمٌ وَانتَ ذُو خُلـُق ٍعَظِيــم فاِشفَع لنا فاشفَع لنا عــِندَالكـَرِيـم
يَأ َ يـّهَا الغـَـــــوثُ سَــــــلامُ ا لله عَلــَــيــكَ رَبــــِّـــــــنــِي بِاذن ِالله
وَانـظــُــر الَيَ سـَـــيِّدي بنـَظـــرَةٍ مُو...See More
Like · Reply · 4 hrs

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
SAYYIDII YAA ROSUULALLOH .!

GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN !

http://youtu.be/nvo3-uEBDz0
youtu.be
Like · Reply · 4 hrs

Facebook Comments Plugin

-----------

Vary Regar
17/11/2015 16:16
Vary Regar
Assalamualaikum pk yaii...
Mohin ijin bertanyak?
Ada teman saya bertanyak tentang wahidiyah..
Dan ini fatwa muinya...yg di kirim kan nya..
Menurut saya ini kan fatwa mui ygdi tasik malaya..
Mohon pnjelasan nya pk yaii...
Mohin ma'af..seblom nya..trimakasih....
Mungkin dia kirim yg ini..ja ya pk ngk kirim balasan atau jawabnyaa....dari pihak wahidiyah..

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 16:24
Ahmad Dimyathi
WA'ALAIKUM  SALAM WR. WB.  SIAPA NAMA TEMAN ANDA TSB DMN BERDOMISILI,  UDAH PENGAMAL APA BELOM TEMAN ANDA TSB..., INSYA ALLOH TAR SY JELASKAN.... MKSIH JAZAA KUMULLOH.. AMIIN..

Vary Regar
17/11/2015 17:00
Vary Regar
Teman di tbing pk yaii..dan dia ustat juga..
Ya blom.pngamal pk yaii...
Oh iya.bisa kita atasin kok pk yaii..
Krna di tbing kita uda audensi ke kesbang limas.Mui.depag....
Maksih pk yaii....
Uda berbagi..salam ferjuangan daritbing tinggi  sumtra utara...

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 17:03
Ahmad Dimyathi
BAIK.. MKSIH JAZAA KUMULLOH..AMIIN..

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 19:30
Ahmad Dimyathi
FAFIRRUU  ILALLOH  -  LARILAH KEMBALI KEPADA ALLOH  !
WAHIDIYAH BUKAN ALIRAN SESAT
KEPUTUSAN MUI PUSAT, DI HADIRI BUPATI KAB. CIANJUR DAN KAMENAG.

Oleh : Muhammad Arif - SUBHAN, S.Pd (K. SUBHAN KHOTIB) for DPD RI
Dari Ki Ageng Smile Donk

Penanganan aliran sesat hasil SEMINAR DI GEDUNG KEMENAG KAB. CIANJUR TG 16 APRIL 2015 tentang pengkajian dan dialog tabayun bersama MUI Kab. Cianjur dan Kasat Intel Polres cianjur, LPKPU LEMBAGA PENGKAJIAN KEAGAMAAN PEMERADAYAAN UMAT dan unsur Muspika
BAHWA WAHIDIYAH BUKAN ALIRAN SESAT
KEPUTUSAN MUI PUSAT, DI HADIRI BUPATI KAB. CIANJUR DAN KAMENAG.

Yg sudah DIPUTUSKAN SESAT hanya sebelas :

1. Al Qiyadah
2. Pajajaran Siliwangi
3. Sepilis
4. Ahmadiyah
5. Mahesa kurung
6. Salamulah
7. Satrio Piningit
8. Islam jamaah
9. Syi'ah
10. Darul Arqom
11. Inkar Sunnah

Hari senin, 16 April. 2015, semua MUI kabupaten, kecamatan, dan Ormas Islam, KUA dan anggota Kemenag se- Kabupaten Cianjur, Polres, Bupati Cianjur mengundang narasumber MUI Pusat dan MUI Provinsi untuk menjelaskan aliran-aliran sesat ... Pada kesimpulannya yang tidak termasuk dalam sebelas kategori adalah tidak sesat.

ATURAN MUI untuk memutuskan aliran sesat :

1. Harus ada laporan masyarakat.
2. Ada pengkajian MUI setempat
3. Proses dialog, tabayun bersama unsur Muspika, Camat Kapolsek, Danramil.

Jika belum bisa ditangani, di pasrahkan ke Komisi Fatwa Kabupaten untuk di kaji dan di dalami oleh LPKPU, dan DI SIDANGKAN DENGAN MUI FATWA KABUPATEN.

Saat ada pertemuan saya duduk di kursi paling depan, insyaalloh dimana ada isu wahidiyah di sesatkan saya siap menghadapi kapan pun dan dimanapun....

(oleh Anggota Komisi Fatwa MUI Kab. Cianjur dan Ketua PW Kab. Cianjur)
Komentari :

Amar Maulana Wahidiyah, Muhammad Arif, Al Amin dan 14 lainnya menyukai ini.

Muhammad Arif : Mantab P.Yan... iki sing dibutuhne masyarakat sing jik peteng
8 jam · Suka

Al Amin : Semoga dapat dijadikan referensi untuk menganulir Fatwa MUI Tasikmalaya yang dikeluarkan pada 2007 silam.
8 jam · Telah disunting · Suka · 1

Ki Ageng Smile Donk : Cianjur Tasik tetang bang Al Amin, mgkn bisa di kondisikan oleh pak PW nya nanti
8 jam · Suka · 1

Bintang Putera Sedayu : Di shared yo
8 jam · Suka

Ki Ageng Smile Donk : Monggo, sangat di anjurkan demi kemaslahatan umat
8 jam · Suka · 1

Al Amin : Ya setidaknya dari hasil tabayun itu dijadikan pertimbangan MUI Pusat untuk mengeluarkan rekomendasi kepada MUI Tasikmalaya untuk mencabut Fatwa yang ditudingkan kepada Wahidiyah. Padahal, menurut sejumlah Ketua MUI Pusat pada Rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta 2007 lalu, MUI daerah tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan fatwa, kecuali merekomendasikannya ke MUI Pusat. Tapi, kenyataannya Fatwa MUI Tasikmalaya itu dijadikan alasan untuk menghambat acara Wahidiyah di beberapa daerah di Jawa Barat.
8 jam · Telah disunting · Suka · 1

Ki Ageng Smile Donk : Biasalah bang, ada fulus maka akan mulus2 saja, hehehe... Kesimpulanya, pada prinsipnya kita (Pengamal Wahidiyah) ada digaris yg benar, krn hny persoalan tehnis saja, karena jg mereka MUI yg paham dlm hal ini tdk akan bergerak krn tiada fulus, makanya mereka nyantai...
7 jam · Suka · 1

Al Amin : Untuk kemaslahatan yang jauh lebih besar hal itu perlu diurus, meski harus keluar fulus.
7 jam · Suka — bersama Toni Wilianto, Dhafid Wahyudicky Candra, Ulul Em, dan 38 lainnya.

Batal Suka · Komentari · Matikan Pemberitahuan · Bagikan · Sunting · 4 Juni ·

Anda, Bayi Merangkak, Joko Langlang Buana, Cindy Oktarena Arinta, dan 142 orang lainnya menyukai ini.
6 berbagi

Komentar

Ibrahim Margolang
Ibrahim Margolang YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH
Foto Ibrahim Margolang.
Batal Suka · Balas · 4 · 4 Juni pukul 0:45

Hamzah Aham
Hamzah Aham Yang menyesat kan ajaran wahidiyah yang hari baca syahadat lagi,karena dalam al qur'an d sebut kan barang siapa yg menyesatkn satu golongan sementara golongan itu tidak sesat maka ke sesatan itu berbalik kepada yang menyesatkn nya...yaa sayidii yaa rosulalooh...
Batal Suka · Balas · 6 · 4 Juni pukul 0:50

Abd Kholik
Abd Kholik Alhamdulillah sekarang tinggal qta,memperjuangkan kesadaran fafirruu ilalloh dan mengenalkan wahidiyyah pd umat masyarakat jami'al alamin smoga kita sentiasa mendapatkan mendapatkan jangkungan do'a restu barokah,Nadroh hadrotul kirom kanjeng romo kyai haji Abdul Latief Majid r.a.
Batal Suka · Balas · 4 · 4 Juni pukul 1:06

Bayi Merangkak membalas · 1 balasan

Arif Abdullah Firdaus
Arif Abdullah Firdaus Alhamdulillah,.semoga Alloh menganugerahkan hidayah kepadaku, dan Kanjeng Rosul mencintaiku..saya dulu mantan mahesa kurung bogor, yg mencetak anggotanya memiliki kesaktian linuwih, tahan bacok, tahan api dll, dengan khodam tertentu, saya masuk dijajaran para guru..saya dipecat dari mahesa kurung, karena diaggap tidak patuh dan melawan..Ya Sayyidi Ya Rosululloh
Batal Suka · Balas · 3 · 4 Juni pukul 2:28

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi Ahmad Dimyathi S Ag, Doel Ko Ang, Arif Abdullah Firdaus, Umi Arsy, dan 10 orang lainnya menyukai ini.
Daud Cilamaya Yaa saayyidi yaa Rosullalloh...
11 jam · Suka · 1
Umi Arsy Yaa Sayyidii Yaa RasuulAlloh
Yaa Sayyidii Yaa Ayyuhal Ghouts
Fafirruu Ilallah
Alfatihah
Alhamdulillah
10 jam · Suka

Nur Sis Sbner x yg bilang ...Sezat ...sezat...itu cuma pihaq2 yg ...Ngirii dengkii azaa ...dia meriang badanx kl lihat kmazuan2 Wahidiyah yg bgichu Ppeezzaaat....
Dlm Tempo Zinkkat pula just need time...52 th sdh se Bezzarr ini....Alhamdullillah
9 jam · Suka

Sulhan Idris Selama yang mengatakan sesat itu manusia, kelompok atau golongan tertentu, pengamal dak kaget. Justru bertambah teguh dan semangat. Kecuali orang yang pura pura menjadi ummat Rosululloh. Pura pura jadi ulama, pura pura jadi kyai. Tentu saja menolak kehadiran Rosululloh. Dak usah jauh jauh, kita sendiri sering tersesat ketika dihindari Rosululloh. Terutama saya.

Jadi yang sesat bukan Wahidiyahnya. Tapi orangnya.
Alhamdulillah, semakin tampak kelompok yang disebut sesat. Semakin jelas tugas perjuangan.tapi pengamal dilarang ikut ikutan mengatakan suatu kelompok itu sesat. Sebab pembebasan syirik itu tugas jiwa per jiwa. Jika diberi lebih, itu pemberian yang istimewa yang wajib disyukuri.
7 jam · Suka

Suka · Balas · 4 · 4 Juni pukul 2:31

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi FAFIRRUU ILALLOH WA ROSUULIHI SAW !

SANGGAHAN, JAWABAN DAN PENJELASAN TERHADAP
SURAT KEPUTUSAN MAJLIS ULAMA INDONESIA KOTA TASIKMALAYA
Nomor : 25 / Kep./MUI – Kota – Tsm / VI / 2005

Pendahuluan

الحَـمـــــدُ للهِ الـذي اَ تَـا نـَــــــا بِالوَاحـِـــــدِيـَـةِ بِـفَـضــــلِ رَبِـنَـا
الحَـمــدُ لله ِالصَـلاةُ والسَــــــــلامُ عَـلـَــيكَ وَالال أيـَا خـَــيرَالانــَـا مِ
رَبٌ كَرِيـمٌ وَانتَ ذُو خُلـُق ٍعَظِيــم فاِشفَع لنا فاشفَع لنا عــِندَالكـَرِيـم
يَأ َ يـّهَا الغـَـــــوثُ سَــــــلامُ ا لله عَلــَــيــكَ رَبــــِّـــــــنــِي بِاذن ِالله
وَانـظــُــر الَيَ سـَـــيِّدي بنـَظـــرَةٍ مُوصِــلَةٍ لِلحـَضـــــرَة العـَلِـيــَـــةِ
اما بـعـد

Surat sanggahan , jawaban dan penjelasan ini kami buat untuk menanggapi dan menjelaskan surat keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya tertanggal 21 Jumadal Ula 1426 H / 28 Juni 2005 tentang “ Sebagian Ajaran Yayasan Perjuangan Wahidiyah “, di Kampung Kereteg Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, nomor : 25/Kep./ MUI-Kota – Tsm / VI / 2005, dengan harapan agar MUI Kota Tasikmalaya berkenan meninjau dan mencabut kembali surat keputusannya.

Hal ini semata–mata untuk menjaga citra dan wibawa MUI Kota Tasikmalaya sebagai lembaga agama yang terhormat. Disamping itu, juga bertujuan untuk mengembalikan nama baik Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo (terutama Wahidiyah didaerah Tasikmalaya) yang telah terpuruk dan tercemar dengan adanya keputusan fatwa MUI Kota Tasikmalaya itu.

Masalahnya, setelah kami membaca dan mencermati surat keputusan tersebut, baik dari konsideran maupun isi surat, ternyata masih terdapat banyak kelemahan dan kekeliruan, antara lain :

1. Cara MUI Kota Tasikmalaya dalam menetapkan suatu keputusan yang kurang bagus. Cara Islamkah atau tata cara yang berlaku dinegeri kita tercinta ini. Jika cara Islam, sepertinya Islam tidak demikian, dan kalau tata cara yang berlaku di negeri ini, sepertinya juga tidak.

2. Keputusan yang diambil atau ditetapkan oleh MUI Kota Tasikmalaya, tampaknya terasa kurang adil, karena tidak didahului dengan pengklarifikasian suatu permasalahan.

3. Kurang jelinya MUI Kota Tasikmalaya didalam mempelajari suatu permasalahan. Benarkah yang menjadi sebab kontroversi dan keresahan masyarakat adalah amalan Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya ? Apa bukan faktor politis atau cemburu sosial ?

4. Kurang telitinya MUI Kota Tasikmalaya dalam mempelajari buku – buku Wahidiyah, lebih – lebih dalam memahaminya. Akan tetapi dalam hal ini, kami memakluminya. Karena Wahidiyah bukan seperti sesuatu yang mudah ditangkap dalam waktu sekejap, Ajaran Wahidiyah tergolong kajian atau ajaran tasyawuf, yang tentunya bisa dipahami dan dirasakan jika diamalkan. Kaidah yang populer dalam tasawuf menyebutkan مَنْ لَمْ يَـذُ قْ لَمْ يَـعْـرِفْ “Barang siapa yang tidak merasakan dia tidak tahu, (Siapa yang tidak mengenyam ia tak paham)”.

5. Kemungkinan kurangnya tenaga ahli / spesialis ditubuh MUI Kota Tasikmalaya.

6. Kalau kami tidak salah asumsi, seperti terasa adanya keberpihakan MUI Kota Tasikmalaya kepada kelompok tertentu.

7. MUI Kota Tasikmalaya tidak pernah memprediksi, bahwa akibat dari surat keputusannya itu akan membawa dampak meresahkan masyarakat luas, terutama bagi Pengamal Sholawat Wahidiyah yang tersebar di berbagai kota dan pelosok tanah air ini, bahkan di Malaysia, Brunai Darussalam, Hongkong, Saudi Arabia dll. Alhamdulillah mereka tidak sampai melakukan tindakan anarkis, karena mereka dibekali bimbingan akhlak mulia.

