Wednesday, February 1, 2017

Tangis Dalam Mujahadah A. Tafaakur Dan ‘Ibrah. 1. Masyarakat memiliki pemimpin yang berilmu luas serta bertaqwa kepada Allah Swt merupakan pintu menuju kebahagiaan dan kedamaian. Dan jika masyarakat dipimpin oleh yang bodoh dan lagi durhaka akan terbawa kedalam kehancuran. Sebagaimana yang tercermin dalam sabda Rasulullah Saw : أَفَةُ الدِيْنِ ثَلاَثَةٌ فَقِيْهٌ فَاجِرٌ وَإِمَامٌ جَائِرٌ وَمُجْتَهِدٌ جَاهِلٌ Afat agama ada tiga : ahli fiqh yang durhaka, imam yang tidak adil dan mujtahid (orang menafsiri Qur’an dan hadis) yang bodoh. Rasulullah Saw bersabda : إِنَّ أَخْوَفَ مَاأَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيْمُ اللِسَانِ. : Sesungguhnya yang paling aku takuti dari sesuatu yang aku takutkan pada ummatku, adalah orang munafiq yang alim lisannya. Dan dalam hadis lainnya, Rasulullah Saw bersabda : أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي ثَلاَثًا زِلَّةُ عَالِمٍ وَجَدَالُ مُنَافِقٍ بِالْقُرْآنِ وَالتَكْذِيْبِ بِالقَدَرِ. Aku menakutkan tiga perkara terhadap ummatku : hilangnya orang alim, perdebatannya orang munafiq tentang al-Qur’an dan pendustaan terhadap taqdir. 2. Seseorang, masih dikelompokkan kedalam golongan orang munafik, selama malas mendirikan shalat, suka berbuat riya’/ tidak ikhlas (tidak didasari LILLAH BILLAH, dalam istilah Wahidiyah) ketika beribadah, serta sangat sedikit waktu yang digunakan untuk ingat kepada Allah Swt. Firman Allah Swt : إنَّ المُنَافِقِينَ يُخَادُعُونَ اللهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَلاَةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاؤنَ النَاسَ وَلاَيَذْكُرُونَ اللهَ إلاَّ قَلْيلاً Sesungguhnya orang-orang munafiq (ingin) menipu Allah, (tapi) Allah-lah yang akan (membalas) tipudaya mereka. Dan ketika mendirikan shalat, mereka mendirikannya dengan malas, serta memperlihatkan (ibadahnya) kepada manusia. Dan mereka tidak ingat kepada Allah kecuali sedikit. (Qs. an-Nisa’ : 142). Bahkan dalam surat at-Taubah ayat 54, dijelaskan bahwa malas mendirikan shalat termasuk sifat dari orang kafir kepada Allah dan rasul-Nya. إِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللهِ وَبِرَسُولِهِ وَلاَيأْتونَ الصَلاَةَ إِلاَّ وَهُمْ كُسَالَى وَلاَ يُنْفـقُونَ إِلاَّ وَهُمْ كَارِهُونَ Sesungguhnya mereka yang kafir dengan Allah (billah) dan dengan rasul-Nya (birrasul), dan mereka tidak mengerjakan shalat kecuali dengan malas, dan tidak menginfaqkan hartanya kecuali dengan terpaksa. Dalam surat al-Ma’un, juga dijelaskan bahwa orang yang tidak sungguh-sungguh dalam mendirikan shalat akan ditempatkan dalam neraka wail. فَوَيلٌ لِلْمُصَلِّيْنَ. الذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ. الذِيْنَ هُمْ يُرَاءُونَ. وَيَمْنَعُونَ الماعُونَ Neraka wail diperuntukkan bagi orang yang shalat. (yaitu) orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’. Dan mereka enggan menolong dengan barang yang dibutuhkan masyarakat. 3. Tidak terjebak oleh kehidupan duniawi, sadar kembali kepada Allah Swt dan mempersiapkan bekal kematian sebelum datangnya kematian merupakan tanda-tanda pokok bagi orang yang jiwanya dikuasai cahaya ke-Tuhan-an. Rasulullah Saw bersabda: إِنَّ النُوْرَ إِذَا دَخَلَ القَلْبَ انْتسَحَ وَانْشَرَحَ. فَقِيْلَ : يَارَ سُولَ اللهِ هَلْ لِذَالِكَ مِنْ عَلاَمَاتِ يُعْرَفُ بِهَا فَقَالَ : التَجَافَى عَنْ دَارِالغُرُورِ, وَالإِنَابَة إِلَى دَارِالخُلُودِ, وَالإَسْتِعْدَادِ لِلْمَوْتِ فَبْلَ نُزُولِ المَوْتِ Sesungguhnya “nur”(Ilahiyah) ketika telah masuki hati, maka Allah melebarkan hatinya. Kemudian ditanyakan : Wahai Rasulullah untuk hal tersebut, adakah tanda-tanda untuk mengetahuinya?. Rasulullah menjawab : berpaling dari kehidupan duniawi yang menipu dan kembali (inaabah) kepada rumah abadi (Allah) serta mempersiapkan mati sebelum kematian. 4. Dapat menangis ketika dzikir kepada Allah Swt, merupakan tanda-tanda dari orang yang mendapatkan perlindungan-Nya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : الإمَامُ العَادِلُ, وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبِادَةِ رَبِّهِ, وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ, وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ, وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ, وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَتَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ, وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ. Tujuh kelompok manusia, Allah akan memayunginya dalam payung-Nya pada hari yang sudah tidak ada payung kecuali payung-Nya : 1) Imam yang adil. 2) Remaja yang bersemangat tinggi dalam mengabdi kepada Tuhannya. 3) Lelaki yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. 4) Dua lelaki yang saling mendekati dalam urusan agama Allah. Mereka berkumpul dan berpisah diatas agama-Nya. 5) Lelaki yang dirayu oleh wanita yang memiliki kedudukan atau harta serta memiliki kecantikan, tetapi ia menjawab : Sungguh aku takut kepada Allah. 6) Seseorang yang bersedekah dengan rahasia, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan tangan kanannya. 