8. Sikap berlebihannya MUI Kota Tasikmalaya dalam memojokkan dan menyudutkan Yayasan Perjuangan Wahidiyah, yang mana Yayasan Perjuangan Wahidiyah dikatakan menyampaikan akidah yang berlebihan, seperti berlebihannya orang – orang Kristiani terhadap Nabi Isa AS., atau berlebihannya orang – orang Yahudi terhadap Nabi Uzair. MUI Kota Tasikmalaya yang terhormat. Kami mengerti akidahnya orang – orang Nasrani dan orang – orang Yahudi, dan kami tidak akan melakukan sebagaimana yang dilakukan orang – orang Kristiani, yang menganggap Nabi Isa AS (Yesus) sebagai anak Tuhan dan sebagai Tuhan. Kami juga tidak melakukan sebagaimana orang – orang Yahudi, yang menganggap Nabi Uzair sebagai anak Tuhan dan menganggap golongan atau kaum selain mereka sebagai kaum gentile (budak).

9. Kenapa MUI Kota Tasikmalaya, sebagai lembaga terhormat, memvonis kami dengan sesuatu yang tidak kami lakukan ?. Ada apa gerangan ?.
Demikian semoga dengan surat ini semua permasalahan menjadi gamblang dan jelas, serta dapat terselesaikan dengan baik dan damai. Sebelum mengakhiri pendahuluan ini tak ada salahnya bila kami sampaikan informasi tambahan tentang keberadaan Yayasan kami, yakni Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo, adalah legal formal dan berbadan hukum dengan berakta notaries ; AKTA NO.05 TAHUN 1997 TBN. NOMOR : 1 ? AD / 1998 BN. NO. 1 / 98, dan telah terdaftar di Departemen Kehakiman, di Tambahan Berita Negara dan di Departemen dalam Negeri
.............................

SELENGKAPNYA KLIK DISINI :

https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/392870764192570/
Ahmad Dimyathi ke DPRW Provinsi Jawa Barat
17 Januari 2014 ·


-----------

Hari Ini, JUM'AT TGL 26 PEBRUARI 2016
Vary Regar
13:49
Vary Regar
Asalamualaikum...Ayah.....

Ahmad Dimyathi
13:50
Ahmad Dimyathi
WA'ALAIKUM SALAM WR. WB.  APA KABAR...

Vary Regar
13:51
Vary Regar
Mohon ijin memberikan ipormasi tentang.batalnya acara nisfussanah di tebing tinggi.....

Ahmad Dimyathi
13:53
Ahmad Dimyathi
BOLEH SILAKAN... AMIIN..
Vary Regar
13:54
Vary Regar
Vary Regar
13:54
Vary Regar
Vary Regar
13:54
Vary Regar
Berita ini di kluarkan di komunitas kami anak tebing tibggi
Ma'af ayah....ini brta sata krinsot kan

Vary Regar
14:01
Vary Regar
Jadi kami di tbing dari 3 minggu ini.sepakat untyk tenang dan sabar menunggu keputusan Mui propinsi sumtra utara..

Vary Regar
14:08
Vary Regar
Mohon kami ke pada ayah..dim? Gimana solusinya.....karena semua pngamal uda dalam pngawasan..pihak kepolisian...kodim..koramil...
Ya jujur bagi pngamal baru semangat nya mulai lemah.....
Karena uda beredar surat kaleng ....tentang wahidiyah.....

Vary Regar
15:27
Vary Regar
Sukur alhamdulilah..semua dapat di atasin........
Ini sbgai inpormasi untuk teman teman  yg menanyakan knapa di tbing tinggi acaranya batal..
Mohon doa nya..Ayah dim??
Smga acara nispissanah nya sukses dan Aman.....

Ahmad Dimyathi
16:15
Ahmad Dimyathi
AMIIN..., MKSIH JAZAA KUMULLOH..AMIIN..
Dilihat 16:23
[23:05, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: SURAT KETERANGAN DARI MUI KABUPATEN TASIKMALAYA TENTANG SHOLAWAT WAHIDIYAH

Alhamdulillah Surat Keterangan  dari MUI Kab.Tasikmalaya sudah ada  .......

Untuk memperjelas Tulisan  SURAT KETERANGAN TSB Kami ketik/salin aja sbb. :

Kop Surat MUI Kabupaten Tasikmalaya

SURAT     KETERANAGN
-----------------------------------
No : 38/MUI-TSM/IV/2016

1. Berdasarkan permohonan dari Pengurus Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan pondok Pesantren Kedunglo Kab./Kota Tasikmalaya, tanggal 18 Apiril 2016 nomor : 098/SP/YPW-C/VII/1437 H.

2. Setelah mengkaji :

    a. Surat Keterangan Mentri Hukum dan HAM Republik Indonesia,

    b. SKT Kesbang Kabupaten Tasikmalaya,

    c. Surat Keterangan Ketua MUI Tanjungjya yang telah mengkaji buku buku sholawat wahidiyah dan telah mengkajiacara acara acara    tersebut.

3. Berdasarkan hal tersebut diatas, dengan ini menerangkan bahwa Majlis Ulama Indonesia Kabuptaen Tasikmalaya menyarankan :

    a. Agar dalam penyelenggaraan acara sholawat wahidiyah, para pengamal senantiasa memelihara Aqidah serta Ukhuwah Islamiah,
sesuai panduan Al Quran dan Sunnah Rosulillah SAW.

    b. Agar berhati-hati dalam menyiarkan ajaran wahidiyah tersebut dikalangan orang-orang awam

    c. Agar melakukan konsultasi dengan FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama) supaya didalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan
Wahidiyah tidak terjadi hal-hal yag tidak diinginkan.

Demikian, surat keterangan ini dibuat untuk bisa dimaklumi.

Tasikmalaya, 21 April 2016 M / 13 Rajab 1437 H

Ketua MUI Bidang Fatwa,


ttd.


Drs.KH. I. SOLIHIN, M.Si
[23:34, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: YAA SAYYIDII YAA AYYUHAL GHOUTS !
Catatan Kecil : 763 - KISAH DAN PETUAH edukatif, inspiratif, instruktif... rekreatif tuk SEPIRIT HATI, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

SURAT PERNYATAAN MUI KEC. TANJUNG JAYA  KAB. TASIKMALAYA

“FAFIRRUU – ILALLOOH !” (7 kali).

“WA QUL JAA-AL HAQQU WA ZAHAQOL BAATHIL, INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQO”. (3 kali).

"SURAT PERNYATAAN MUI KEC. TANJUNG JAYA  KAB. TASIKMALAYA BAHWA WAHIDIYAH TIDAK SESAT, KOREKSI ATAS PERNYATAAN MUI KAB./KOTA  TASIKMALAYA TERDAHULU YANG MENYESATKAN WAHIDIYAH "

-----------

بِسْمِ اللهِ الرَحْمَنِ الرَحِيمِ.

(اللهُمَّ بِحَقِّ اسْمِكَ الأَعْظَمِ وَبِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِبَرَكَةِ غَوْثِ هَذَا الزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَائِرِ أَوْلِيَائِكَ يَاأَللهُ يَاأَللهُ يَاأَللهُ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ x 3),

(بَلِّغْ جَمِيْعَ العَالَمِيْنَ نِدَاءَنَا هَذَا وَاجْعَلْ فِيْهِ تَأْثِيْرًا بَلِيْغًا x 3),

(فَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ وَبِالإِجَابَةِ جَدِيْرٌ x 3).

فَفْرُّوا إِلَى اللهِ x7.

وَقَلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا x 3.
الفَاتِحَـة x 1

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM.

“ALLOHUMMA BI HAQQISMIKAL A‘DHOM WA BIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WA SALLAM, WA BIBAROKATI GHOUTSI HAADZAZ ZAMAAN WA A’WAANIHII WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOOH, YAA ALLOOH, YAA ALLOOH, RODHIYALLOOHU TAA’ALAA’ ANHUM”. (3 kali).

“BALLIGH JAMII’AL ‘AALAMIIN NIDAA ANAA HADZAA WAJ’AL FIIHI TA’-TSIIRON BALIIGHOO”. (3 kali).

“FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR WA BIL-IJAABATI JADIIR”. (3 kali).

“FAFIRRUU – ILALLOOH !” (7 kali).

“WA QUL JAA-AL HAQQU WA ZAHAQOL BAATHIL, INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQO”. (3 kali).

Terjemah :

“Dengan Asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Yaa Alloh, dengan Hak Kebesaran Asma-Mu, dan dengan kemulyaan serta keagungan Kanjeng Nabi Muhammad sholalloohu ‘alaihi wasallam, dan dengan barokahnya Ghouts Haadza-Zaman wa A’waanihi serta segenap Auliya’ Kekasih-Mu Yaa Alloh, Yaa Alloh, Yaa Alloh Rodhiyalloohu Ta’ala’anhum.

Sampaikanlah seruan kami ini kepada jamii’al ‘alamiin dan letakkanlah kesan yang merangsang di dalamnya.

Maka sungguh Engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah !”.

فَفْرُّوا إِلَى اللهِ -

“FAFIRRUU–ILALLOOH !” – Larilah kembali kepada Alloh !.--

وَقَلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا -

 “WA QUL JAA-AL HAQQU-WA ZAHAQOL BAATHIL, INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQO” -

Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW) perkara yang haq telah datang dan musnahlah perkara yang batal; Sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah.

KETERANGAN :

1. Kalimah “FAFIRRUU ILALLOOH” dan “WA QUL JAA-AL HAQQU....... ” dibaca bersama-sama imam dan makmum. Dirinya sendiri terutama supaya dirasa katut (terbawa) termasuk di dalam permohonan dan ajakan itu, dengan getaran hati yang kuat, sehinnga ada atsar/labet/kesannya yang luar biasa mendalam yang dirasakan hati kita ini !.

2. “FAFIRRUU ILALLOOH” maksudnya, memohon kepada Alloh SWT dan mengajak secara batiniyah agar supaya diri kita sendiri sekeluarga dan ummat masyarakat jami'al 'alamiin kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Alloh wa Rosuulihi SAW (Lillah Billah, Lirrosul Birrosul). Secara umum yaitu dengan menjalankan hal-hal yang diridhoi Alloh wa Rosuulihi SAW. Meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiyyat yang merugikan, merugikan diri pribadi, keluarga dan ummat masyarakat !.

3. “WA QUL JAA-AL HAQQU....... ” maksudnya, memohon kepada Alloh SWT semoga perbuatan dan akhlaq-akhlaq yang jahat dan bejat, yang merugikan diri sendiri, keluarga, teman, tetangga, umat dan masyarakat segera diganti oleh Alloh SWT dengan akhlaq yang baik dan terpuji, perbuatan dan akhlaq yang membuahkan manfa’at dan menguntungkan diri, keluarga, teman, tetangga, umat dan masyarakat yang diridhoi Alloh wa Rosuulihi SAW.

Dan apabila memang sudah menjadi suratan takdir tidak bisa diperbaiki lagi, dari pada makin lama makin berlarut-larut makin hebat menimbulkan kerusakan dan kehancuran, lebih baik semoga lekas dimusnahkan saja oleh Alloh SWT !”. Ini adalah soal mental, soal akhlaq, bukan terhadap fisik lahiriyyah !. Dan terutama kita arahkan untuk mental dan akhlaq diri kita sendiri sekeluarga !.

KOMENTAR  :

B'dy S Izin share pk Dim...FAFIRRUILALLOOH
Suka · Balas · 15 April pukul 14:17 · Telah disunting
RidHo Dwi SaputRa
RidHo Dwi SaputRa Alhamdulillah....
Suka · Balas · 15 April pukul 14:20

Ahmad Yuda
Ahmad Yuda Semoga bermanfaat dan membawa barokah yg seluas luasnya untuk perjuangan Fafirruu ilallah. Bagi yang belum faham dan belum tahu Sholawat Wahidiyah alangkah baiknya anda konfirm langsung ke PW daerah jangan asal ngomong.
Suka · Balas · 2 · 15 April pukul 14:25

Ghufron Efendi
Ghufron Efendi Alhamdulillah. ..
Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh
Yaa Sayyidii Yaa Ayyuhal Ghouts
Suka · Balas · 3 · 15 April pukul 14:36

B'dy S
B'dy S MAAF ...SAYA DAHULU DIBERI ANUGRAH ALLAH...MIMPI BELIAU ROSULULLOH..

BELIAU ROSULULLOH DAWUH

BEGINI DAWUH BELIAU ...

SHALAWAT WAHIDIYAH DAN AJARANYA BENAR2 HAQ DARI ALLAH...
Suka · Balas · 6 · 15 April pukul 14:38 · Telah disunting

Ghufron Efendi
Ghufron Efendi Maaf Pak Yahi Dim saya Save, dan saya unggah sendiri...
Jazaakumulloh khoir...
Suka · Balas · 2 · 15 April pukul 15:04

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi boleh...
Suka · Balas · 1 · 15 April pukul 19:21

Ghufron Efendi
Ghufron Efendi Makasih banyak. .
Jazaakumulloh khoir...
Suka · Balas · 15 April pukul 19:22

Didin Tajudin
Didin Tajudin yaa sayyidii yaa rasulalloh....yaa sayyidii yaa ayyuhal Gouts
Suka · Balas · 1 · 15 April pukul 15:25

Suparjo Suparjo
Suparjo Suparjo Alhamdulilah....izin share pak yai...mksh
Suka · Balas · 15 April pukul 15:26

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi boleh.. silakan...
Suka · Balas · 15 April pukul 19:21

Putri Widianto
Putri Widianto Ijin share ya pak
Suka · Balas · 15 April pukul 16:12

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi boleh.. silakan....
Suka · Balas · 15 April pukul 19:22

Ilham Saviporux Setyawan
Ilham Saviporux Setyawan Ijin share pak.
Suka · Balas · 15 April pukul 21:01

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi BOLEH ..SILAKAN....AAMIIN...
Suka · Balas · Baru saja

Dedi Sang Putro Bintoro
Dedi Sang Putro Bintoro ya sayyidi yaa rosulluloh
Suka · Balas · 15 April pukul 22:41

Muklisin
Muklisin · Berteman dengan Ghufron Efendi dan 71 others
Alkhamdulilah YA ALLOH... YASAYIDI YAROSULALLOH...YASAYYIDI YA AYUHAL GHOUST AKHIRNYA MUI TASIK MALAYA TELAH MENYADARI SOLAWAT WAHIDIYAH DAN AJARANYA TDK SESAT SEMOGA DENGAN KABAR INI MUDAH2AN KITA PARA PENGAMAL TAMBAH SEMANGAT TROS BERJUANG FAFIRRU ILALLOH SAMPAI AKHIR HAYAT DAN MUDAH2AN KITA SELALU MENDAPAT PANCARAN NADROH BELIAU AL GHOUSTI HADA ZAMAN RA....AMIIIN
Suka · Balas · 15 April pukul 23:47
T
usiran
Tusiran Alhamdulilah....izin share pak yai...mk
Suka · Balas · 23 jam

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi BOLEH ..SILAKAN.. AAMIIN...
Suka · Balas · Baru saja

Bentar Use Mgiokaton
Bentar Use Mgiokaton · 4 teman yang sama
Alhamdulillah.. "Waquljaa al haqqu wazahaqol baathil innal baathilakaana zahuuqo"
Suka · Balas · 12 jam

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi Arip Baban : Mau tanya pak yahi. Yg di tanyakan oleh Gus Mus Rembang apakah sudah ada jawabannya ? MUI itu makhluk apa ?

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi : BELOM .... PERTANYAAN TERSEBUT GAK PERLU DIJAWAB OLEH SIAPAPUN ... PERTANYAAN N PERNYATAAN ITU SEBAGAI PERINGATAN KERAS, SINDIRAN, HUKUMAN DAN KRITIKAN PEDAS DARI SEORANG GUS MUS DAN KOMUNITAS LAINNYA YG ARIF N BIJAKSANA.... TERHADAP MUI YANG GUOBLOX, NGAWUR N CEROBOH DLM MELAKSANAKAN TUGASNYA dan MENGAMBIL SIKAP TERHADAP SW.... YG TIDAK MENCERMINKAN KUMPULAN ULAMA' YG BAIK, CERDAS DAN MENGAYOMI, MELINDUNGI DAN MEMBINA UMMAT MASYARAKAT DI INDONESIA INI .... Maka ditanyakan oleh Al Mukarrom Gus Mus MUI itu makhluk apa ...?. Dikatakan makhluk gila ora beneh juga bukan... tapi kenyataannya pada ora beneh, pada gila, guoblox, dungu, tolol .....dan gak jelas ..... ???.
Suka · Balas · 7 jam

Apipudin Fdlh
Apipudin Fdlh Dari dulu ketika ada patwa MUI TASIKMALAYA yg menyesatkan MUI Kec. Tanjungjaya (KH. SODIKIN) meyatakan bahwa wahidiyah itu tidak sesat. Hari kamis kemarin alhamdulillah kami telah sowan ke MUI Kab. Tasikmalaya dan dia menyatakan saya akan taklid ke p...Lihat Selengkapnya
Suka · Balas · 1 · 3 jam

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi AAMIIN...., MF, MAS APIPUDIN FDLH DARI TASIK ...SY MAU BERTANYA ...: "DULU YANG MENGELUARKAN SURAT KEPUTUSAN TTG SHOLAWAT WAHIDIYAH SESAT SIAPA ? MUI KABUPATEN TASIKMALAYA ATAU MUI KOTA TASIK MALAYA ???".
Suka · Balas · 39 menit

---------------------------------

[08:09, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kang Alfian benar...
[08:10, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: Ass ww Yth bp ibu dan seluruh pengamal dmn sj berada diinformasikan bhw sdr kita PW Tskmalaya sedang tabayun ke MUI Kab Tskmalaya utk klarifikasi hal fatwa sesat dan sdh dua kl pertemuan. Ketua MUI sedang mengkaji ttg Wahidiyah, kedua Salah satu Ketua MUI Kecamatan di Wil Kab Tsk sdh ada yg menyatakn bhw Sholawat Wahidiyah dpt diamalkn dan disiarkn .Dg dasar surat MUI Kec tsb Ketua MUI Kab Tsk hr senin tgl 18 april berjanji akn mengeluarkn Rekomendasi. Utk itu mhn dukungan dn mujahadahnya smga Ketua MUI Kab Tsk menguatkn pernyataan Ketua MUI Kec ...amiin, ( Sagimin )
[08:11, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kang masalah PW di Tebingtinggi kemarin oleh Kanjeng Romo Yahi Ra suruh ngramein di internet....Ayo nulis lg kang....!!!
[08:12, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: hehw iya..saya sudah di info kan...dah 2 minggu yang lalu..adakah yg punya alamat bakoorpakem twbing tinggi
[08:13, 4/15/2016] +60 10-284 1288: AMIIINN
[08:14, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: abtulnya yg mwngwluarkan fatwa di tasik itu. wilayah kota..maka lwboh twpat klo kita..k mui yg mwngwluarkan....klo kabupaten ini tuk mwmguatkan...bgtu kang vian
[08:14, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Betul, insyaalloh senin 18 April surat keterangan ttg Wahidiyah akan dikeluarkan. Yg sblumnya Fatwa telah keluar..dan ssempat menimbulkan suasana tdk kondusif. Bahkan baru2 ini, saudara2 di tasik wilaayah kota yg sedang melakukan usbu'iyah dibubarkan oleh kelompok radikal..
[08:16, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: nah makanya...yg harus mwngwluarka dan dipwrjuangan wilayah kota...ya yg radikal itu wahabi...pwnyakitnya dah di tangan...coba nanti kita koordinasi dwngan twman tmn aswaja
[08:19, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Smalam ngobrol ringan dgn ikhwan2, bhw klo ada lg hal yg demikian kita hrus melawan, sbtulnya kita itu mayoritas hnya saja kita 'diam' shgg kelompok radikal yg 'minoritas' itu terkesan banyak krn bak air beriak..hanya mngandlkan berani bicara keras..
[08:20, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Yang diam aja goblog
[08:21, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Benar kita harus berani menghadapinya...harus berani karena benar...
[08:21, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Jangan menjadi penakut n pengecut dlm Pw ini...
[08:22, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Yg kedua, kita (para pengamal sholawat wahidiyah) jg hrs faham ttg makna Fatwa,,,yg pd saat yg sama oleh klompok radikal fatwa sering digunakan utk melegitimasi/menghalalkan perbuatan anarkisnya,,dan itu yg terjd selama ini.
[08:23, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Contoh itu perjuangan Gus Dur yg gagah berani...
[08:24, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: kok aepi
[08:24, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Dan mmg posisi kepolisian di Kabupaten ini penakut, dan lebih condong ke kelompok radikal...
[08:24, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Gus Dur pengamal n pejuang Wahidiyah yg handal, militan, berani n mumpuni...
[08:25, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Yg akan kita kenang jasa n pengorbanannya sepanjang masa.
[08:26, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Gus Dur Hebat...Al Faatihah...
[08:27, 4/15/2016] +62 896-2870-9878: Aamiin
[08:27, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ok kwlompok yg radikal di maksud disana apa...fpi atw hti..ataw salafi...infokan k kita
[08:29, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: awaungguhnya wali allah ini tidak pwrnah afa rasa khawatir dan takut aka. kbnaran..ahingga.. pr nabi  sangat iri pasa wali wali allah....kalianlah wali2 allah yg tidak takut mbla yg haq
[08:31, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kang Gugun Ketua Depdikbudwa Tasik yg baik n berani n dirahmati ALLOH SWT... TOLONG JAWAB PERTANYAAN TSB..INFOKAN KEPADA KAMI SELENGKAPNYA TTG PW YG ADA DI TASIK....mksh jazaa kumulloh AAMIIN
[08:35, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: kurang lbih 9 tahun ketika ada yg tanya apa masllah tasik sudah slsai...saat itu saya katakan blm..walau sudah ada vidio klarifikasi kh dudung akasya..ternyata dugaan saya benar...
[08:37, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: di atas para radikal ..aeing mnjadikan alasan keradikalannya..atas nama fatwa..fatwa apa yg dimaksud?
[08:49, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Maaf,,telat lg di kelas,,,
[08:56, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kang Sarkub tolong vidio tsb diunggah ke youtobe...
[08:57, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kirim kesini sy ga punya dokumentasinya
[09:04, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Mr alfian
[09:06, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Semua ling berita tebing tinggi udah kita kasih klarifikasi fatwa mui mbah.
[09:09, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Yg ingin keliatan eksis keislamannya (menandakan mereka ingin diakui islam shgg perlu eksistensi) adlh FPI. Kalo dibilang wahabi, bnyak yg tdk mau disebut wahabi sklipun pemikirannya wahabi banget. Itu mnjd tanda kurang fahmnya msyarakat/komunitas/ikhwan mngenai wahabi.

lanjut ke persoalan..bahwa jelas di arus bawah, masih banyak yg nyinyir terkait wahidiyah, itu dampak dari belum dicabutnya fatwa. Memang yg beriak itu di kota tasik tapi imbasnya ke seluruh nusantara.

Dari pembicaraan dgn ketua MUI Kabupaten, bahwa secara legalisasi bahwa organisasi perjuangan Wahidiyah sdh SAH dan tdk perlu rekomendasi daari MUI atau dr lembaga lain. Krn YPW sdh dilegitimate oleh Negara melalui akta notaris dan SK Kemenkumham.
[09:11, 4/15/2016] +62 817-5728-833: FPI sekarang ditolak dimana2.........FATWA kanjeng romo terbukti nyata......mulaindari masuk bui sampek ditolak masyarakat....yg belum tinggal modarnya saja
[09:13, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Fatwa itu muncul dari sebuah kasus, berbeda dgn ijtihad, klo ijtihad hasil pengkajian ilmu. Dan fatwa yg muncul mngkin krn MUI yg dulu tdk melakukan pengkajian, atau mmg ada indikasi intimidasi/penekanan dr pihak wahabi yg numpang beken di ormas2 yg sdh ada.
[09:14, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Alaa kulli hal kita harus melawan..
[09:15, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kalo memang benar dia itu habib harusnya senang dengan SW karena secara tidak langsung doa tertuju juga padanya.......mengong tenan wong iku.
[09:16, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Atau memang dia itu habib yg di bikin dari tanah sengketa hahahahahahaha
[09:18, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ok ..klo fpi. berarti siap tmpur kie....kanjeng romo tidak diam....ingat..syariatnya blau tidak diam saja...klo pwrlu di ptunkan
[09:19, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Pokok nek perang aku nyumbang golok cibatu kang sarkub.....hahahhaahaha
[09:20, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: di bksi fpi kcmtn mng tok petuk aku mlh cium tanganku
[09:20, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: wkwk
[09:20, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Wedi kok ngrujuk kopi kang heheheeh
[09:23, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ojo  gurng tok..pokoknya ..cmn gur iso ngpmong tok
[09:25, 4/15/2016] +62 817-5728-833: SELINGAN HATI SUDAH MULAI PANASSSSSSS

KETIKA UJUB MENYELIMUTI HATI
                                               
Nasihat dan perkataan Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah
 (7 Rajab 691 H - 13 Rajab 751 H)

"Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan shalat malam, maka janganlah memandang rendah orang2 yang tidur."

"Jika Allah mudahkan bagimu melaksanakan puasa, maka janganlah memandang orang2 yang tidak bepuasa dengan tatapan menghinakan."

"Jika Allah memudahkan bagimu pintu untuk berjihad, maka janganlah memandang orang2 yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan."

"Jika Allah mudahkan pintu rezeki bagimu, maka janganlah memandang orang2 yang berhutang dan kurang rezekinya dengan pandangan yang mengejek dan mencela. Karena itu adalah titipan Allah yang kelak akan dipertanggung jawabkan."

"Jika Allah mudahkan pemahaman agama bagimu, janganlah meremehkan orang lain yang belum faham agama dengan pandangan hina."

"Jika Allah mudahkan ilmu bagimu, janganlah sombong dan bangga diri karenanya. Sebab Allah lah yang memberimu pemahaman itu."

"Dan boleh jadi orang yang tidak mengerjakan qiyamul lail, puasa (sunnah), tidak berjihad, dan semisalnya lebih dekat kepada Allah darimu."

"Sungguh engkau terlelap tidur semalaman dan pagi harinya menyesal... lebih baik bagimu daripada qiyamul lail semalaman namun pagi harinya engkau "merasa" TAKJUB dan BANGGA dengan amalmu. Sebab tidak layak orang merasa bangga dengan amalnya, karena sesungguhnya ia tidak tahu amal yang mana yang Allah akan terima?

Semoga hati ini terhindar dari ujub.

Wallahu a'lam bish-shawab.
[09:25, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: sadar atw tidak sadar...pwngamal jabar..dadi pwngahalang..perjuangan..terutama saya....
[09:26, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Maksudte piye iku kang
[09:28, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: yo sak jabar ga tobat mencit...smua yg terjadi atas kesalahan pengamal itu sendiri...maka swkarang tobat...gwtarkan dwngan fafiruuilallah....dan syariatnya..hayoo bwrsuaralah
[09:29, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: kabaikan yg tidak teroganisir akab kalah dengan kejahatan yg teroganir....ini mbah yahi sering dawuh....
[09:30, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Joss tenan....susah orang bisa rumongso. Onone mung rumongso bisa.
[09:30, 4/15/2016] +62 817-5728-833:
[09:31, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Kejahatan yg terorganisir mengalahkan kebaikan yg tidak terorganisir. (Imam Ali bin Abi Thalib KW)
[09:32, 4/15/2016] +62 853-3597-4717: الباطل بنظام يغلب الحق بلا نظام
[09:34, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: aadaraku lang vian sudah bersuara di mui kab. saat kwjadian tebing tinggi...tpi salah kamar...soalnya yg mwngwluarkan kota maka kudu kota yng mencabut.......khusus mui kota tasik ..malaya... alfatihah...waaqul ja alhaqu ...
[09:35, 4/15/2016] +62 838-1823-2308: Hadir.. Kulo nyimak terus..
[09:35, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: hayoo kita ini haq yg terorganisir yg baik...masa kalah sama mui yg takut akan tknan....
[09:37, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Lawan .....
[09:37, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: janganlah kita menyusahakan kanjeng romo ..sungguh suul adab kita wahai pengamal jabar...smua ini karna kita.....smua saudara kita menjadi pesakitan....banyuwangi kini pun berimbas
[09:40, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: maju wahai saudaraku...Allah dan raaul bersamamu...saat ini hatimu di uji..kebenaran hatimu akan kecintamu pada aghauts hazaz zaman
[09:41, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ini juga pwrnah dialami..alghauts ibrahim bin adham ..imam sadzili yg terusir.....
[09:41, 4/15/2016] +62 813-3155-4644: Apapun yg terjadi semangatt teman,,,!!!
[09:42, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: NTT hadir siap tempur,,,
[09:42, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Lawan N hadapi MUI TASIKMALAYA..
[09:42, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: yg jauh dr jabar...arahkan doamu ke pada tasik
[09:42, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: AAMIIN
[09:43, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: mui tasik itu hanya kumpulan orang2 bodoh...kalian ini orang bweilmu...kalian ini wali2 allah...
[09:43, 4/15/2016] +62 812-8996-5310: Lngsung perang smbil angkat pddang..!
[09:44, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: siap ,, karna kami jauh tidak bisa berjuang lahiriyah insya alloh kami dan teman2 siap berjuang batiniah,, bismillhrhmnrhim,,,,
[09:45, 4/15/2016] +62 812-7770-0317: Perang sak duluran
[09:45, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: msat ini kirim fatihah w mui tasik kota..agar lwmah jiwanya
[09:46, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: siap kang dakes,, bukan.cuma.pedang tombak jga senjata.api sudah kami rakit,,,