7) Seseorang yang dzikir kepada Allah dalam kesunyian, kemudian mengalir air matanya. B. Sebab-Sebab Menangis Kebutaan hati kita terhadap kemurkaan Allah Swt terhadap dosa-dosa diri serta kelalaian dari memikirkan azab yang pedih diakhirat, menyebabkan seseorang tidak memiliki rasa susah padahal diri banyak dosa. Dan jika sekiranya, mukmin mengetahui sebagaimana yang diketahui oleh Rasulullah Saw, niscaya mudah menangis dan malu kepada-Nya. Rasulullah Saw bersabda (diriwayatkan dari sahabat Anas Ibn Malik Ra) : لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَاأَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرًا. قَالَ: فَغَطَّى أَصْحَاب رَسُولِ اللهِ صلى اللهُ عَليهِ وَسَلَّمَ وُجُوهَهُم لَهُمْ خَنِيْنٌ Jika kamu semua mengetahui seperti apa yang aku ketahui, pasti kamu semua sedikit tertawa dan banyak menangis. Sahabat Anas berkata : Kemudian semua sahabat Rasulullah Saw menyembunyikan wajahnya (karena malu), dan menangis bersenggukan. Dan dalam hadis lain (kitab As-Syifa-nya Syeh Abul Fadlol ‘Iyadl) terdapat penambahan redaksi : لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَاأَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرًا وَمَا تَلَذَّ ذْتُمْ بِالنِسَاءِ, وَلَخَرَجْتُمْ إِلَى الصَعَدَا تِ تَجْأَرُونَ إِلَى اللهِ Dan kamu semua tidak terlalu berpuas-puas dengan wanita ditempat tidur, dan pasti kamu semua keluar menuju tempat yang ramai, kemudian kamu mengeraskan suara (untuk menangis). Arti kata ( الصُعَدَاتِ = as-sha’adaat), adalah : jalan atau tempat yang ramai dan yang banyak dilewati manusia, sehingga manusia dapat ikut bertaubat dan menangis kepada Allah Swt. Sedangkan asal arti kata taj-aruun adalah : agak mengeraskan suara (menangis dengan suara yang dapat didengar oleh banyak orang). HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah Ibn Umar Ra, Rasulullah Saw bersabda : لاَتَدْخُلُوا عَلَى هَؤُلاَءِ المُعَذَّبِيْنَ إِلاَّ أَنْ تَكُونُوا بَاكِيْنَ, فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا بَاكِيْنَ فَلاَ تَدْخُلُواعَلَيْهِمْ لاَيُصِيْبُكُمْ مَاأَصَابَهُمْ. Janganlah kamu semua masuk kedalam lingkungan orang-orang yang berbuat dosa, kecuali kamu menangis. Jika kami tidak menangis, janganlah kamu memasukinya, kamu tidak akan mendapatkan musibah seperti yang menimpa mereka. Rasulullah Saw bersabda : مَنْ ذَكَرَ اللهُ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ حَتَّى يُصِيْبَ الأَرْضُ مِنْ دُمُوعِـهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ Barang siapa yang ingat kepada Allah kemudian mengalir airmatanya dari takut kepada Allah hingga bumi kejatuhan airmatanya, maka Allah tidak akan menyiksanya dihari kiamat Diriwayatkan dari Bakir Ibn Abdullah al-Asyaj, Rasulullah Saw bersabda : أللهُمَّ ارْزُقْنِي عَيْنَيْنِ هَطَالَتَانِ Ya Allah, berilah aku dua mata yang mudah menangis. Hal ini tercermin dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Abdullah Ibn Mas’ud Ra, Rasulullah Saw bersabda : إِنَّ المُؤْمِنُ يَرَى ذَنُوْبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلِ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ وَإِنَّ الفَاجِرَ يَرَى ذَنُـوبَهُ كَـذُبَابِ مَرَّ عَلَى أَنْـفِهِ Sesungguhnya orang yang beriman adalah (orang) yang dapat melihat dosa-dosanya bagaikan orang yang duduk dibawah gunung, dia takut akan kejatuhan gunung. Sedang orang yang durhaka, dalam melihat dosa-dosanya bagaikan orang melihat lalat yang menempel diatas hidungnya dan yang mudah diusir. Menangis merupakan gejala dan fenomena psikologis (peristiwa kejiwaan). Setiap manusia pernah mengalami menangis. Baik ketika bayi, masa kanak-kanak, dewasa menjadi remaja, ketika sudah menjadi orang tua bahkan menjadi nenek-nenekpun bisa menangis. Motifasi (dorongan) menangis itu bisa terjadi dari berbagai macam sebab. Tangisan bayi merupakan bahasa untuk memberi tahukan keadaan dirinya dan apa yang dibutuhkan; lapar, haus, badan terasa kotor, terkena pipis, badan tidak enak/ sakit dan sebagainya. Rasulullah Saw mengabarkan bahwa; tangisan bayi yang baru lahir, dikarenakan disentuh oleh setan. Sedangkan tangis bayi sampai umur 4 tahun adalah merupakan istighfar permohonan magfirah atas dosa kedua orang tuanya. Orang yang susah karena mengalami musibah atau penderitaan yang berat seperti sakit, kematian sanak famili, kehilangan kekasih, kehilangan harta benda dan sebagainya bisa menangis. Orang yang terlalu senang dan gembira juga bisa menangis. Terlalu takut kepada sesuatu juga bisa menangis. Pokoknya, menangis dapat selalu terjadi dalam situasi dan kondisi yang bermacam-macam, selama fikiran masih normal. Orang gila atau orang yang tidak normal otaknya tidak bisa menangis. Kalaupun kedengaran suara dia menangis, tidak keluar air mata, sebagaimana tangisnya orang yang masih normal fikirannya. Jelaslah bahwa dorongan menangis itu datang dari jiwa diri orang yang menangis itu sendiri, karena adanya sentuhan jiwa atau rangsangan batin. Tangis tidak bisa diada-adakan atau dipaksakan dari luar tanpa ada sesuatu yang merangsang menyentuh kedalam jiwa. Begitu juga kita tidak dapat memberhentikan orang yang sedang menangis begitu saja. Bagaimanapun usaha kita, dengan kekerasan sekalipun, kita tidak dapat menahan orang jangan menangis atau supaya berhenti menangis. Tangis itu akan berhenti dengan sendirinya juga telah datang “sesuatu“ yang merangsang jiwanya, yang meredakan kegoncangan batinnya. Usaha menahan tangis dari luar, hanya sekedar membantu proses datangnya “sesuatu“ yang menentramkan kegoncangan jiwa tadi. Jadi juga ada manfaatnya. Dan memang harus diusahakan oleh orang-orang yang ada di sekeliling orang yang sedang mengalami kegoncangan jiwa seperti itu. Didalam Mujahadah Wahidiyah, banyak kita jumpai dan bahkan sering kita sendiri mengalami menangis. Dalam pada itu sering kita menangis tidak mengetahui sebab-sebabnya. Tahu-tahu menangis begitu saja tanpa ada sebab. Tetapi pada satu tempo kita mencoba mengusahakan dan memaksakan diri kita untuk bisa menangis, tetapi itu juga tidak berhasil bisa menangis, walaupun dalam keadaan mujahadah sekalipun. Begitu juga pernah terjadi bahwa pada satu tempo ketika bermujahadah kita tidak dapat menguasai diri dari menangis, tidak mampu mengendalikan tangis sampai tercetus suara