rawe rawe rantas malang2 tuntas,,
[09:47, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Semua yg bisa nulis n bersuara lantang... tulis di internet lawan n kita hadapi  mereka bersama2...semata-mata melaksanakan perintah...
[09:47, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: AMIIN
[09:48, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: siap yai,,
[09:48, 4/15/2016] +62 821-4798-8389: Pak atok prayogi  NTT  mana,
[09:48, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: saya d kupang mas joko ,
[09:49, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: hayoo yg syariatnya di pwrsonil jabar maupun tasik yg bertpatan...habiakan tenagamu..habiskan tenagamu...hadapi...maju...langsung turun...
[09:50, 4/15/2016] +62 838-1823-2308: Siap ..
[09:50, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: alu moh dalil dalil nang mui..wong goblok di dalili panggah ga ngerti...
[09:50, 4/15/2016] +62 812-8996-5310: Bujurr..
[09:51, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: bajasa warung kopi aing mwtu...lwk ngomong ambe wong goblok
[09:52, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: wahai pwngamal jabar ynga masih tertidur banginlah jiwamu...ini salahmu...salahku...
[09:55, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Hayo jangan takut mati kalo untuk fisabilillah
Jangan takut bangkrut kalo hartamu untuk perjuangan fafiru illaloh
[09:56, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: monggo dulurku semua yg dari jbar getarkan swaramu untuk wahidiyah,,, meraunglah laksana maung bandungmu,,tunjukan nyali singa2 wahidiyah,,,,
[09:56, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Malah ketemu kuncine sakaratul maut kang sarkub..........
[09:57, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: yo
[09:57, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: monggo di wedar kang dakes kersane kulo saget nyimak,,,
[09:58, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Wekekekekek aku yo nyari2 kang atok dari obrolan ini untuk diambil hikmahnya
[10:00, 4/15/2016] +62 812-7770-0317: Wakul aja
[10:00, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Apa maksud kanjeng nabi melakukannya tanpa henti walau sudah terjamin......sementara kita ini manusia terusirrrrr
[10:00, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: sabar itu tidak diam
[10:01, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: rasul pwrnah bwrkata....sabarku adalah merangi kalian...
[10:02, 4/15/2016] +62 812-7770-0317:
[10:02, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: njih mngo kita sama nyari kang trus mangke sami2 berbagi,,,
[10:02, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Amiin
[10:05, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kita harus menunjukkan keberadaan kita, alloh tidak akan merubah tanpa kita berupaya merubahnya.......waktunya mujahadah ya mujahadah waktunya perang yo harus melawannnnnnnnnnnnnnn
[10:07, 4/15/2016] +62 812-7770-0317:
[10:10, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Nek arep demo nang tasik...aku siap nyumbang truck ....tinggal bilang kapannnnnn ayoooo kita realisasikan......biar nggak ngomong thok koyo singo ompongggggggg
[10:10, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: mantaap kang dakes,, yg saya ingat dawoh beliu romo yai ra,, mngintruksikan pada setiap pengamal untuk.memasang bendera ,,, sekarang saya baru faham bendera adalh lmbang,, jdi kita tnjukan jti diri kita monggo kita pasng bendera faffirru d dpn rmah kita masing2,,,
[10:11, 4/15/2016] Mr Alfian Sby:
[10:12, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kabehntungganganku tetap fafiru illaloh kabeh....hanya saja kalao kita masang bendera tapi kelakuan kita tidak mencerminkan ketaatan kepawa alloh warosuli...itu juga namanya pengkhianattttttttttttt dan mesin  penghancur WAHIDIYAH YANG NYATAAAAAAA
[10:13, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: hayoo buktikan ketaatanmu..pasang bemdera
[10:13, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Kemarin saat saya menulis berita, yg seharusnaya saya klarifikasi adaalah mui kota tasik, berhub mui kota tasik sulit saya hub, makaa sbg penggantinya mui kab. Tasik dan di terima stafnya ust. H. Endang, krn mui kab. Merasa tdk menguluarkan fatwa sesat, malah dia punya bukti hasil klarifikasi yayasan dg mui kota tasik
[10:15, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: makanya kang vian mu kb.siap lluarkan fatwa..namun akan salah sasaran yg mengeluarkanlah sasaran kita..
[10:16, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: itu sudah kang,,, dan mari kita sama2 sling mengingtkan,, jika sdra kita ad yg salah mari sama2 kita ingatkan,,,

kang sarkup njih kang
[10:16, 4/15/2016] Mr Alfian Sby:
[10:17, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir:
[10:20, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Mbah Dim, kang saroji, kang dakes dan masih nnyk lagi di group ini dari PW Jabar, kalau kalian mau eksen, buat acara SARASEHAN yg narasumbernya daru MUI Pusat, Kemenag, Praktisi ilmu tasawuf, dan dari Pusat, judulnya Menggapai Sadar pada Alloh dg Bersholawat"
[10:20, 4/15/2016] +62 856-9598-7717: ki lo nang ngarep omahku
[10:21, 4/15/2016] +852 9854 4934: kung.
[10:21, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Ayo ngluruk nang MUI tasik..............
[10:21, 4/15/2016] +62 823-4016-8736:
[10:21, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ingat fatwa di banten karen....mana langkah lonkritnya...
[10:22, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Buat acara di masjid agung di Tasikmalaya, sebarkan info dan perluas jangkuan sarasehan ini dg melibatkan pengamal dan masyarakat umum
[10:22, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kapan hayo.....koordinasikan temen2 tasik untuk ijin demo ke kepolisian
[10:23, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Berdemo bukan cara dan bukan jati diri pengamal wahidiyah, pasti beliau marah kalau ada yg demo terlebih tdk koordinasi dg pusat
[10:23, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: pa dim..atw jabar hayoo grilya...dwtik ini dah geriya..saya...
[10:24, 4/15/2016] +852 9854 4934: ,demo,,
[10:24, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: pamit of dlu lut persiapan.sholat jm,at,, aslmlkm duluruku sedoyo
[10:24, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kalo nggak didemo nggak akan berubah dgn cpt..........dH berapa tahun bola panas ini membakar jiwa kita
[10:25, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Dengan tabayun melalui sarasehan adalah sikap yg kesatria, mujahadah hal yg sdh pasti, namun masyarakat ingin tahu gerakan kita, bukan dg berdemo tapi dg pendekatan persuasif dg cara dialog dan seminar apa saraehan
[10:27, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Ya udah...kapan.........hayo...urunan po piye...jo kesuwennnn keburu do mati kapok
[10:28, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ewkwkw yo lmbga pasilitasi...
[10:28, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Saat nisfussanah di sampang madura 3 th yg lalu, hanya kurang 2 minggu di gagalkan, padahal semua perijinan sdh turun dan panitia sdh siap, oleh bupatinya di gagalkan, maka saya berinisiatip untuk melakukan demo secara damai, saya koordinasi dg K. Zainudin pramu urwil, stlh di sowankan, beliau dawuh..."Gak usah demo, wahidiyah masa depannya masih jauh, sikapi dg bijak" spt itu dawuh beliau ra
[10:30, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Mbaah Dym, ayo bikin acara di tasik, pasti org PW Jabar bisa melakukannya dg baik
[10:31, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: kudu bisa wong pinter kabeh loh..opo hayoo nang mui kota...
[10:32, 4/15/2016] Mr Alfian Sby:
[10:32, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Itu dulu...mungkin sekarang berubah.......mugo2 ae kanjeng romo dawuh..........yo le lawanen ..seng ngati2 nek loro ko tak tambani...hehehehehe edisi mengharap.com
[10:32, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Sampeyan ngerti ae kelemahanku kan alfian.....
[10:33, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Saya anggap mui kota tasik sdh clossing, tinggal bagaimana kita bisa mengelola managemen konflik ini dg baik dan bena
[10:34, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Moh mbahas maneh kalo gitu...,takut di tapuki kanjeng romo........wasalamu alaikum dulur
[10:35, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Kang Dakes, memang beliau tdk berharap dg demo kita, dlm sejarah jgn sampe ada demo, saya jg tdk paham hal itu, t p krn ini sdh dawuh, kita sam'an wa thoatan
[10:36, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Beliau tdk mintak nyawa kita, beliau hanya mintak kita taslim wal thoa'at kepangkuan beliau ra
[10:37, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Yo wes tak meneng aku......nek iku dawuh....wes klakep aku teu wani pisan eu
[10:48, 4/15/2016] +60 11-3346 3469: Yo urunan spo sg mju sg pepek2 ng ngarep...
[11:03, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Ide yg baik n cemerlan n cerdas usulan n saran kang Fian
[11:09, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Beliau perintah suruh meramaikan di internet masalah tsb...dengan tulisan yg cerdas n baik...

GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN !

GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN !


[22:22, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: SAYYIDII YAA ROSUULALLOH .!
GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN !
http://youtu.be/nvo3-uEBDz0
youtu.be

Gus Dur Gak Trimo Wahidiyah Disesatkan
YOUTUBE.COM
Suka · Balas · Hapus Pratinjau · 16 April pukul 21:19

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi Arip Baban : Mau tanya pak yahi. Yg di tanyakan oleh Gus Mus Rembang apakah sudah ada jawabannya ? MUI itu makhluk apa ?

Ahmad Dimyathi...Lihat Selengkapnya
Suka · Balas · 17 April pukul 0:03
Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi Fafirruu Ilalloh - Larilah Kembali Kepada Alloh !
Klik : https://www.facebook.com/ahmad.dimyathi.5264/videos/582550761903544/

'Fafirruu Ilalloh - Larilah Kembali Kepada Alloh !
Catatan Kecil : 769 - KISAH DAN PETUAH edukatif, inspiratif, instruktif... rekreatif tuk SEPIRIT HATI, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

VIDIO METRO REALITAS  TTG KEKERASAN, PENYERANGAN, PEMBAKARAN  YG DILAKUKAN OLEH KELOMPOK YG MENAMAKAN DIRINYA FPI DAN DIDUGA SURUAN MUI LAINNYA TERHADAP RUMAH IBADAH, RUMAH DAN TEMPAT USAHA JAMA'AH PENGAMAL SHOLAWAT WAHIDIYAH DI TASIKMALAYA AKIBAT FATWA MUI TASIKMALAYA YANG KONTRA PRODUKTIF, YG GUOBLOX, GILA DAN GA JELAS ITU, YG TIDAK  MEMBAWA KEMASLAHATAN DAN MERUGIKAN KITA UMMAT MASYARAKAT, DAN REALITANYA MUI SENDIRI YG  DHOLIM, SESAT DAN MENYESATKAN UMMAT ....MEREKA FPI,  DLLNYA  SAMPAI SAAT INI MASIH ADA AJA YG ANARKIS DENGAN DALIH  FATWA YG DIKELUARKAN OLEH MUI TASIK TSB...., YG DIANGGAP MELANGGAR HUKUM DAN SANGAT KURANG AJAR OLEH MANTAN PRESIDEN KH. ABDUR RAHMAN WAHID (GUS DUR).
KITA SEBAGAI PENGAMAL WAHIDIYAH IKUT PRIHATIN, ORA TERIMO,  GAK BOLEH HANYA DIAM AJA MASA BODOH,  KITA HARUS BERANI MELAWAN DAN MENUNTUT BALAS BAHWA FATWA MUI YG NGAWUR N BODOH ITU HARUS SEGERA DICABUT  DAN MEREKA YG ANARKIS DIADILI ....
Ikuti dan simak secara saksama, semoga bermanfaat. Aamiin !.

                        KLIK  : https://www.facebook.com/ahmad.dimyathi.5264/videos/582550761903544/

----------

KOMENTAR  :

Arip Baban : Mau tanya pak yahi. Yg di tanyakan oleh Gus Mus Rembang apakah sudah ada jawabannya ? MUI itu makhluk apa ?

Ahmad Dimyathi : OH ITU BELOM .... SY KIRA  PERTANYAAN TERSEBUT GAK PERLU DIJAWAB OLEH SIAPAPUN ... PERTANYAAN N PERNYATAAN GUS MUS ITUKAN  SEBAGAI PERINGATAN KERAS, SINDIRAN, HUKUMAN DAN KRITIKAN PEDAS DARI SEORANG ULAMA' TERKEMUKA DINEGERI INI, YAITU GUS MUS DAN KOMUNITAS LAINNYA YG ARIF N BIJAKSANA ITU.... SINDIRAN TERHADAP MUI YANG KENYATANNYA GUOBLOX, NGAWUR N CEROBOH DLM MELAKSANAKAN TUGASNYA dan MENGAMBIL SIKAP KEPUTUSAN TERHADAP SW DAN LAINNYA.... YG TIDAK MENCERMINKAN KUMPULAN ULAMA' YG BAIK, CERDAS, BERWIBAWA DAN MENGAYOMI, MELINDUNGI DAN MEMBINA UMMAT MASYARAKAT DI INDONESIA INI .... Maka ditanyakan oleh Al Mukarrom Gus Mus MUI itu makhluk apa ...?. Dikatakan makhluk gila ora beneh juga bukan... tapi kenyataannya kok podo  ora beneh, pada membisu,  gila, guoblox, dungu, tolol .....dan gak jelas keberadaannya..... ???.

----------------

Fafirruu Ilalloh - Larilah Kembali Kepa KLIK  :                             https://www.facebook.com/ahmad.dimyathi.5264/videos/582550761903544/'
26:30

[22:23, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: Fafirruu  Ilalloh   -   Larilah Kembali Kepada Alloh !
Catatan Kecil : 718 - KISAH DAN PETUAH edukatif, inspiratif, instruktif... rekreatif tuk SEPIRIT HATI, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

MUI TASIKMALAYA MENERIMA KLARIFIKASI DARI WAHIDIYAH

KLIK : http://www.hariannasionalnews.com/2016/03/21/mui-tasikmalaya-menerima-klarifikasi-dari-wahidiyah/  -  

MUI TASIKMALAYA MENERIMA KLARIFIKASI DARI WAHIDIYAH

21 Maret 2016 admin
K.Zainudin.BA.
MUI TASIKMALAYA MENERIMA KLARIFIKASI DARI WAHIDIYAH

K.Zainudin BA, Ketua Urusan Wilayah, Yayasan Wahidiyah Pusat

KEDIRI – HNNews.com  Fatwa MUI No. 25/Kep/MUI-Kota TSM/VI/2005 tanggal 28 Juni 2005 tentang sebagian ajaran Yayasan perjuangan Wahidiyah sangat kontroversi dan meresahkan masyarakat. Maka timbul persoalan baru di masyarakat dengan fatwa tersebut, namun pada tahun 2007 perwakilan dari Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh Kediri (Pusat), saat itu yang mewakili bapak K. Zainudin, BA selaku Pramu Urusan Wilayah dan bapak H. Munip Masruri selaku staf Urusan Wilayah menghadiri undangan MUI Kota Tasikmalaya yang saat itu di jembatani oleh Sekjen PKB.

Dari pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan dan kesepahaman tentang amalan Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya, saat itu MUI Tasikmalaya yang langsung diketui oleh KH. Dudung Akasa (almarhum) menerima klarifikasi yang disampaikan perwakilan dari Yayasan Perjuangan Wahidiyah Pusat, “ Saya menerima dan memahami penjelasan dari saudara bapak K. Zainudin perwakilan Wahidiyah dan mohon maaf atas fatwa yang telah kami terbitkan, yang kemudian menjadi keresahan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Tasikmalaya”, dan saya mencabut SK Fatwa MUI No. 25/Kep/MUI-Kota TSM/VI/2005 tanggal 28 Juni 2005 Ujarnya, diambil (dokumentasi video tabayyun MUI Tasikmalaya dengan pengurus Yaysan Wahidiyah Pusat).

 Beberapa minggu kemudian dari klarifikasi dengan MUI Tasikmalaya, datang tamu dari Komisi Fatwa MUI Pusat – Jakarta, yang saat itu diwakili oleh bapak Prof. Dr. H. Utang Ranu Wijaya dan di damping stafnya bapak Dr. H. Buan, berserta MUI Jatim saat itu di wakili KH. Mawardi dengan di damping 4 stafnya, kemudian MUI Kediri langsung dihadiri Ketuanya sendiri beliau KH. Abdul Wahab beserta 2 stafnya melakan tabayyun kepada pengurus Yayasan Perjuangan Wahidiyah Pusat yang saat itu di temui oleh bapak K. Zainudin dan beberapa Pramu dan staf lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, K. Zainudin menanyakan kedatangan Prof. Utang Ranu Wijaya beserta Rombongan, apakah ada kaitannya dengan MUI Tasikmalaya atau ada maksud lainnya, “Saya datang ini tidak dalam kapasitas kasus MUI Tasik, itu kita anggap selesai dan kita closing, kedatangan saya beserta rombongan ini membawa temuan baru melalui 2 buku yang diterbitkan oleh Yayasan Wahidiyah, buku itu berjudul Pengalaman Rohani Pengamal Wahidiyah, dan buku tersebut sudah kami pelajari dan bahkan sudah kami kaji melalui Badan Pengkajian dan Penelitian di lingkungan kami, salah satu isinya bahwa dalam mimpi pengamal tersebut melihat beliau KH. Abdul Latiif Majid RA Pengasuh Perjuangan Wahidiyah sekerang mengangkat bumi dan langit, dan hasilnya luar biasa kacaunya isi buku tersebut, katanya Profesor Ranu Wijaya.

Dengan senyum dan bersemengat, K. Zainudin menjelaskan, “Kalau hal itu saja di anggap kacau, bagaimana dengan isi Al-Quran, disitu diterangkan bahwa Nabi Ibrahim diperintah menyembeleh anaknya sendiri, dan sujudnya Matahari berserta 9 bintang kepada Nabi Yusuf, belum peristiwa manaqibnya Syech Abdul Qodil Jaelani yang salah satunya bisa menghidupkan orang yang sudah mati, dan mendapatkan prediket waliyulloh A’dhom (Wali yang Agung) dan seterusnya, kata K. Zainudin.

Dari penjelasan yang disampaikan oleh bapak K. Zainudin saat itu dan dengan penjelasan secara detail dengan disertai dalil akli dan naklinya menyertai pemahaman tentang amalan Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya, lebih kurang dua jam dalam penjelasan yang disampaikan oleh Pramu Urusan Wilayah tersebut, sementara Prof. Ranu Wijaya dan Rombongan saat itu hanya mendengarkan dengan baik dan serius penjelasan yang panjang dan kemudian Profesor mengambil kesimpulan bahwa amalan Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya saya kira baik untuk diterapkan ditengah masyarakat modern, “jika ada sebagian masyarakat yang tidak memahami itu disebabkan masyarakat lebih banyak menerima ajaran syariat saja dan kurang pahamnya pemahaman ajaran hakekat atau ilmu tasawuf, ada kemungkinan dengan paham amalan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran ini, masyarakat bisa lebih memahami dengan sangat mudah” katanya.

Dalam kesempatan yang baik itu pula rombongan Profesor menyempatkan sowan kepangkuan yang mulia Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA, sebutan para pengikut atau pengamal Wahidiyah kepada Pengasuh Perjuangan Wahidiyah, dan hanya 15 menit dalam pertemuan terbut dan dilanjut ramah tamah di ndalem beliau.

Namun sangat disayangkan pihak Bakor Pakem Tebing tinggi ketika mengambil kesimpulan yang menyesatkan Wahidiyah hanya berlandasan berita online yang tidak update, sebagaimana judul berita “Rapat Bakorpakem di Tebingtinggi, Ajaran Wahidiyah Menyimpang dari Qur’an dan Hadits” (http://www.sumut24.co/rapat-bakorpakem-di-tebingtinggi-ajaran-wahidiyah-menyimpang-dari-quran-dan-hadits/), beberapa ulama di Jawa Timur resah dengan adanya berita online tersebut, salah satunya yang sempat saya confirmasi adalah bapak K. Subhan Khotib yang juga MUI Kecamatan dari Sumenep, K. Mudhofir dari Lumajang, K. Rowi dari Situbondo, H. Imron dari Sidoarjo , K. Mahdor dari Bogor Jabar, K. Zarkasih dari Jepara Jateng, K. Ahmad Sukir dari Pati Jateng, dan dan beberapa ust. yang tergabung dalam Forum Pecinta Sholawat Jawa Timur, seperti Ust. Murtadhod Arif, Ust. Sholeh Mustain dan Ust. H. Romadhoni sangat menyesalkan berita yang sepihak tersebut, “ Membaca Sholawat koq di Haramkan, dallil apa yang di pakai untuk mesesatkan itu”, Ujar Ust. Mustain . Padahal untuk memutuskan sesat itu harus ada 3 kreteria sebagaimana yang disyaratkan MUI Pusat, dalam hal ini Bakor Pakem Tebing tinggi tidak melakukan upaya tabayyun, tapi mereka memakai landasan dari MUI Tasikmalaya yang sudah basi dan tidak Update tersebut.” Jangan-jangan Bakor Pakem Tebingtinggi bertindak sepihak karena pesanan dari orang tertentu apa ormas tertentu, kan disana sedang ada pemilihan bupati, wajar dong ”, kata ust. Arif penuh heran.

Dalam pemberitaan media online sindonews.com dengan judul “ Dinyatakan Sesat, Pengurus Ajaran Wahidiyah Ramai-Ramai Bertobat ” http://daerah.sindonews.com/read/1092869/191/dinyatakan-sesat-pengurus-ajaran-wahidiyah-ramai-ramai-bertobat-1457949572, loh memangnya bertaubat dari kesalahan apa yang sedang di lakukan jama’ah wahidiyah disana? Apakah tindakannya katogori kafir sampe melakukan ramai-ramai bertaubat, padahal sikap MUI Pusat Jakarta tidak memasukkan daftar paham sesat amalan Sholawat Wahidiyah ini.

Sebagai refrensi yang akurat sekarang ini adalah WAHIDIYAH BUKAN ALIRAN SESAT KEPUTUSAN MUI PUSAT, DI HADIRI BUPATI KAB. CIANJUR DAN KAMENAG. Penanganan aliran sesat hasil SEMINAR DI GEDUNG KEMENAG KAB. CIANJUR TG 16 APRIL 2015 tentang pengkajian dan dialog tabayun bersama MUI Kab. Cianjur dan Kasat Intel Polres cianjur, LPKPU LEMBAGA PENGKAJIAN KEAGAMAAN PEMERDAYAAN UMAT dan unsur Muspika BAHWA WAHIDIYAH BUKAN ALIRAN SESAT KEPUTUSAN MUI PUSAT, DI HADIRI BUPATI KAB. CIANJUR DAN KAMENAG. Yang  sudah DIPUTUSKAN SESAT MUI Pusat Jakarta hanya sebelas diantaranya : 1. Al Qiyadah 2. Pajajaran Siliwangi 3. Sepilis 4. Ahmadiyah 5. Mahesa kurung 6. Salamulah 7. Satrio Piningit 8. Islam jamaah 9. Syi’ah 10. Darul Arqom 11. Inkar Sunnah Hari senin, 16 April. 2015, semua MUI kabupaten, kecamatan, dan Ormas Islam, KUA dan anggota Kemenag se- Kabupaten Cianjur, Polres, Bupati Cianjur mengundang narasumber MUI Pusat dan MUI Provinsi untuk menjelaskan aliran-aliran sesat … Pada kesimpulannya yang tidak termasuk dalam sebelas kategori adalah tidak sesat, sementara masyarakat yang mengetahui dari media online dianjurkan untuk update atau konfirmasi dan klarifikasi dari ormas yang bersangkutan.
Aturan MUI untuk memutuskan aliran sesat : 1. Harus ada laporan masyarakat. 2. Ada pengkajian MUI setempat 3. Proses dialog, tabayun bersama unsur Muspika, Camat Kapolsek, Danramil. Jika belum bisa ditangani, di pasrahkan ke Komisi Fatwa Kabupaten untuk di kaji dan di dalami oleh LPKPU, dan DI SIDANGKAN DENGAN MUI FATWA KABUPATEN. Dalam pertemuan tersebut salah satunya adalah KH. Fuad selaku Ketua Yayasan Perjuangan Wahidiyah Cianjur dan sekaligus Anggota Komisi Fatwa MUI Kab. Cianjur, “Saat ada pertemuan saya duduk di kursi paling depan, insyaalloh dimana ada isu wahidiyah di sesatkan saya siap menghadapi kapan pun dan dimanapun, ujar anggota MUI Cianjur.

Bagaimana caranya menentukan suatu kelompok merupakan aliran sesat? Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan 10 kriterianya dan sebagai pedoman agar tidak tersesat, antara lainnya :
1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam.
2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alqur’an dan sunnah.
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alqur’an.
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alqur’an.
5. Melakukan penafsiran Alqur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul.
8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir.
9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Menurut MUI dan pernyataan Bapak Sekum MUI Pusat, Drs. H.M. Ichwan Sam bahwa masyarakat dapat menggunakan kriteria tersebut. Untuk menilai sebuah aliran itu sesat atau tidak, keluar dari ajaran Islam atau tidak. Jika satu saja kriteria yang muncul dari suatu paham atau aliran dari sepuluh kriteria di atas maka paham atau aliran tersebut sudah dapat divonis SESAT dan menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya. (dikemukakan dalam penutupan rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11/2007). (Alfian)

UMUM
Navigasi pos
27.481 Miliar Anggaran Upsus Pajale di Diperta-TPH Kabupaten Sumbawa Tahun 2016.
LEAVE A COMMENT
[22:24, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: Gusdur; Tangkap itu ketua MUI!
      3 Votes

gus.jpg
Jakarta, gusdur.net
Mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) geram dengan sikap pemerintah yang tidak bertindak tegas terhadap kelompok berlabel Islam yang merusak gedung dan harta orang lain. Selama empat bulan terakhir, kelompok ini menyerang dan merusak gedung milik aliran Ahmadiyah dan Wahidiyah di Tasikmalaya.

“Ia (Presiden SBY, red.) tidak mampu mengendalikan keadaan. Yakni, ketidakmampuan untuk mengawasi dan mengambil tindakan yang tepat seperti terjadi di Kabupaten dan Kotamadya Tasikmalaya sehingga terjadi tindakan main hakim sendiri oleh beberapa elemen masyarakat,” kata Gus Dur saat jumpa pers yang digelar di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (18/9/2007).

Oleh sebab itu Gus Dur meminta polisi menindak para tokoh yang menggerakkan aksi-aksi penyerangan tersebut, antara lain Ajengan Asep dari Manonjaya. “Karena dia tidak bisa mengendalikan anak buahnya.”

Selain itu, juga Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Tasikmalaya KH Saefudin Juhri dan Ketua MUI Tasikmalaya H. Dudung Akasah. “Saya minta dilakukan penangkapan atas dua orang tersebut,” ujar Gus Dur.

Alasannya, beberapa aksi penyerangan oleh kelompok berlabel Islam terhadap aliran-aliran Islam di Tasikmalaya dipicu oleh Fatwa MUI Tasikmalaya yang menyebutkan bahwa aliran-aliran seperti Ahmadiyah dan Wahidiyah adalah sesat, dan menyesatkan.

Sebab itu, pemerintah diminta bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat pada penyerangan tersebut. “Kalau salah ya salah, kita harus berani,” tegas Ketua Dewan Syura DPP PKB ini.

Sebelumnya, Seratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi salah satu rumah yang dianggap sebagai pusat pertemuan kelompok Wahidiyah di Kampung Keretek, Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Kepada warga setempat, FPI menyatakan akan membersihkan daerah itu karena Wahidiyah dinilah telah merusak kesucian Islam.

Di rumah tersebut, FPI tidak menemukan anggota Wahidiyah. Anggota FPI kemudian mencabut spanduk berlambang Wahidiyah dan membakarnya. Aksi pembakaran ini didiamkan oleh polisi yang berjaga di rumah itu. Usai aksi pembakaran, anggota FPI melempari rumah itu dengan batu serta telur busuk.

Tidak ada korban jiwa dalam aksi amuk massa tersebut, namun kerugian materi yang dialami oleh korban, puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Pada pertengahan Juni lalu, ratusan massa yang terdiri dari santri pelbagai pondok pesantren di Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, Front Pembela Islam (FPI) Leuwisari, serta FPI Kab. Ciamis yang tergabung dalam Forum Penyelamat Ummat Islam (FPUI), menyerbu kantor Ahmadiyah, Singaparna, Kab. Tasikmalaya.

Massa yang dipimpin oleh H. Dudung Akasah, itu sempat mencopot plang nama tempat ibadah Ahmadiyah dan dua lampu besar di gedung itu rusak dilempar batu. Tak hanya itu, massa juga berusaha masuk ke gedung Ahmadiyah, namun puluhan polisi menghadang.

SUMBER : GUSDUR.NET
[22:27, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: Fafirruu Ilalloh  -  Larilah Kembali Kepada Alloh  !
Catatan Kecil : 709 - KISAH DAN PETUAH edukatif, inspiratif, instruktif... rekreatif tuk SEPIRIT HATI, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

Dinyatakan Sesat, Pengurus Ajaran Wahidiyah Ramai-Ramai Bertobat

Perayudi Syahputra
Senin,  14 Maret 2016  −  17:01 WIB

Dinyatakan Sesat Pengurus Ajaran Wahidiyah Ramai Ramai Bertobat
Para pengikut ajaran Salawat Wahidiyah di Tebingtinggi menyatakan tobat dan mundur dari kegiatan setelah dinyatakan sesat oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem). (Perayudi S/Koran SINDO)

A+ A-

TEBING TINGGI - Para pengikut Salawat Wahidiyah di Tebingtinggi menyatakan tobat dan mundur dari kegiatan setelah ajaran ini dinyatakan sesat oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem). Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya pada 2007 lalu juga telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap faham Salawat Wahidiyah.

Pernyataan mundur tersebut disampaikan Ketua, Sekretaris dan sejumlah pengurus faham Salawat Wahidiyah Tebingtinggi, diantaranya Sudarman, Mukhlis, Ismail, Rizal dan lainnya dihadapan Kepala Kantor Kementrian Agama HM Hasbi MA dan Ketua MUI Kota Tebingtinggi H Ahmad Dalil Harahap.

Mereka ramai-ramai bertobat dalam pertemuan yang digelar pihak Kantor Kemenag di Aula Kemenag Jalan Pendidikan Kota Tebingtinggi, Senin (14/3/2016).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H Abu Hasyim Siregar dan Sekretaris Kantor Kemenag Muhammad Nasir serta pimpinan ormas keagamaan seperti Al Washliyah, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Al Ittihadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dewan Masjid Indonesia dan tokoh-tokoh agama Kota Tebingtinggi.

Kakan Kemenag Kota Tebingtinggi HM Hasbi MA menyampaikan, sejak 2000 lalu cukup banyak aliran dan faham yang dinyatakan menyimpang dari ajaran agama yang diakui oleh pemerintah, untuk ajaran agama Kristen sebanyak 150 sekte dan Islam sebanyak 250 aliran.

“Tugas pokok kementerian agama adalah melakukan pembinaan baik antar pemeluk agama lain maupun antar sesama pemeluk agama seperti yang tengah berkembang saat ini seperti Gafatar dan aliran Wahidiyah yang sebagian ajarannya dinilai menyimpang dari ajaran Islam,” jelas HM Hasbi.

Menurut Hasbi, memang secara umum ajaran Salawat Wahidiyah terlihat lurus-lurus saja, tapi ternyata cukup banyak laporan baik dari masyarakat maupun tokoh-tokoh agama yang menyatakan bahwa ada sebagian ajarannya yang dianggap sesat yakni mengkultuskan satu sosok dan dianggap menyimpang dari ajaran agama Islam.

“Saya tidak ingin Wahidiyah terpojok dan dikucilkan oleh masyarakat, mari kita jalankan ajaran Islam ini sesuai dengan Alquran dan Sunnah Rasulullah, kami tidak bisa memaksa untuk kembali (ke ajaran Islam yang sebenarnya) kami hanya ingin tidak terjadi konflik antar sesama pemeluk agama dan kondusifitas di kota ini tetap terjaga dengan baik,” ujar Kakan Kemenag Tebingtinggi.

Pada kesempatan itu, Hasbi juga berharap jangan sampai hal ini terus berlarut dan ada gosokan dari pihak-pihak tertentu sehingga menjadi fitnah dan terjadi konflik ditengah-tengah masyarakat.

“Kami berharap melalui pertemuan ini saudara-saudara kita kembali ke jalan yang benar yakni ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW,” imbuhnya.

Sementara Ketua Wahidiyah Kota Tebingtinggi, Sudarman menyatakan bahwa pengunduran diri mereka dari ajaran faham Wahidiyah adalah demi menjaga kondusivitas di Kota Tebingtinggi.