jeritan-jeritan yang keras. Mengapa begitu ?. Jawabnya yang tepat : Allahu A’lam. Kemampuan rasio tidak mampu mengadakan pendekatan-pendekatan, lebih-lebih membuat analisa rasional. Menangis, sangat berkaitan dengan kepekaan atau sensitifitas jiwa terhadap sesuatu yang ditangisi atau disesali. Sebagai misal, ditengah-tengah masyarakat terdapat seseorang yang cepat dan mudah merasa malu serta menyesal dengan kesalahan yang sederhana atau sedikit. Namun ada juga seseorang yang memiliki kesalahan yang cukup banyak dan berat, namun tidak memiliki malu dengan tetangga lingkungan, tidak ada penyesalan, bahkan bangga dengan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Diantara manusia; ada yang memiliki rasa belas kasihan kepada kaum yang lemah, kaum yang tertindas, dan kemudian membela dan memperjuangkannya. Namun ada juga seseorang yang tidak memiliki perhatian dan keprihatinan sama sekali terhadap kaum tersebut. Rasa kasihan dan ingin membela kaum yang lemah, keprihatinan terhadap dekadensi moral, atau memiliki rasa malu tentang kesalahan diri, baik kepada diri sendiri, kepada ummat masyarakat, lebih-lebih kepada Allah Swt wa Rasulihi Saw, tidak berkaitan dengan keintelektualan seseorang, tapi berkaitan dengan kepekaan jiwa. Demikian pula kepada Allah Swt, diantara mukmin ada yang mudah memiliki rasa malu dan benar-benar takut kepada Allah Swt dengan kesalahan ringan (dosa kecil) apalagi dosa besar, dan kemudian menyesal dan menagis serta sungguh-sungguh bertaubat. Dan ada juga diantara mukmin yang mengerti jika dirinya banyak dosa, penuh kesalahan dan sangat sedikit kebaikannya, akan tetapi hatinya tidak memiliki rasa malu apalagi takut kepada Allah Swt. Jelasnya, menangis kepada Allah Swt berkaitan sekali dengan kepekaan jiwa seseorang terhadap dosa yang dilakukan, dan bukan berkaitan dengan akal dan banyaknya ilmu yang dikuasainya. Artinya, hampir setiap orang memiliki pengertian, kalau manusia merupakan makhluk yang banyak berdosa kepada Allah Swt, namun mereka tidak merasa malu kepada Allah Swt. Rasa malu dan takut bukanlah perbuatan akal, melainkan perbuatan hati. Sebagaimana iman, juga bukan merupakan perbuatan akal dan fikiran, akan tetapi perbuatan hati atau jiwa. C. Bimbingan Menangis Dapat menangis karena Allah Swt merupakan tanda tanda seseorang yang selamat dihari kemudian. Sebagaimana penjelasan Rasulullah Saw ketika menjawab pertanyaan dari sahabat Uqbah Ibn Amir, Wahai Rasulullah apakah keselamatan itu ?. Rasulullah Saw bersabda : أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ, وَلْيَسعْكَ بيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيْئَتِكَ : Jagalah lisanmu, dan kamu merasa luas (betah) dalam rumahmu, dan menangislah atas dosa-dosamu. Dalam HR. Abu Nuaim al-Ishfahani dari Abdullah Ibn Abbas, Rasulullah Saw : مَنْ أَذْنَبَ وَهُوَ يَضْحَكُ دَخَلَ النَارَ وَهُوَ يَبْكِى. Barang siapa berbuat dosa dan kemudian tertawa, maka dia masuk neraka sambil menangis. Dalam keterangan hadis lain diterangkan bahwa menyesali perbuatan dosa merupakan bagian dari taubat. Rasulullah Saw bersabda : النَدَمُ تَوبَةٌ: menyesal itu ber taubat. Berkaitan dengan hadis ini, Syeh Abdul Qadir Jailani Ra, mengatakan : وَعَلاَمَةُ صَحَّةُ النَدَمِ : رِقَّةُ القَلْبِ, وَغَزَارَةُ الدَمْعِ. وَلِهَذَا رُوِيَ عَنِ النَبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : جَالِسُوا التَوَّابِيْنَ فَإِنَّهُمْ أَرِقُّ أَفْئِدَةٍ. Tanda-tanda benarnya penyesalan adalah halus (peka)-nya hati, derasnya airmata. Dan hal demikian ini, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw yang bersabda :“Duduklah kamu semua bersama orang-orang yang bertaubat. Sesungguhnya mereka sehalus-halusnya perasaan”. Lain itu pula, iman yang benar dapat membentuk hati seseorang memiliki rasa malu kepada Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda : الحَيَاءُ مِنَ الإيْمَانِ : rasa malu (kepada Allah Swt) itu bagian dari iman. Rasa malu kepada Allah Swt dapat muncul dalam hati, setelah sesorang dapat melihat dosa-dosanya baik dosa lahiriyah maupun dosa batiniyah, kemudian merasa dilihat oleh Allah Swt Dzat Yang Maha Perkasa. Menangis karena dosa dari setiap mukmin, berbeda-beda. Dan kwalitas menangisnya mukmin dapat dikelompokkan kedalam tiga keadaan : 1. Diantara mereka ada yang diberi kemampuan oleh Allah Swt penyesalan terhadap perbuatan maksiat sangat dalam, tapi dapat menahan tangisan tanpa suara keras. Hingga setiap orang yang didekatnya dapat terpengaruh jiwanya dan kemudian ikut menangis dan memohon ampun kepada Allah Swt. 2. Diantara mukmin ada yang belum mampu menahan tangisan, dan karenanya sering menangis dengan suara agak keras. Hingga jiwa orang yang ada didekatnya tidak terpengaruh untuk ikut menangis dan bertaubat. 3. Diantara mereka ada pula mukmin yang menangis dengan suara yang kurang menyenangkan bagi orang yang ada didekatnya. Hingga menimbulkan kesalah pahaman dari orang-orang yang tidak mengerti keadaan jiwa dari orang yang menyesali dosa dan bertaubat tersebut. Menangis karena dosa yang muncul dari hati sebaiknya tidak dengan cara menjerit-jerit. Cara menjerit-jerit dalam menangis merupakan ajakan dari setan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw : البُكَاءُ مِنَ الرَحْمَةِ وَالصُّرَاخُ مِنَ الشَيْطَانِ. Menangis itu dari rahmat (Allah), sedangkan menjerit-jerit itu dari setan. بُكَاءُ المُؤْمِنِ مِنْ قَلْبِهِ وَبُكَاءُ المُنَافِقِ مِنْ هَامَتِهِ Menangisnya orang mukmin dari hatinya, sedangkan menangisnya orang munafiq dari kepalanya. Tempat iman didalam hati sanubari. Dengan kata lain “iman merupakan perbuatan hati”. Demikian pula rasa takut atau rindu