“Kami sekarang tidak ikut Wahidiyah lagi, tapi soal kesesatan Wahidiyah bukan urusan kami melainkan untuk menjaga kondusivitas Kota Tebingtinggi, kami siap vakum atau mundur dari ajaran dan faham Wahidiyah,” katanya.

Senada dengan Sudarman, salah satu pengurus Wahidiyah Kota Tebingtinggi, Ismail mengaku tidak ada paksaan atas pengunduran diri mereka dari ajaran Salawat Wahidiyah.

“Karena sudah ada keputusan dari Bakorpakem yang menyatakan bahwa sebagian ajaran Wahidiyah menyimpang maka kami siap mundur demi kemaslahatan umat dan kebaikan di Kota Tebingtinggi, kami juga tidak mau sesat,” tegasnya.

(sms)
dibaca 4.531x  

KLIK ; http://daerah.sindonews.com/read/1092869/191/dinyatakan-sesat-pengurus-ajaran-wahidiyah-ramai-ramai-bertobat-1457949572

-------------

KOMENTAR/ Add a Comments ;

01. FAFIRRUU ILALLOH WA ROSUULIHI SAW !
SANGGAHAN, JAWABAN DAN PENJELASAN TERHADAP
SURAT KEPUTUSAN MAJLIS ULAMA INDONESIA KOTA TASIKMALAYA
Nomor : 25 / Kep./MUI – Kota – Tsm / VI / 2005

Pendahuluan

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM

الحَـمـــــدُ للهِ الـذي اَ تَـا نـَــــــا بِالوَاحـِـــــدِيـَـةِ بِـفَـضــــلِ رَبِـنَـا
الحَـمــدُ لله ِالصَـلاةُ والسَــــــــلامُ عَـلـَــيكَ وَالال أيـَا خـَــيرَالانــَـا مِ
رَبٌ كَرِيـمٌ وَانتَ ذُو خُلـُق ٍعَظِيــم فاِشفَع لنا فاشفَع لنا عــِندَالكـَرِيـم
يَأ َ يـّهَا الغـَـــــوثُ سَــــــلامُ ا لله عَلــَــيــكَ رَبــــِّـــــــنــِي بِاذن ِالله
وَانـظــُــر الَيَ سـَـــيِّدي بنـَظـــرَةٍ مُوصِــلَةٍ لِلحـَضـــــرَة العـَلِـيــَـــةِ

اما بـعـد

Surat sanggahan , jawaban dan penjelasan ini kami buat untuk menanggapi dan menjelaskan surat keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya tertanggal 21 Jumadal Ula 1426 H / 28 Juni 2005 tentang “ Sebagian Ajaran Yayasan Perjuangan Wahidiyah “, di Kampung Kereteg Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, nomor : 25/Kep./ MUI-Kota – Tsm / VI / 2005, dengan harapan agar MUI Kota Tasikmalaya berkenan meninjau dan mencabut kembali surat keputusannya.

Hal ini semata–mata untuk menjaga citra dan wibawa MUI Kota Tasikmalaya sebagai lembaga agama yang terhormat. Disamping itu, juga bertujuan untuk mengembalikan nama baik Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo (terutama Wahidiyah didaerah Tasikmalaya) yang telah terpuruk dan tercemar dengan adanya keputusan fatwa MUI Kota Tasikmalaya itu.

Masalahnya, setelah kami membaca dan mencermati surat keputusan tersebut, baik dari konsideran maupun isi surat, ternyata masih terdapat banyak kelemahan dan kekeliruan, antara lain :

1. Cara MUI Kota Tasikmalaya dalam menetapkan suatu keputusan yang kurang bagus. Cara Islamkah atau tata cara yang berlaku dinegeri kita tercinta ini. Jika cara Islam, sepertinya Islam tidak demikian, dan kalau tata cara yang berlaku di negeri ini, sepertinya juga tidak.

2. Keputusan yang diambil atau ditetapkan oleh MUI Kota Tasikmalaya, tampaknya terasa kurang adil, karena tidak didahului dengan pengklarifikasian suatu permasalahan.

3. Kurang jelinya MUI Kota Tasikmalaya didalam mempelajari suatu permasalahan. Benarkah yang menjadi sebab kontroversi dan keresahan masyarakat adalah amalan Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya ? Apa bukan faktor politis atau cemburu sosial ?

4. Kurang telitinya MUI Kota Tasikmalaya dalam mempelajari buku – buku Wahidiyah, lebih – lebih dalam memahaminya. Akan tetapi dalam hal ini, kami memakluminya. Karena Wahidiyah bukan seperti sesuatu yang mudah ditangkap dalam waktu sekejap, Ajaran Wahidiyah tergolong kajian atau ajaran tasyawuf, yang tentunya bisa dipahami dan dirasakan jika diamalkan. Kaidah yang populer dalam tasawuf menyebutkan مَنْ لَمْ يَـذُ قْ لَمْ يَـعْـرِفْ “Barang siapa yang tidak merasakan dia tidak tahu, (Siapa yang tidak mengenyam ia tak paham)”.

5. Kemungkinan kurangnya tenaga ahli / spesialis ditubuh MUI Kota Tasikmalaya.

SELENGKAPNYA KLIK :

https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/392870764192570/

------------

SAYYIDII YAA ROSUULALLOH .!

GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN !
http://youtu.be/nvo3-uEBDz0
youtu.be

-------------------

Ahmad Dimyathi  ;
Vary Regar
17/11/2015 16:16
Vary Regar
Assalamualaikum pk yaii...
Mohin ijin bertanyak?
Ada teman saya bertanyak tentang wahidiyah..
Dan ini fatwa muinya...yg di kirim kan nya..
Menurut saya ini kan fatwa mui ygdi tasik malaya..
Mohon pnjelasan nya pk yaii...
Mohin ma'af..seblom nya..trimakasih....
Mungkin dia kirim yg ini..ja ya pk ngk kirim balasan atau jawabnyaa....dari pihak wahidiyah..

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 16:24
Ahmad Dimyathi
WA'ALAIKUM SALAM WR. WB. SIAPA NAMA TEMAN ANDA TSB DMN BERDOMISILI, UDAH PENGAMAL APA BELOM TEMAN ANDA TSB..., INSYA ALLOH TAR SY JELASKAN.... MKSIH JAZAA KUMULLOH.. AMIIN..

Vary Regar
17/11/2015 17:00
Vary Regar
Teman di tbing pk yaii..dan dia ustat juga..
Ya blom.pngamal pk yaii...
Oh iya.bisa kita atasin kok pk yaii..
Krna di tbing kita uda audensi ke kesbang limas.Mui.depag....
Maksih pk yaii....
Uda berbagi..salam ferjuangan daritbing tinggi sumtra utara...

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 17:03
Ahmad Dimyathi
BAIK.. MKSIH JAZAA KUMULLOH..AMIIN..

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 19:30
Ahmad Dimyathi
FAFIRRUU ILALLOH - LARILAH KEMBALI KEPADA ALLOH !
WAHIDIYAH BUKAN ALIRAN SESAT
KEPUTUSAN MUI PUSAT, DI HADIRI BUPATI KAB. CIANJUR DAN KAMENAG.

Oleh : Muhammad Arif - SUBHAN, S.Pd (K. SUBHAN KHOTIB) for DPD RI
Dari Ki Ageng Smile Donk

Penanganan aliran sesat hasil SEMINAR DI GEDUNG KEMENAG KAB. CIANJUR TG 16 APRIL 2015 tentang pengkajian dan dialog tabayun bersama MUI Kab. Cianjur dan Kasat Intel Polres cianjur, LPKPU LEMBAGA PENGKAJIAN KEAGAMAAN PEMERADAYAAN UMAT dan unsur Muspika
BAHWA WAHIDIYAH BUKAN ALIRAN SESAT
KEPUTUSAN MUI PUSAT, DI HADIRI BUPATI KAB. CIANJUR DAN KAMENAG.

Yg sudah DIPUTUSKAN SESAT hanya sebelas :

1. Al Qiyadah
2. Pajajaran Siliwangi
3. Sepilis
4. Ahmadiyah
5. Mahesa kurung
6. Salamulah
7. Satrio Piningit
8. Islam jamaah
9. Syi'ah
10. Darul Arqom
11. Inkar Sunnah

Hari senin, 16 April. 2015, semua MUI kabupaten, kecamatan, dan Ormas Islam, KUA dan anggota Kemenag se- Kabupaten Cianjur, Polres, Bupati Cianjur mengundang narasumber MUI Pusat dan MUI Provinsi untuk menjelaskan aliran-aliran sesat ... Pada kesimpulannya yang tidak termasuk dalam sebelas kategori adalah tidak sesat.

ATURAN MUI untuk memutuskan aliran sesat :

1. Harus ada laporan masyarakat.
2. Ada pengkajian MUI setempat
3. Proses dialog, tabayun bersama unsur Muspika, Camat Kapolsek, Danramil.

Jika belum bisa ditangani, di pasrahkan ke Komisi Fatwa Kabupaten untuk di kaji dan di dalami oleh LPKPU, dan DI SIDANGKAN DENGAN MUI FATWA KABUPATEN.

Saat ada pertemuan saya duduk di kursi paling depan, insyaalloh dimana ada isu wahidiyah di sesatkan saya siap menghadapi kapan pun dan dimanapun....

(oleh Anggota Komisi Fatwa MUI Kab. Cianjur dan Ketua PW Kab. Cianjur)
Komentari :

Amar Maulana Wahidiyah, Muhammad Arif, Al Amin dan 14 lainnya menyukai ini.

Muhammad Arif : Mantab P.Yan... iki sing dibutuhne masyarakat sing jik peteng
8 jam · Suka

Al Amin : Semoga dapat dijadikan referensi untuk menganulir Fatwa MUI Tasikmalaya yang dikeluarkan pada 2007 silam.
8 jam · Telah disunting · Suka · 1

Ki Ageng Smile Donk : Cianjur Tasik tetang bang Al Amin, mgkn bisa di kondisikan oleh pak PW nya nanti
8 jam · Suka · 1

Bintang Putera Sedayu : Di shared yo
8 jam · Suka

Ki Ageng Smile Donk : Monggo, sangat di anjurkan demi kemaslahatan umat
8 jam · Suka · 1

Al Amin : Ya setidaknya dari hasil tabayun itu dijadikan pertimbangan MUI Pusat untuk mengeluarkan rekomendasi kepada MUI Tasikmalaya untuk mencabut Fatwa yang ditudingkan kepada Wahidiyah. Padahal, menurut sejumlah Ketua MUI Pusat pada Rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta 2007 lalu, MUI daerah tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan fatwa, kecuali merekomendasikannya ke MUI Pusat. Tapi, kenyataannya Fatwa MUI Tasikmalaya itu dijadikan alasan untuk menghambat acara Wahidiyah di beberapa daerah di Jawa Barat.
8 jam · Telah disunting · Suka · 1

Ki Ageng Smile Donk : Biasalah bang, ada fulus maka akan mulus2 saja, hehehe... Kesimpulanya, pada prinsipnya kita (Pengamal Wahidiyah) ada digaris yg benar, krn hny persoalan tehnis saja, karena jg mereka MUI yg paham dlm hal ini tdk akan bergerak krn tiada fulus, makanya mereka nyantai...
7 jam · Suka · 1

Al Amin : Untuk kemaslahatan yang jauh lebih besar hal itu perlu diurus, meski harus keluar fulus.
7 jam · Suka — bersama Toni Wilianto, Dhafid Wahyudicky Candra, Ulul Em, dan 38 lainnya.

Batal Suka · Komentari · Matikan Pemberitahuan · Bagikan · Sunting · 4 Juni ·

Anda, Bayi Merangkak, Joko Langlang Buana, Cindy Oktarena Arinta, dan 142 orang lainnya menyukai ini.
6 berbagi
Like · Reply · Feb 26, 2016 4:41pm

Muhammad Idris Al-Furqaani · Pemilik at Computer Service
"memicu polemik di kalangan masyarakat Kota Tebing Tinggi",
Tolong jelaskan masyarakat yang mana?
Like · Reply · Feb 26, 2016 4:48pm

--------------------

Yaa Sayyidi Yaa Rosulalloh, Yaa Sayyidi Yaa Ayyuhal Ghoust !
Catatan Kecil : 387 - KISAH DAN PETUAH INSPIRATIF, FORUM
DISKUSI DAN DIALOG INTERAKTIF, LAYANAN "TANYA JAWAB DAN KONSULTASI.

Kabid Penais Kakanwil Kemenag DKI Jakarta: Sholawat Wahidiyah Menjawab Tantangan Zaman

2 Oktober 2015 MEGAPOLITAN Pos Komentar 7 Views
KLIK DISINI : http://amunisinews.com/kabid-penais-kakanwil-kemenag-dki-j…/

SAMBUTAN: Drs H Sofi'i MA Kabid Penais Kakanwil Kemenag DKI Jakarta, saat memberi sambutan pada Mujahadah Nisfussanah Prov. DKI Jakarta, di GOR Rawabadak, Jakarta Utara, Minggu (27/9) lalu.JAKARTA, AMUNISI –

Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta Drs. H Sofi’i MA menilai kehadiran sholawat Wahidiyah di tengah-tengah masyarakat, sangat tepat. Menurutnya, di Era Globalisasi saat ini, ahlak dan moral (masyarakat) sudah jauh dari (petunjuk) agama, tingkat keimanan sudah jauh dari Allah SWT. Maka, di dalam kondisi semacam ini, yang sangat perlu ditanamkan di hati kita ialah pengamalan ajaran agama dengan baik dan benar.

“Untuk mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar itu, tentunya perlu dituntun oleh guru, ustadz atau mursyid kamil. Dengan tuntunan guru, ustadz atau mursyid kamil maka manusia akan mempunyai ahlak mulia sehingga dapat menjalankan perintah agama secara baik dan benar,” ungkap Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta, pada Mujahadah Nisfussanah jamaah Wahidiyah Provinsi DKI Jakarta, di Rawabadak, Jakarta Utara, minggu (27/09) lalu.

Masih dalam sambutannya, Sofi’i menerangkan, pemerintah melalui kantor Kemenag DKI Jakarta menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah yang diselenggarakan jamaah Wahidiyah DKI Jakarta. Karena, sambungnya, dengan mujahadah kita mendapatkan kesempurnaan ampunan, nikmat, makrifat dan kesempurnaan cinta kasih dari Allah SWT.

”Rasanya sangat tepat kehadiran shalawat Wahidiyah untuk menjawab tantangan zaman yang sudah global saat ini. Hati yang bersih atau kejernihan jiwa bisa muncul pada diri manusia, apabila diri manusia itu mau ber-mujahadah. Untuk makrifat billah wa Rasulihi salallohu alaihi wassalam juga harus dengan mujahadah,” ungkap Sofi’i.

Oleh karena itu, lanjut Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Mujahadah Nisfussanah hari ini, sangat tepat sebagai sarana penjernih hati dan makrifat billah wa rasulihi SAW. “Kalau masyarakat sudah sadar, masyarakat sudah makrifat billah wa Rosulihi SAW, insya Allah negara kita (Indonesia) menjadi negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” imbuhnya berharap.

Hal senada juga disampaikan KH Ibnu Abidin Lc. Pada sesi yang sama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Utara ini berharap agar eksistensi perjuangan Wahidiyah, sangat dirasakan masyarakat.

“Karena itu, mudah-mudahan kehadiran Wahidiyah, terutama di Jakarta, menjadikan nuansa warna sehingga suasana di DKI Jakarta yang panas ini menjadi adem,” harap KH. Ibnu Abidin dalam sambutannya pada Mujahadah Nisfussanah Provinsi DKI Jakarta, baru-baru ini.

Diakui KH Ibnu Abidin kendati dirinya belum ikut mengamalkan sholawat Wahidiyah, namun ia sering memberi dorongan dan motivasi kepada murid-muridnya yang berkenan mengamalkan Sholawat Wahidiyah. Hal tersebut dilakukan Kyai Ibnu didasari atas keyakinannya terhadap keberadaan perjuangan Wahidiyah yang ia peroleh melalui buku-buku maupun tulisan-tulisan (artikel) tentang Wahidiyah.

“Ketika dilihat dari judulnya (nama) saja sholawat Wahidiyah. Kalau sudah bicara sholawat, pasti cinta kepada Rosululloh SAW. Makanya di saat ada murid-murid saya yang ingin bergabung (mengamalkan Wahidiyah) saya katakan, silakan. Maju terus, ikut, itu bagus !” ungkap Ketua MUI yang juga Ketua Jam’iyah Toriqoh Muktabaroh Indonesia (JATMI) Jakarta Utara itu.

Selain itu, Kyai yang mengagumi Mbah KH Abdul Madjid, Muallif (penyusun) sholawatat Wahidiyah, Qoddassalahu Sirrohu, RA, menerangkan menerangkan bahwa amalan sholawat adalah amalan yang paling mudah. Karena tidak perlu ijazah pun sampai (diterima), “Innalloha wa malaaikatahu yusholluna alannabi….(QS: Al-Ahzab: 56),”

Lebih jauh dituturkan Kyai Ibnu, berdasarkan keterangan-keterangan yang diketahuinya bahwa ia meyakini Wahidiyah mempunyai banyak kesamaan tujuan dengan jamiyah toriqoh yang berada di JATMI, yakni untuk wushul (sampai) kepada Allah. “Cuma beda ‘kendaraan’ (sarana) saja,” katanya.

bersambung..............

-----------------

LANJUTAN.............

Dinamika Perjuangan

PENGASUH Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Hadhrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid, Rodhliallohu Anhu, (RA), dalam fatwa dan amanatnya pada Mujahadah Nisfussanah DKI Jakarta, menyampaikan dinamika perjuangan Wahidiyah.

Menurut Kanjeng Romo Kyai RA, perjuangan Wahidiyah yang secara institusi telah terbentuk di hampir seluruh Nusantara, dalam proses perkembangannnya tak luput dari beragam ujian, baik yang terjadi secara internal maupun eksternal. Sepeninggal Mbah KH Abdul Madjid, Muallif (penyusun) sholawatat Wahidiyah, Qoddassalahu Sirrohu, RA, terjadi friksi antarpengamal Wahidiyah dalam menentukan tampuk kepimpinan.

Hal itu, dawuh Kanjeng Romo Kyai, RA, seperti apa yang dialami para Sahabat setelah Rosululloh SAW wafat. Umat mengalami kebingungan siapa yang akan memimpin. Bahkan kala itu (semasa Kekhalifahan Abu Bakar As-Shidiq RA) tidak sedikit Sahabat yang terang-terangan mengaku sebagai nabi, Hindun salah satunya. “Tapi, Alhamdulillah… Sekarang sudah banyak pengamal yang telah kembali kepada (Yayasan) Perjuangan Wahidiyah (Ponpes Kedunglo),” terang Kanjeng Romo Kyai RA.

Sementara ujian secara eksternal Wahidiyah banyak memperoleh hujatan. Bahkan pada tahun 2007 Wahidiyah dinyatakan sesat oleh MUI Tasikmalaya. Tapi, lanjut Kanjeng Romo Kyai RA, dari peristiwa Tasikmalaya itu membuat MUI Pusat membuka mata dengan musyawarah sehingga MUI Pusat (Rakernas MUI 2007, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta) mengeluarkan kebijakan bahwa MUI Daerah tidak diperkenankan mengeluarkan fatwa sesat atau tidak sesat, kecuali hanya membuat rekomendasi kepada MUI Pusat.

Menurut Kanjeng Romo Kyai RA, hal itu dimaksudkan agar MUI daerah tidak membuat keputusan sendiri-sendiri “Hal ini terbukti. MUI Tasikmalaya belum mencabut fatwa sesatnya muncul lagi keterangan dari MUI Cianjur menyatakan Wahidiyah tidak sesat. Namun sayangnya, ketika Wahidiyah dinyatakan tidak sesat, tidak diekspos,” ungkap Pengasuh Perjuangan Wahidiyah.

Kendati demikian. Kanjeng Romo Kyai RA memaklumi karena Wahidiyah masih dianggap lembaga baru sehingga memunculkan kecemburuan politik maupun kecemburuan sosial. Maka dalam kesempatan tersebut Kanjeng Romo Kyai RA meminta kepada MUI melalui Ketua MUI Jakarta Utara agar menilai Wahidiyah secara proporsional. al

Share

---------------------

KLIK https://www.facebook.com/photo.php?fbid=510511269107494&set=pcb.1652342988379108&type=3&theater
Like · Reply · Feb 26, 2016 5:35pm

Ahmad Dimyathi ·
KLIK https://www.facebook.com/photo.php?fbid=510511375774150&set=pcb.1652342988379108&type=3&theater
Like · Reply · Feb 26, 2016 5:36pm

Ahmad Dimyathi ·
KLIK DISINI : Pengamal Sholawat Wahidiyah
www.pengamalwahidiyah.org
Pengamal Sholawat Wahidiyah
Like · Reply · Feb 26, 2016 5:56pm

--------------

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !
KISAH DAH PETUAH

Catatan Kecil 233 : "KESAKSIAN" PARA PENGAMAL SHOLAWAT WAHIDIYAH, APA YANG KAMI PENGAMAL KETAHUI, LAKUKAN DAN RASAKAN DALAM PERJUANGAN WAHIDIYAH -

Sebelumnya Bapak Presiden DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden terpilih RI tahun 2004, Beliau juga mewiridkan “YAA SAYIDII YAA ROSULULLOH”

Cuplikan Tausiyah Beliau Kanjeng Romo K.H Abdul Latif Madjid RA. thn 2008 & 2011

Sholawat Wahidiyah bukan hanya berfaedah menjernihkan hati dan ma’rifat Billah wa Rosuulihi SAW saja, tapi juga diberi faedah yang lain, terutama dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Baik masalah ekonomi, masalah rumah tangga, masalah hutang, masalah pekerjaan, dll masalah.

Maka apabila diantara kita menghadapi kesulitan-kesulitan (masalah-masalah hidup) apa saja dianjurkan memperbanyak membaca “YAA SAYIDII YAA ROSULULLOH” minta di do’akan oleh Kanjeng Rosululloh SAW. kalau hajatnya besar baca 5.000 kali, atau 10.000 kali dalam sekali duduk, boleh selama 40 hari atau lebih. Alhamdulillah berdasarkan laporan dan pengalaman banyak di beri ijabah (Dikabulkan/Memperoleh solusi).
Penuturan Bapak Presiden RI DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, sbb. :

Sewaktu Beliau Kanjeng Romo KH.Abdul Latif Madjid RA. di undang ke istana negara, khusus membicarakan SHOLAWAT WAHIDIYAH. Pak SBY berkata : “Sebetulnya Pak Yahi, saya sebelum menjadi Presiden, sudah mengamalkan “YAA SAYIDII YAA ROSULULLOH”. Pada waktu itu saya pesimis, Jadi Presiden enggak- Jadi Presiden enggak. Setelah itu saya umroh ke Mekah dan langsung ke Madinah, saya sowan ke makom Beliau Kanjeng Rosululloh SAW. Dan saya langsung wirid “YAA SAYIDII YAA ROSULULLOH”, saya bayangkan Kanjeng Nabi SAW hadir di hadapan saya, saya matur dan minta syafaat (pertolongan), Yaa Rosululloh ..............., saya menangis dihadapan Rosululloh SAW. Pada saat itu saya di beri pengalaman spiritual, bertemu dengan Beliau Rosululloh SAW dan saya matur kepada Beliau................., kemudian tersingkap tabir gaib, byar, hilang kosong padang jingglang, gamblang tidak ada apa-apa. Kemudian Alhamdulillah Pak Yahi, saya jadi Presiden .

Ketika Beliau mengatakan kepada saya saat itu, ada Pak Sudi Silalahi, Pak Maftuh Basuni, Pak Hatta Rajasa.
Kemudian Pak SBY menyampaikan terimakasih. Pak SBY bilang sama saya “Sekarang sampeyan minta bantuan apa Pak Yahi, saya bantu”.

Saya bilang “Walaupun saya mlarat, saya tidak minta apa-apa. Saya hanya membawa satu misi. Mengajak sampeyan dekat kepada Alloh SWT wa Rosuulihi SAW dengan cara Wahidiyah, itupun kalau sampeyan mau, kalau tidak mau tidak apa-apa...................21 Januari pukul 9:26 · Suka · 3

Ahmad Dimyathi S Ag ;https://www.facebook.com/photo.php?fbid=356123124546310&set=gm.1480383505561034&type=1&theater
Like · Reply · Feb 26, 2016 6:05pm

Ahmad Dimyathi ·
KLIK DISINI : https://www.facebook.com/groups/1578120242468050/
Like · Reply · Feb 26, 2016 6:29pm

Ahmad Dimyathi ·
KLIK : http://bataktoday.com/bakorpakem-tebing-minta-pertemuan...
Like · Reply · 1 · Feb 26, 2016 10:24pm

Abidin Zainal · Works at Dreamline apparel factory
Mugo2 dang kebukak mata hatine.

-----------------

Yaa Sayyidi Yaa Rosulalloh, Yaa Sayyidi Yaa Ayyuhal Ghoust !
Catatan Kecil : 601 - KISAH DAN PETUAH INSPIRATIF, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

Mungkin dari para pembaca yang budiman sempat menemukan dari Situs atau Blog yang menyebutkan bahwa Sholawat Wahidiyah, Ajaran Wahidiyah dan hal lain yang berhubungan dengan Wahidiyah adalah SESAT ?.

Tanya : Apakah Wahidiyah Sesat ???

Jawab : Sholawat Wahidiyah, Ajaran Wahidiyah dan hal lain yang berhubungan dengan Wahidiyah adalah TIDAK SESAT.

KATA Siapa Wahidiyah Sesat ?.

Biasanya yang berkata Wahidiyah sesat seperrti itu adalah kaum Wahabi Dajjalis dan orang-2 yang belum mengerti apa Wahidiyah itu sebenarnya ?.

Wahabi Dajjalis adalah salah satu faham dlm Islam yang sukanya mereka itu mengatakan kepada sesama muslim lainnya yang tidak sefaham dengannya mereka anggap dan katakan sesat, menyesatkan, bid'ah, kafir, murtad, thoghut, musyrik, tempatnya dineraka, dll. Seperti : Tahlilan, Sholawatan, Ziarah Kubur, Selamatan dll. mereka anggap semuanya itu amalan bid'ah dan sesat ?. Dengan alasan Nabi SAW tidak pernah melakukan amalan persis seperti itu !.

KLIK DISINI :
https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/392870764192570/

KLIK DISINI : https://www.facebook.com/groups/1578120242468050/permalink/1654492271497513/

KLIK DISINI : SAYYIDII YAA ROSUULALLOH .!
GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN !
http://youtu.be/nvo3-uEBDz0
youtu.be

------------

DISINI PERLU KAMI SAMPAIKAN SEBAGIAN Tanya Jawab Ttg Pengamalan Sholawat Wahiidiyah dan Ajaran Wahidiyah sebagai penjelasan dan jawaban hal tersebut diatas.

Tanya :

Apa dasar pengamalan Sholawat Wahidiyah selama 40 atau 7 hari ?

Jawab :

Batasan 40 atau 7 hari pengamalan Sholawat Wahidiyah adalah mengikuti / itba’ kepada beliau Rosul SAW dalam tachanus (beraudensi) dalam gua Qiro’ selama 40 hari.

Dan dalam kitab Shoheh Bukhori juz 4 disebutkan bahwasannya paling sedikitnya kholwah (audensi) yang pertama adalah 3 hari, kemudian 7 hari, kemudian 1 bulan sesuai dengan jejak nabi SAW. Adapun 40 hari adalah keseluruhan hari yang dicapai Nabi SAW dalam gua Qiro’.

Nabi SAW bersabda :

ما من عبد يخلص لله العمل اربعين يوما الا ظهرت ينابيع الحكمة من قلبه على لسانه (رواه ابن العدى وابن الجوزى عن ابى موسى الاشعرى

“Tidak ada seorang hamba yang ihlas mengerjakan amal karena Alloh selama 40 hari kecuali akan muncul pancaran nur-nur hikmah dari hati sampai ke lisannya”. (HR. Ibnul Addy dan Ibnul Juuzy dari Abi Musa Al-Asyary)

Rosul SAW bersabda :

تمام الرباط اربعون يوما (رواه الطبرانى عن ابى أمامة)

“Kesempurnaan ribad (pertalian/persambungan) itu selama 40 hari”.

Alloh SWT berfirman :

ووعدنا موسى ثلاثين ليلة وأتممناها بعشر فتم ميقات ربه اربعين ليلة (الاعراف 142)

“Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberi Taurat) sesudah berlaku waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam”. (Al-A’rof 142)

Tanya :

Apakah Sholawat Wahidiyah boleh diamalkan oleh siapa saja ?

Jawab :

Sholawat Wahidiyah dan ajarannya boleh diamalkan oleh siapa saja; baik laki-laki, perempuan, tua, muda dan sebagaianya. Karena Sholawat Wahidiyah dan ajarannya telah diijazahkan secara umum dan mutlak oleh muallifnya (penyusun) yaitu Al Mukarrom Romo Kyahi Hajji Abdoel Madjid Ma’roef untuk diamalkan oleh siapa saja tanpa pandang bulu dan golongan. Maka barangsiapa yang telah mendapatkan Sholawat Wahidiyah dari manapun, boleh diamalkannya, bahkan sangat dianjurkan untuk disebar luaskan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dengan ihlas tanpa pamrih dan dengan bijaksana.

Tanya :

Apakah Sholawat Wahidiyah itu mempunyai sanad mutasil sebagaimana Thoriqoh Mu’tabaroh yang ada gurunya dari ahli silsilah ?

Jawab :....................................................................................

TIDAK..!. KLIK : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=544674009024553&set=gm.1686962381583835&type=3&theater
Like · Reply · 1 · Feb 26, 2016 11:09pm

Ahmad Dimyathi ·
06 Sambutan Perwakilan Kementrian Agama - Mujahadah Nisfusannah DKI 2015

KLIK : https://www.youtube.com/watch?v=3NexSfJORpM...
Like · Reply · Feb 26, 2016 11:20pm

Ahmad Dimyathi ·
07 Sambutan Perwakitan MUI DKI Jakarta - Mujahadah Nisfusannah DKI 2015

KLIK : https://www.youtube.com/watch?v=w9pyQcyr7jA...
Like · Reply · Feb 26, 2016 11:21pm

Ahmad Dimyathi ·
Pembinaan Mental Spiritual Masyarakat, Wagub Jatim (Gus Ipul): Wahidiyah Patut Menjadi Contoh

5 November 2015 NASIONAL Pos Komentar 3 Views

Gus Ipul OkeKEDIRI, AMUNISI – Wakil Gubernur Jawa Timur Saefullah Yusuf (Gus Ipul) kagum dan sangat apresiatif terhadap jamaah Wahidiyah. Menurutnya Wahidiyah mempunyai kontribusi yang sangat luar biasa bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Hal tersebut diungkap Gus Ipul kepada AMUNISI usai menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati HUT Sholawat Wahidiyah sekaligus Haul Mbah KH. Mohammad Makruf, di Ponpes Kedunglo, Kota Kediri, Minggu (1/11) malam.