kepada Allah Swt atau terharu dengan kebesaran serta keagunga-Nya, juga merupakan perbuatan hati. Orang yang beriman kepada Allah Swt secara benar, sudah tentu ketika menangis karena dosa keluar dari lubuk hati yang dalam. Sedangkan tangisan orang munafik, bukan disebabkan oleh rasa takut atau malu kepada Allah Swt. Akan tetapi lebih disebabkan oleh rasa malu kepada sesama manusia serta takut terhadap cacian dan fitnahan dari masarakat. Mungkin tangis mereka dibuat-buat, atau berpura-pura menangis. Meski demikian, menangisnya kelompok ketiga selama diniatkan melaksanakan tuntunan rasul (tangis tangiskanlah) tetap merupakan ibadah kepada Allah Swt. Karena bagi orang yang hatinya keras tidak mungkin tumbuh rasa malu kepada Allah Swt apalagi menangis karena-Nya. Tangisan kelompok ketiga ini tercermin dalam sabda Rasulullah Saw bersabda : يَآأَيُّهَا النَاسُ أُبْكُوْا فَاِنْ لَمْ تَبْكُوْا فَتَبَاكَوْا : Wahai manusia, menangislah kamu sekalian. Maka jika kamu tidak bisa menangis, berusahalah agar bisa menangis. Dan, أُتْلُوا القُرْأَنَ وَابْكُوا فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا : Bacalah al-Qur’an dan menangislah kamu. Jika kamu belum (dapat) menangis, tangis-tangiskanlah. Berkenaan dengan hadis tentang menangis-nangiskan diri karena dosa, Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkaar, pada kitab “Tilawatul Qur’an”, pasal “adab membaca al-Qur’an”, menjelaskan : وَيُسْتَحَبُّ البُكَاءُ وَالتَبَاكِي لِمَنْ لاَ يَقْدِرُ عَلَى البُكَاءِ. فَإِنَّ البُكَاءَ عِنْدَ القِرَأَةِ صِفَةُ العَارِفِيْنَ وَشِعَارُ عِبَادِاللهِ الصَالِحِيْنَ Dianjurkan (bagi pembaca al-Qur’an) menangis dan mentangis-tangiskan diri bagi seseorang yang belum mampu menangis. Sesungguhnya menangis ketika membaca al-Qur’an merupakan sifat para arifin dan syi’arnya para hamba Allah yang shalih. Tentang kondisi hati mukmin yang menangis karena Allah Swt, Al-Ghauts fii Zamanihi al-Arif Billah Syeh Syihabuddin as-Suhrawardi Ra menjelaskan bahwa orang yang menangis karena Allah Swt tidak lepas dari salah satu 3 keadaan : فَمِنْهُمْ مَنْ يَبْكِي خَوْفًا, وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْكِي شَوْقًا, وَمِنْهُمْ مِنْ يَبْكِي فَرْحًا. وَاَعْلاَهَا بُكَاءُ الفَرْحِ Diantara mereka terdapat orang yang menangis karena takut (kepada Allah Swt), dan diatara mereka menangis karena rindu (kepada-Nya), dan diantara mereka menangis karena bahagia (dekat dengan-Nya). Dan yang tertinggi nilainya adalah menangis karena bahagia. Demikian pula, Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan : bahwa mengalirnya airmata bagi orang yang ahli dzikir kepada Allah Swt, merupakan air mata yang diridlai olah Allah Swt. وَفَيْضُ العَيْنِ بِحَسَبِ حَالِ الذّاكِرِ وَمَا يَنْكَشِفُ لَهُ فبُكَاءُهُ خَشْيَةٌ مِنَ اللهِ حَالَ أَوصَافِ الجَلاَلِ وَشوْقًا إلَيْهِ سُبْحَانَهُ حَالَ أَوْصَافِ الجَمَالِ Dan aliran airmata, orang-orang yang ahli dzikir, adakalanya karena takut kepada Allah sebab mereka sadar akan ke-Maha Perkasa-an Allah, dan adakalanya karena rindu kepada-Nya sebab mereka terharu ke-Maha Indah-an Allah. Tentang arti khasyyah yang diperintahkan oleh al-Qur’an dan hadis, dalam kitab Dalilul Falihin, juz II pada bab keutamaan menangis karena Allah, dijelaskan : الخَشْيَةُ : الخَوْفُ المَقْرُوْنُ بِاِجْلاَلٍ, وَذَالِكَ لِلْعُلَمَاءِ بِاللهِ. كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى : إِنَّما يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءُ Khassyah : takut (kepada Allah) yang disertai pengagungan, dan hal ini – hanya kebiasaan ulama yang Arif billah. Sebagaimana firman Allah Swt : Sesungguhnya orang yang memiliki khasyyah kepada Allah dari beberapa hamba-Nya, hanyalah Ulama (dalam Qs. Fathir : 11). Dan disebutkannya kata “al-dzaqan” karena ia merupakan pertama kali yang tersentuh tanah (sujud) dengan maksud dimasjid. Menangis karena Allah Swt merupakan sesuatu yang muncul dari lubuk hati yang terdalam sebagai tempat iman, ma’rifat dan Nur Ilahiyah, dan bukan dari akal, fikiran atau hati bagian luar. Dengan demikian, sebagaimana penjelasan dari Syeh Syihabuddin as-Suhrawadi, menangis kerena Allah Swt yang dialami oleh mukmin adalah : وَيَكُونُ البُكَاءُ فِي اللهِ فَيَكُونُ للهِ, وَيَكُونُ بِاللهِ وَهُو الأَتَمُّ Tangisan dalam Tuhan, adalah yang didasari LILLAH (atas perintah Allah), dan tangisan BILLAH (sebab pertolongan dan kehendak Allah), adalah yang sempurna. Yang dimaksudkan tangis dalam ke-Tuhanan (Fillah) adalah tangisan yang dilakukan oleh mukmin karena perintah Allah Swt. Sedangkan billah, adalah terjadinya tangisan mukmin bukan atas usahanya, melainkan atas kehendak Allah Swt. Dan tangisan terakhir inilah yang sempurna. Dalam kelompok manapun kita menangis, kita harus bersyukur. Dan alhamdulillah tangis yang terjadi di dalam Wahidiyah adalah tangis yang berorientasi (berhubungan atau berkaitan) kepada Allah wa Rasulihi Saw. Tangis di dalam Wahidiyah tidak menangisi soal harta atau apa saja yang bersifat kebendaan/ material. Motif tangis di dalam Wahidiyah dapat terjadi dari bermacam-macam faktor. Antara lain tangis karena ada sentuhan jiwa yang halus sehingga merasa penuh berlumuran dosa, penuh berbuat kedhaliman, merugikan orang lain dan masyarakat dan sebagainya. Merasa berdosa, berdosa kepada Allah Swt, berdosa kepada Rasulullah Saw, berdosa terhadap orang tua, terhadap anak dan keluarga, terhadap guru, terhadap pemimpin, terhadap bangsa dan negara, terhadap Perjuangan Kesadaran FAFIRRUU ILALLAH WA RASULIHI SAW, terhadap makhluq lingkungan hidupnya dan sebagainya. Diantaranya lagi, karena sentuhan batin berupa “syauq dan mahabbah“ ( rindu dan cinta ) yang mendalam kepada Allah Swt dan kepada Junjungan kita Kanjeng Nabi Besar Muhammad Saw. Tangis karena kagum melihat keagungan Allah Swt, melihat sifat Jamal dan Kamal Allah Swt, terharu tergores hatinya melihat kasih sayang dan jasa serta pengorbanan Junjungan kita Rasulullah Saw, kepada para umat, terhadap dirinya yang menangis terutama. D. Menangis Sebagai Akhlak Rasulullah Saw. Tangis yang ada hubungannya kepada Allah Swt adalah tangis yang banyak dilakukan oleh para auliyaillah, nabi, mulai dari Nabi Adam As sampai Junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw. Sebagaimana keterangan dalam hadis dari sahabat Ibn Mas’ud ra. Dia berkata : Rasulullah Saw bersabda : إِقْرَأْ عَلَيَّ القُرْانَ. قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ أَأَقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ ؟ .قَالَ : إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي. فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ سُورَةَ النِسَاءِ حَتَّى إِلَى هَذِهِ الاَيَةِ (فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيْدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيْدًا) قَالَ : حَسْبُكَ الاَن. فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِقَانِ Bacakanlah untuk-KU ayat al-Qur’an. Aku menjawab : Wahai Rasulullah, apakah aku membacanya dihadapan Tuan, sedangkan Qur’an diturunkan kepada-MU. Rasulullah Saw bersabda : Sungguh Aku senang mendengarkannya selain dari-Ku. Kemudian aku membacakan untuk-Nya surat an-Nisa’, hingga ini ayat فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيْدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا (Bagaimanakah, ketika Kami (Allah) mendatangkan bagi setiap ummat seorang saksi, dan Kami datangkan Kamu (Muhammad) kepada mereka sebagai saksi bagi mereka). Rasulullah Saw berkata : Cukupkan bacaanmu sampai disitu saja. Kemudian aku menengok kepada-Nya, ternyata kedua mata Beliau mengalirkan airmata. Rasulullah Saw merupakan manusia yang paling sayang dan kasih kepada ummatnya. Beliau Saw sering menangis, ketika ingat atau mengetahui ummat-Nya berbuat durhaka. Diriwayatkan dari Abdullah Ibn Amr Ibn al-Ash ra, Rasulullah Saw bersabda : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَلاَ قَوْلَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي إِبْرَاهِيْمَ : رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيْرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي. وَقَالَ عِيْسَى: إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ العِزِيْزُ الحَكِيْم. فَرَفَعَ يَدَ يْهِ. وَقَالَ: أُمَّتِي ...أُمَّتِي ... وَبَكى فَقَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : يَا جِبْرِيْلُ إِذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ فَسَلْهُ : مَا يَبْكِيْكَ ؟. فَأَتَاهُ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَلاَمُ فَسَأَلَهُ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا قَالَ وَهُوَ أَعْلَمُ ؟ فَقَالَ اللهُ : يَا جِبْرْيلُ إِذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ. فَقُلْ : إِنَّا سَنُرْضِيْكَ فِي أُمَّتِكَ وَلاَ نَسُؤُكَ Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw membaca firman Allah ‘Azza wa Jalla tentang do’a Nabi Ibrahim: “Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sungguh orang itu termasuk golonganku”. (dalam Qs. Ibrahim : 14). Dan Nabi Saw (membaca firman Allah Swt tentang doa Nabi ‘Isa : Jika Engkau (Allah) menyiksa, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuninya, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (dalam Qs, al-Maidah : 118). Kemudian Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata: Ya, Allah, ummatku…… ummatku…ummatku……. Dan menangis. Maka Allah Azza wa Jalla bersabda : Wahai Jibril pergilah kamu kepada Muhammad – sedangkan Tuhanmu lebih Mengetahui – Bertanyalah kepadanya, apa yang membuatnya menangis ?. Kemudian Jibril mendatangi Rasulullah Saw untuk bertanya kepada Beliau. Dan Rasulullah memberitahu kepada Jibril tentang sesuatu yang dikatakan kepada Tuhan - (Allah lebih mengetahui). Allah Ta’ala berfirman : Wahai Jibril pergilah kamu kepada Muhammad, katakanlah kepadanya : Sesungguhnya Kami (Allah) akan meridlaimu dalam urusan ummatmu dan Allah tidak membuatmu sedih. Benar-benar tinggi kepekaan jiwa yang dimiliki oleh para nabi dan rasul terhadap kebesaran Allah Swt, serta tinggi rasa takut kepada-Nya. Misalnya : 1. Nabi Daud As, setelah sedikit saja terpeleset dalam kesalahan, sesegera saja bertaubat, menangis dan sujud kepada Allah Swt untuk memohon ampunan selama 40 hari, hingga tanah yang dijadikan tempat sujud dan menangis tumbuh rumputnya. Dan semua sifat-sifat mulia tersebut patut untuk diteladani, bukan sekedar dimengerti. 2. Kanjeng Nabi Adam As setelah dikeluarkan dari surga, menangis selama seratus tahun, menyesali kekhilafannya, bertaubat memohon ampunan kepada Allah Swt. Bahkan, sejak bumi ada dan sampai kapanpun, nilai tangisan seluruh ahli bumi belum sebanding dengan nilai tangisan Nabi Adam As. Diriwayatkan dari Buraidah, Rasulullah Saw bersabda : لَوْ أَنَّ بُكَاءَ دَاوُدَ وَبُكَاءَ جَمِيْعِ أَهْلِ الأرْضِ يُعْدَلُ بِبُكَاءِ آدَمَ مَا عَدَلَهُ Sesungguhnya jika tangisan Nabi Daud dan tangisan seluruh ahli bumi dibandingkan dengan tangisan Nabi Adam, maka belum membandinginya. Demikian tinggi kepekaan jiwa suci Nabiyullah Adam As. Sebagai bapak jasmani seluruh manusia, Beliau As sangat sedih, prihatin dan menangis, jika melihat keturunannya berbuat durhaka kepada Allah Swt. Namun, sayang sekali, kita sebagai keturunannya, alih-alih menangisi kedurhakaan diri, merasa malu kepada Allah Swt saja tidak. Bahkan, terkadang hati kita merasa risih ketika mendengar hamba Allah Swt yang sedang menangisi dosa-dosanya. Hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas Ibn Malik, Rasulullah Saw bersabda : فَلَمَّا فتَحَ عَلَوْنَا السَمَاءَ الدُنْيَا فَإِذَا رَجُلٌ قَاعِدٌ عَلَى يَمِيْنِهِ أَسْوِدَةٌ وَعَلَى يَسَارِهِ أسْوِدَةٌ إِذَا نَظَرَ قِبَلَ يَمِيْنِهِ ضَحِكَ وَإِذَا نَظَرَ قِبَلَ يَسَارِهِ بَكَى فَقَالَ : مَرْحَبًا بِالنَبِيِّ الصَالِحِ والاِبْنِ الصَالِحِ, قُلْتُ لِجِبْرِيْلَ : مَنْ هَذَا؟ قَالَ : هَذَا أَدمُ وَهَذِهِ الأَسْوِدَةُ عَنْ يَمِيْنِهِ وَشِمَالِهِ نَسَمُ بَنيْهِ, فَأَهْلُ اليَمِيْنِ مِنْهُمْ أَهْلُ الجَنَّةِ وَالأَسْوِدَةُ التِي عَنْ شِمَالِهِ أَهْلُ النَارِ وَإِذَا نَظَرَعنْ يَمِيْنِهِ ضَحِكَ وَإِذَا نَظَرَ قِبَلَ شِمَالِهِ بَكَى Ketika malaikat membuka (gerbang), kami naik kelangit dunia. Ternyata ada seorang laki-laki sedang duduk. Disebelah kanan dan kirinya terdapat sejumlah orang. Ketika lelaki itu menoleh ke arah kanan, maka dia tertawa. Dan ketika menoleh kearah kiri, dia menangis. Kemudian lelaki itu berkata : Selamat datang Nabi yang shalih dan anak yang shalih. Aku (Rasulullah) bertanya kepada Jibril : Siapakah orang ini ?. Jibril menjawab : Orang ini adalah Adam As. Sekelompok orang yang dikanan kirinya adalah jiwa anak keturunannya. Orang-orang yang disebelah kanan adalah ahli surga. Sedangkan yang disebelah kiri adalah penghuni neraka. Jika dia menoleh kearah kanan, maka dia tertawa. Dan ketika menoleh sebelah kiri ia menangis. Mari kita renungkan bersama !. Kanjeng Nabi Adam As saja menangis bertahun-tahun meskipun hanya terperosok kesalahan satu kali. Beliau As sangat sedih melihat keturunanannya yang banyak berbuat dosa. Sangatlah dalam rasa malu dan takut kepada Allah Swt yang ada dalam jiwa Nabi Adam. Serta keprihatinannya terhadap masa depan keturunannya amatlah dalam. Hingga mudah airmatanya menetes. Dan bagaimana kwalitas jiwa kita ?. Kita berbuat dosa tidak hanya satu, dua, tiga kali, melainkan berpuluh-puluh, beratus, beribu-ribu kali bahkan tidak dapat dihitung. Namun ...., kita tidak merasa malu, sedih dan prihatin, apalagi menangis meratapi dosa kemudian bertobat memohon maghfirah Allah Swt ?. Mari kita akui dengan jujur, bahwa hati kita sangat keras, dan lagi membatu. Mari sekarang juga, kita bertobat memohon ampunan kepada Allah Swt !. Al-Fatihah x 1 Dijelaskan dalam al-Qur’an, bahwa mudah meneteskan air mata ketika dibacakan ayat-ayat-Nya merupakan tanda-tanda orang yang mendapatkan hidayah dari Allah Swt. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Swt : وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا اِذَا تُتْلىَ عَلَيْهِمْ اَيَاتُ الرَحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا. Dan diantara orang-orang yang telah Kami berikan petunjuk dan telah Kami pilih, adalah apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah, maka mereka menyungkurkan (wajahnya) dengan sujud dan menangis.(Qs. Maryam: 58). إِنَّ الذِيْنَ أُوتُو العِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ وَيَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدًا. وَيَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan (tentang ke-Agungan Allah Swt) sebelumnya, ketika dibacakan (ayat-ayat Tuhan) mereka menyungkurkan muka serta sujud. Dan mereka menyungkurkan muka sambil menangis. Dan (tangisan itu) menambah khusyu’ mereka. (Qs. al-Isra : 107 & 109). Demikian kedalaman iman dan kepekaan jiwa serta keterharuan mereka yang telah mendalam dalam pemahaman dan penghayatan terhadap ayat-ayat Allah Swt. Baru dibacakan saja tentang ayat-ayat-Nya, mereka dapat mencucurkan airmata, apalagi jika mereka sedikit terpeleset melakukan kesalahan. Kemudian, marilah kita bertanya kepada diri kita, dapatkah kita meneladani mereka, atau bahkan berseberangan dengan akhlak dan kebiasaan mereka ?. Mari, melihat diri kita sendiri, bagaimana ketika mendengar bacaan al-Qur’an, dapat menangiskah, atau bahkan tertawa, atau tidak ambil pusing dan cuek-cuek saja. Dan semua itu kembali dan terpulang kepada masing-masing kita. E. Keuntungan Dapat Menangis Karena Allah Swt Dapat menangis karena Allah Swt berfaedah tidak akan melihat dan tersentuh api neraka diakhirat kelak. Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik Ra, Rasulullah Saw bersabda : عَيْنَانِ لاَتَرَيَانِ النَارَ : عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَكْلأُ فِى سَبِيْلِ اللهِ Dua jenis mata yang tidak akan menyentuh api neraka; mata yang menangis sebab takut kepada Allah, dan mata yang karipan (semalaman tidak tidur) didalam sabilillah. Hadis riwayat Thabrani dari Rabiah Ra, Rasulullah Saw bersabda : رَأَيْتُ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِي هُوَ فِي النَّارِ فَجَاءَتْ دُمُوْعُهُ التِي بَكَى بِهَا فِي الدُنْيَا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ فَأَخرَجَتْهُ مِنَ النَارِ Aku melihat seorang lelaki dari ummat-Ku didalam neraka, kemudian datanglah air matanya yang ia pernah menangis didunia karena takut kepada Allah, kemudian airmata itu mengeluarkannya dari neraka. Rintihan orang yang berdosa kepada Allah Swt, dan tetesan air matanya, merupakan sesuatu yang paling dicintai oleh-Nya. Seperti keterangan dalam hadis qudsi, Allah Swt bersabda kepada Nabi Daud As. : يَادَوُدَ أَنِيْنُ المُذْنِبِيْنَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ صُرَاخِ العَابِدِيْنَ Wahai Daud, rintihan orang-orang yang berdosa itu lebih Aku cintai daripada nyaringnya suara orang-orang yang beribadah. Hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah Saw bersabda : لَيْسَ شَيْئٌ أَحَبَّ إِلَى اللهِ تَعَالَى إِلاَّ مِنْ قُطْـَرَتيْنِ : قُطْرَةُ دَمْعٍ مِنْ خَـشْيَةِ اللهِ, وَقُطْـرَةٌ دَمٍ تَهْـرِقُ فِي سَبِيْلِ اللهِ Tidak ada sesuatu yang lebih di cintai oleh Allah, kecuali percikan percikannya airmata karena takut kepada Allah dan percikan darah yang tertumpah dalam perang sabilillah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda : لاَ يَلِجُ النَارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ حَتَّى يَعُودَ اللَبَنُ فِي الضَرْعِ Tidak akan menginjak neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, sehingga air susu kembali keteteknya. Allah Swt sangat dekat dengan hati hamba-Nya yang merintih karena-Nya. Orang yang menangis karena Allah Swt dicintai para malaikat. Rasulullah Saw bersabda : قَالَ عَزَّ وَجَلَّ : أَنَا عِنْدَ المُنْكَسِرَةِ قُلُوبِهِمْ مِنْ أَجْلِي. Allah ‘Azza wa Jalla bersabda : AKU disisi hati mereka yang merintih kerena AKU. وَنَزَلَ مِيكَائِيلُ (اِلَى النَبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ), فَقَالَ : وَأَنَا حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُنيَا ثَلاَثٌ : شَابٌ تَأئِبٌ, وَقَلْبٌ خَاشِعٌ, وَعَيْنٌ بَاكِيَةٌ Malaikat Mikail datang kepada Nabi Muhammad Saw, seraya berkata : Tiga perkara dunia yang sangat aku cintai; remaja yang bertaubat, hati yang khusyu’ dan mata yang menangis. Mudah-mudahan kita dikaruniai oleh Allah Swt hati yang lunak, yang peka terhadap kesalahan diri, sehingga kita cepat merasa dan mengakui semua dosa-dosa kita, kemudian tergores dalam hati kita untuk menangis bersujud tersungkur memohon ampunan dari Allah Swt. Amiin. F. Ancaman Bagi Yang Tidak menangis. Menangis karena Allah Swt merupakan akhlak yang mulia disisi Allah Swt wa Rasulihi Saw, dan harus menjadi akhlak setiap orang yang beriman. Tidak dapat menangis karena-Nya merupakan akhlak yang kurang terpuji. Dan ketika bermujahadah belum dapat menangis karena-Nya, sebaiknya terus berusaha untuk menangis (belajar menangis). Orang yang tidak dapat menangis karena dosanya, sangat terkecam dan tidak bisa memperoleh fadhal dari Allah Swt. Firman Allah Swt, Qs. an_Najm : 59 - 62 : أفَمِنْ هَذَا الحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَ. وَتضْحَكُوْنَ وَلاَ تَبْكُوْنَ. وَأَنْتُمْ سَامِدُوْنَ. فَاسْجُدُواللهِ وَاعْبُدُوا. Apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakannya dan tidak menangis. Sedangkan kamu melengahkan (dosa-dosamu)?. Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia). Dalam HR. Abu Nuaim al-Ishfahani dari Abdullah Ibn Abbas, Rasulullah Saw : مَنْ أَذْنَبَ وَهُوَ يَضْحَكُ دَخَلَ النَارَ وَهُوَ يَبْكِى. Barang siapa berbuat dosa dan kemudian tertawa, maka dia masuk neraka sambil menangis. Diriwayatkan dari Abu Musa Ra, Rasulullah Saw bersabda : إِنَّ أَهْلَ النَارِ لَيَبْكُونَ حَتَّى لَوْ أُجْرِيَتْ السَفَنُ فِي دُمُوعِهِمْ جَرَتْ, وَإِنَّهُمْ لَيَبْكُونَ الدَمَ. Sesungguhnya ahli neraka pasti senantiasa menangis. Sekiranya perahu dijalakan diatas airmata mereka, niscaya dapat berjalan. Sesungguhnya mereka menangis dengan darah. Jika disesuaikan dengan keterangan beberapa hadis dan al-Qur’an diatas, ternyata kita masih tergolong ahli neraka. Al-Fatihah .... G. Sebagian Mereka Yang Menangis Karena Allah Swt. a. Nabi Adam As menangis bertahun-tahun, setelah khilaf (memakan buah khuldi). b. Nabi Dawud As, sujud diatas tanah dengan menangis selama 40 hari. Sehingga tanah yang jadikan tempat sujud tumbuh rumput karena basah dengan air mata. c. Sahabat Abdullah Ibn Umar, menangis ketika ingat (dzikir) kepada Rasulullah Muhammad Saw. d. Istri Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz (Fathimah Bt Abdul Malik) menceritakan bahwa Sang Khalifah setiap malam masuk masjid dan menangis. e. Imam Tirmidzi menangis setiap malam hingga akhir hayatnya. f. Ketika turun ayat : 1 – 10 surat al-Hujurat, para sahabat Rasulullah Saw menangis karena takut kalau-kalau arti ayat tersebut diturunkan karena kesalahan akhlak mereka kepada Rasulullah Saw. Sahabat Zaid Ibn Tsabit (sekretaris pribadi dan penulis wahyu Nabi Saw) menangis dengan sekeras-kerasnya dipersimpangan jalan yang banyak dilalui oleh para pemakai jalan. Dan baru berhenti ketika salah seorang sahabat, memberi tahu bahwa ayat tersebut tidak turun karena mereka. g. Para istri Nabi Muhamad Saw, juga menangis ketika turun ayat yang memberi peringatan kepada para istri Nabi Saw. Siti Aisyah Ra menangis tiga hari tiga malam ketika turun ayat yang isinya memberi peringatan kepada para istri Rasulullah Saw. Ia merasa bahwa dirinya sebagai penyebab kemurkaan Allah Swt kepada semua wanita. h. Mbah KH. Abdul Madjid Ma'roef Muallif Shalawat Wahidiyah QS wa RA. sering menangis ketika Beliau Qs wa Ra membaca al-Qur’an yang menerangkan tentang kedurhakaan manusia atau ayat-ayat neraka. i. Dan masih banyak lagi hikayah tangis dari para kekasih Allah Swt. Agar kita tidak menjadi manusia yang hanya berilmu tapi tidak beramal, mari bersama-sama menyadari bahwa diri kita ini sebagai makhluk yang lemah tapi sombong, makhluk berdosa tapi tidak merasa merasa berdosa, bahkan merasa bangga. Apakah kita menyadarinya setelah ruh dalam kerongkongan saat menjelang kematian. Mari kita berbisik kepada Allah Swt tentang diri kita : Yaa Allah….. aku hamba-Mu yang tak tahu diri, yang lemah tapi sombong serta angkuh, yang penuh dosa tapi tidak menyadari……. . Ampunilah aku ……. ampunilah bapak ibuku, keluargaku, dan seluruh orang yang berjasa kepadaku …… .Janganlah… aku, ibu bapakku, keluargaku, serta orang yang berjasa kepadaku ada dalam neraka-Mu. Jadikanlah aku menjadi hamba-Mu yang shalih. Al-Fatihah x 1

Tuesday, April 26, 2016

Mbah KH. Mohammad Ma’roef Kedunglo dan Mbah KH. Abdul Karim Lirboyo pun IKUT BERPERAN AKTIF DALAM MEREBUT KEMERDEKAAN DAN MEMPERTAHANKANNYA