Orang nomor dua di Jawa Timur itu menilai jamaah Wahidiyah mempunyai kedisiplinan yang tinggi saat mengikuti acara (Mujahadah Kubro). Mereka sangat disiplin, konsentrasi, dan tertib sehingga semua yang hadir, sejak awal hingga akhir, mengikuti acara ini dengan khusyuk. “Inilah yang menurut saya sesuatu yang bisa kita jadikan contoh. Bisa dijadikan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa tertib, kita bisa khusyuk dan bisa tepat waktu,” ungkapnya.

Sebagai pejabat pemerintah Gus Ipul merasa sangat bersyukur dengan adanya kegiatan mujahadah semacam ini. “Bagi saya yang berada di pemerintahan sangat bersyukur dengan adanya majelis-majelis (dzikir) seperti ini. Dimana saat melakukan permohonan (mujahadah) mereka tidak hanya mendoakan semua yang hadir atau untuk dirinya sendiri melainkan untuk semua keluarga, umat, masyarakat, pejabat negara dan bangsa,” terang Gus Ipul.

Bahkan, lanjutnya, orang yang tidak datang pun ikut didoakan sehingga orang yang didoakan itu pun tidak tahu kalau dirinya didoakan. Di samping itu, masih kata Wabup Jatim, sebagaimana disampaikan Kanjeng Romo Kyai tadi (fatwa dan amanat), kalau ada sesuatu terjadi (kerusakan bangsa), kita (jamaah Wahidiyah) ikut salah karena kurang bersungguh-sungguh dalam berdoa (mujahadah). “Jadi, ajakan (Wahidiyah) di dalam majelis ini, merupakan suatu kontribusi yang sangat berarti bagi masyarakat, terutama dalam pembangunan bangsa,” imbuhnya.

Diakui Gus Ipul perkebangan Wahidiyah dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan, baik secara kuwantitas maupun kuwalitas. Secara kuwantitas jamaahnya terus semakin meningkat dan bertambah banyak. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang tidak tertampung di arena hingga memenuhi jalan-jalan raya yang telah dilengkapi infocus (layar lebar) oleh panitia. “Kalau kita lihat di jalan-jalan pun penuh. Ini karena jamaahnya sangat banyak sampai tidak muat,” katanya.

SELANJUTNYA KLIK .................: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=520110601480894&set=gm.1661392320807508&type=3&theater

---------------------

Sambutan atas nama ketua MUI kota Depok yang disampaikan oleh bapak ust. DR. Ahmad Nawawi, MA.

KLIK : https://www.youtube.com/watch?v=LU9-X48sSis&feature=youtu.be
Like · Reply · Feb 26, 2016 11:37pm

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
Sambutan wakil Gubernur Jawa Timur pada acara mujahadah kubro gelombang bapak bapak

KLIK : https://www.youtube.com/watch?v=Ae2U57xISbc...
Like · Reply · Feb 26, 2016 11:44pm

Atok Prayogi Ayahe Verza · Kuli at Nguli Bangunan
Trima kasih bataktoday,,kamu telah menyiarkan dan membesarkan wahidiyah dengan caramu,,,
Yaa sayyidii yaa rosulalloh,,,
Yaa sayyidii yaa ayyuhalghouts,,,,,,
Fafirru ilalloh
Like · Reply · Feb 27, 2016 3:34am

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
KLIK : http://www.dnaberita.com/berita-15525-warga-mabar-hilir...
Like · Reply · Feb 29, 2016 6:56pm

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
Warga Mabar Hilir Bersholawat Wahidiyah
Home / Headline / Warga Mabar Hilir Bersholawat Wahidiyah

Warga Mabar Hilir Bersholawat Wahidiyah Warga Mabar Hilir Bersholawat Wahidiyah(DNABERITA.com)

MEDAN DELI | DNA – Ribuan warga melakukan doa bersama Mujahadah Nisfussanah Sholawat Wahidiyah di lapangan bola Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Doa langsung dipimpim oleh pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Kediri Jawa Timur.

KH Abdul Latief Majid sebagai pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Kediri pada kesempatan itu menyampaikan perjuangan Wahidiyah khususnya di Provinsi Sumatera Utara yang telah berkembang dibeberapa kabupaten dan kota diantaranya: Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi dan Batubara." Wahidiyah tidak berpolitik maupun membentuk organisasi. Mazab Wahidiyah adalah Ahlusunah Wal Jamaah. Jadi Wahidiyah cepat berkembang kemana-mana," tutur KH Abdul Latif Majid.

Lebih lanjut, KH Abdul Latief Majid menyampaikan bahwa ibadah harus mutlak dilakukan sehari semalam untuk memenuhi apa yang dikehendaki Allah dan sesuai dengan tuntunan Alqur'an serta sabda Rasulallah.

"Untuk bisa menerapkan ini ada tuntunannya yaitu semua perbuatan dengan niat ibadah kepada Allah. Dengan begitu kita akan terbebas dari rasa sirik ubudiah. Karena Allah paling benci dengan dosa sirik jadi kita murni ibadah karena Allah," beber KH Abdul Latief Majid.Sabtu (27/02/2016).

Terpisah, KH Rahmat Sukir menegaskan bahwa Sholawat Wahidiyah yang dipelopori oleh KH Abdul Majid Makruf dan disiarkan mulai awal tahun 1963 dan akhirnya menyebar ke seluruh tanah air bahkan ke luar negeri seperti Brunai, Malaysia, Thailand, Arab Saudi dan lainnya adalah merupakan suatu amalan. Wahidiyah juga sudah tercatat pada Kemenkumham dan Bakorpakem Jawa Tahun 1979 dinyatakan tidak bertentangan dengan ajaran agama serta pemerintah dan dapat diterima di kelembagaan maupun masyarakat diseluruh tanah air.

"Sholawat ditujukan agar memahami kedudukan serta keagungan Rasulullah SAW. Siapa yang tekun bersholawat akan mudah memahami Rasulullah. Untuk memahaminya haruslah tekun bersholawat," ucap KH Rahmat Sukir.(Gus/Mdl).

KLIK : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=560689144089706&set=gm.1703150329965040&type=3&theater
Like · Reply · Feb 29, 2016 6:59pm

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
Ucapan selamat dan sukses Mujahadah Nisfusannah prov. Jambi dari Bupati Merangin — bersama Huri Mas Huri, Eko Agus Prasetyo dan Achmad Chotib di Kota Merangin Bangko.

KLIK : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10207834154987471&set=a.1417081222710.59979.1102994078&type=3&theater
Like · Reply · Feb 29, 2016 7:12pm

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
KLIK : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=561021330723154&set=a.111080522383906.20106.100004458751877&type=3&theater
Like · Reply · Mar 1, 2016 3:56pm

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
FAFIRRUU ILALLOH - LARILAH KEMBALI KEPADA ALLOH !
Catatan Kecil : 688 - KISAH DAN PETUAH INSPIRATIF, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

VIDEO Seluruh rangkaian acara SAFARI MUJAHADAH NISFUSANNAH SUMATERA - BANTEN 2016 dapat di tonton disini ...

Oleh Muhammad Fauzi Murtadlo bersama Ahmad Dimyathi

KLIK DISINI : https://www.youtube.com/playlist...
[22:32, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: Yaa Sayyidi Yaa Rosulalloh, Yaa Sayyidi Yaa Ayyuhal Ghoust !
Catatan Kecil : 387 - KISAH DAN PETUAH INSPIRATIF, FORUM
DISKUSI DAN DIALOG INTERAKTIF, LAYANAN "TANYA JAWAB DAN KONSULTASI.

Kabid Penais Kakanwil Kemenag DKI Jakarta: Sholawat Wahidiyah Menjawab Tantangan Zaman

2 Oktober 2015 MEGAPOLITAN Pos Komentar 7 Views
KLIK DISINI  :  http://amunisinews.com/kabid-penais-kakanwil-kemenag-dki-jakarta-sholawat-wahidiyah-menjawab-tantangan-zaman/


SAMBUTAN: Drs H Sofi'i MA Kabid Penais Kakanwil Kemenag DKI Jakarta, saat memberi sambutan pada Mujahadah Nisfussanah Prov. DKI Jakarta, di GOR Rawabadak, Jakarta Utara, Minggu (27/9) lalu.JAKARTA, AMUNISI –

Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta Drs. H Sofi’i MA menilai kehadiran sholawat Wahidiyah di tengah-tengah masyarakat, sangat tepat. Menurutnya, di Era Globalisasi saat ini, ahlak dan moral (masyarakat) sudah jauh dari (petunjuk) agama, tingkat keimanan sudah jauh dari Allah SWT. Maka, di dalam kondisi semacam ini, yang sangat perlu ditanamkan di hati kita ialah pengamalan ajaran agama dengan baik dan benar.

“Untuk mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar itu, tentunya perlu dituntun oleh guru, ustadz atau mursyid kamil. Dengan tuntunan guru, ustadz atau mursyid kamil maka manusia akan mempunyai ahlak mulia sehingga dapat menjalankan perintah agama secara baik dan benar,” ungkap Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta, pada Mujahadah Nisfussanah jamaah Wahidiyah Provinsi DKI Jakarta, di Rawabadak, Jakarta Utara, minggu (27/09) lalu.

Masih dalam sambutannya, Sofi’i menerangkan, pemerintah melalui kantor Kemenag DKI Jakarta menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah yang diselenggarakan jamaah Wahidiyah DKI Jakarta. Karena, sambungnya, dengan mujahadah kita mendapatkan kesempurnaan ampunan, nikmat, makrifat  dan kesempurnaan cinta kasih dari Allah SWT.

”Rasanya sangat tepat kehadiran shalawat Wahidiyah untuk menjawab tantangan zaman yang sudah global saat ini. Hati yang bersih atau kejernihan jiwa bisa muncul pada diri manusia, apabila diri manusia itu mau ber-mujahadah. Untuk makrifat billah wa Rasulihi salallohu alaihi wassalam juga harus dengan mujahadah,” ungkap Sofi’i.

Oleh karena itu, lanjut Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Mujahadah Nisfussanah hari ini, sangat tepat sebagai sarana penjernih hati dan makrifat billah wa rasulihi SAW. “Kalau masyarakat sudah sadar, masyarakat sudah makrifat billah wa Rosulihi SAW, insya Allah negara kita (Indonesia) menjadi negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” imbuhnya berharap.

Hal senada juga disampaikan KH Ibnu Abidin Lc. Pada sesi yang sama Ketua Majelis Ulama Indonesia  (MUI) Kota Administrasi Jakarta Utara ini berharap agar eksistensi perjuangan Wahidiyah, sangat dirasakan  masyarakat.

“Karena itu, mudah-mudahan kehadiran Wahidiyah, terutama di Jakarta, menjadikan nuansa warna sehingga suasana di DKI Jakarta yang panas ini menjadi adem,” harap KH. Ibnu Abidin dalam sambutannya pada Mujahadah Nisfussanah Provinsi DKI Jakarta, baru-baru ini.

Diakui KH Ibnu Abidin kendati dirinya belum ikut mengamalkan sholawat Wahidiyah, namun ia sering memberi dorongan dan motivasi kepada murid-muridnya yang berkenan mengamalkan Sholawat Wahidiyah. Hal tersebut dilakukan Kyai Ibnu didasari atas keyakinannya terhadap keberadaan perjuangan Wahidiyah yang ia peroleh melalui buku-buku maupun tulisan-tulisan (artikel) tentang Wahidiyah.

“Ketika dilihat dari judulnya (nama) saja sholawat Wahidiyah. Kalau sudah bicara sholawat, pasti cinta kepada Rosululloh SAW. Makanya di saat ada murid-murid saya yang ingin bergabung (mengamalkan Wahidiyah) saya katakan, silakan. Maju terus, ikut, itu bagus !” ungkap Ketua MUI yang juga Ketua Jam’iyah Toriqoh Muktabaroh Indonesia (JATMI) Jakarta Utara itu.

Selain itu, Kyai yang mengagumi Mbah KH Abdul Madjid, Muallif (penyusun) sholawatat Wahidiyah, Qoddassalahu Sirrohu, RA, menerangkan  menerangkan bahwa amalan sholawat adalah amalan yang paling mudah. Karena tidak perlu ijazah pun sampai (diterima), “Innalloha wa malaaikatahu yusholluna alannabi….(QS:  Al-Ahzab: 56),”

Lebih jauh dituturkan Kyai Ibnu, berdasarkan keterangan-keterangan yang diketahuinya bahwa ia meyakini Wahidiyah mempunyai banyak kesamaan tujuan dengan jamiyah toriqoh yang berada di JATMI, yakni untuk wushul (sampai) kepada Allah. “Cuma beda ‘kendaraan’ (sarana) saja,” katanya.



Dinamika Perjuangan

PENGASUH Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Hadhrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid, Rodhliallohu Anhu, (RA), dalam fatwa dan amanatnya pada Mujahadah Nisfussanah DKI Jakarta, menyampaikan dinamika perjuangan Wahidiyah.

Menurut Kanjeng Romo Kyai RA, perjuangan Wahidiyah yang secara institusi telah terbentuk di hampir seluruh Nusantara, dalam proses perkembangannnya tak luput dari beragam ujian, baik yang terjadi secara internal maupun eksternal. Sepeninggal Mbah KH Abdul Madjid, Muallif (penyusun) sholawatat Wahidiyah, Qoddassalahu Sirrohu, RA, terjadi friksi antarpengamal Wahidiyah dalam menentukan tampuk kepimpinan.

Hal itu, dawuh Kanjeng Romo Kyai, RA, seperti apa yang dialami para Sahabat setelah Rosululloh SAW wafat. Umat mengalami kebingungan siapa yang akan memimpin. Bahkan kala itu (semasa Kekhalifahan Abu Bakar As-Shidiq RA) tidak sedikit Sahabat yang terang-terangan mengaku  sebagai nabi, Hindun salah satunya. “Tapi, Alhamdulillah… Sekarang sudah banyak pengamal yang telah kembali kepada (Yayasan) Perjuangan Wahidiyah (Ponpes Kedunglo),” terang Kanjeng Romo Kyai RA.

Sementara ujian secara eksternal Wahidiyah banyak memperoleh hujatan. Bahkan pada tahun 2007 Wahidiyah dinyatakan sesat oleh MUI Tasikmalaya. Tapi, lanjut Kanjeng Romo Kyai RA, dari peristiwa Tasikmalaya itu membuat MUI Pusat membuka mata dengan musyawarah sehingga MUI Pusat (Rakernas MUI 2007, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta) mengeluarkan kebijakan bahwa MUI Daerah tidak diperkenankan mengeluarkan fatwa sesat atau tidak sesat, kecuali hanya membuat rekomendasi kepada MUI Pusat.

Menurut Kanjeng Romo Kyai RA, hal itu dimaksudkan agar MUI daerah tidak membuat keputusan sendiri-sendiri “Hal ini terbukti. MUI Tasikmalaya belum mencabut fatwa sesatnya muncul lagi keterangan dari MUI Cianjur menyatakan Wahidiyah tidak sesat. Namun sayangnya, ketika Wahidiyah dinyatakan tidak sesat, tidak diekspos,” ungkap Pengasuh Perjuangan Wahidiyah.

Kendati demikian. Kanjeng Romo Kyai RA memaklumi karena Wahidiyah masih dianggap lembaga baru sehingga memunculkan kecemburuan politik maupun kecemburuan sosial. Maka dalam kesempatan tersebut Kanjeng Romo Kyai RA meminta kepada MUI melalui Ketua MUI Jakarta Utara agar menilai Wahidiyah secara proporsional. al

Share