007.05.999 Mbah KH. Mohammad Ma’roef Ra Kedunglo Ikut Berperan Aktif dan Memprakarsai Berdirinya Masjid Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. 05.999 “KISAH DAN PETUAH” Mbah KH. Mohammad Ma’roef Kedunglo dan Mbah KH. Abdul Karim Lirboyo pun IKUT BERPERAN AKTIF DALAM MEREBUT KEMERDEKAAN DAN MEMPERTAHANKANNYA. Beliau berduapun sama-sama berteman akrab ketika sama-sama nyantri di Pondok Pesantren Bangkalan Madura yang diasuh oleh Mbah Yahi Kholil Ra, begitu juga Beliau berdua teman seangkatan Hadlrotusy-syeh Mbah KH. Hasim Asy’ari Pondok Pesantren Cukir Jombang Jawa Timur ketika mondok di Bangkalan. Kediri mendapat julukan “kota santri”, karena saking banyaknya pondok pesantren yang ada di daerah ini. Salah satu pondok pesantren yang terkenal dan terbesar adalah Pondok Pesantren Lirboyo. Berikut ini sekelumit sejarah Pondok Pesantren Lirboyo yang kini telah berusia satu abad lebih. Lirboyo adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mojoroto Kotamadya Kediri Jawa Timur. Di desa inilah telah berdiri hunian atau pondokan para santri yang dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Lirboyo. Berdiri pada tahun 1910 M. Diprakarsai oleh Kyai Sholeh, seorang yang Alim dari desa Banjarmelati dan dirintis oleh salah satu menantunya yang bernama KH. Abdul Karim Ra, seorang yang Alim berasal dari Magelang Jawa Tengah. Mbah KH. Mohammad Ma’roef Ra Ponpes Kedunglo pun juga sama2 menantunya Mbah KH.Sholeh Ra Banjarmelati Kediri dengan anak perempuannya yang pertama yang bernama Mbah Nyai Hj. Siti Hasanah. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo erat sekali hubungannya dengan awal mula KH.Abdul Karim menetap di Desa Lirboyo sekitar tahun 1910 M. setelah kelahiran putri pertama beliau yang bernama Hannah dari perkawinannya dengan Nyai Khodijah (Dlomroh), putri Kyai Sholeh Banjarmelati. Perpindahan KH. Abdul Karim ke desa Lirboyo dilatarbelakangi atas dorongan dari mertuanya sendiri yang pada waktu itu menjadi seorang da’i, karena Mbah Kyai Sholeh berharap dengan menetapnya KH. Abdul Karim di Lirboyo agama Islam lebih syi’ar dimana-mana. Disamping itu, juga atas permohonan kepala desa Lirboyo kepada Kyai Sholeh untuk berkenan menempatkan salah satu menantunya (Kyai Abdul Karim) di desa Lirboyo. Dengan hal ini diharapkan Lirboyo yang semula angker dan rawan kejahatan menjadi sebuah desa yang aman dan tentram. Betul juga, harapan kepala desa menjadi kenyataan. Konon ketika pertama kali kyai Abdul Karim menetap di Lirboyo, tanah tersebut diadzani, saat itu juga semalaman penduduk Lirboyo tidak bisa tidur karena perpindahan makhluk halus yang lari tunggang langgang Tiga puluh lima hari setelah menempati tanah tersebut, beliau mendirikan surau mungil nan sederhana. Santri Perdana dan Pondok Lama Adalah seorang bocah yang bernama Umar asal Madiun, ialah santri pertama yang menimba ilmu dari KH. Abdul Karim di Pondok Pesantren Lirboyo. Kedatangannya disambut baik oleh KH. Abdul Karim, karena kedatangan musafir itu untuk tholabul ilmi , menimba pengetahuan agama. Selama nyantri, Umar sangat ulet dan telaten. Ia benar-benar taat pada Kyai. Demikian jalan yang ditempuh Umar selama di Lirboyo. Selang beberapa waktu ada tiga santri menyusul jejak Umar. Mereka berasal dari Magelang, daerah asal KH. Abdul Karim. Masing-masing bernama Yusuf, Shomad Dan Sahil. Tidak lama kemudian datanglah dua orang santri bernam Syamsuddin dan Maulana, keduanya berasal dari Gurah Kediri. Seperti santri sebelumnya, kedatangan kedua santri ini bermaksud untuk mendalami ilmu agama dari KH. Abdul Karim. Akan tetapi baru dua hari saja mereka berdua menetap di Lirboyo, semua barang-barangnya ludes di sambar pencuri. Memang pada saat itu situasi Lirboyo belum sepenuhnya aman, di Lirboyo masih ada sisa-sisa perbuatan tangan-tangan kotor. Akhirnya mereka berdua mengurungkan niatnya untuk mencari ilmu. Mereka pulang ke kampung halamannya. Tahun demi tahun, Pondok Pesantren Lirboyo semakin dikenal oleh masyarakat luas dan semakin banyaklah santri yang berdatangan mengikuti santri-santri sebelumnya untuk bertholabul ilmi , maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dialami oleh Syamsuddin dan Maulana, dibentuklah satuan keamanan yang bertugas ronda keliling disekitar pondok. Berdirinya Masjid Pondok Pesantren Lirboyo Masjid merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dengan pondok pesantren, yang dianggap sebagai tempat ummat Islam mengadakan berbagai macam kegiatan keagamaan, sebagaimana praktek sholat berjama’ah dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, bukan merupakan hal yang aneh jika dimana ada pesantren disitu pula ada masjid, seperti yang dapat kita lihat di Pondok Pesantren Lirboyo. Asal mula berdirinya masjid di Pondok Lirboyo, karena Pondok Pesantren yang sudah berwujud nyata itu kian hari banyak santri yang berdatangan, sehingga dirasakan KH. Abdul Karim belum dianggap sempurna kalau ada masjidnya. Maka dua setengah tahun setelah berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo, tepatnya pada tahun 1913 M. timbullah gagasan dari KH. Abdul Karim untuk merintis mendirikan masjid di sekitar Pondok. Semula masjid itu amat sederhana sekali, tidak lebih dari dinding dan atap yang terbuat dari kayu. Namun setelah beberapa lama masjid itu digunakan, lambat laun bangunan itu mengalami kerapuhan. Bahkan suatu ketika bangunan itu hancur porak poranda ditiup angin beliung dengan kencang. Akhirnya KH. Muhammad yang tidak lain adalah kakak ipar KH. Abdul Karim sendiri mempunyai inisiatif untuk membangun kembali masjid yang telah rusak itu dengan bangunan yang lebih permanen. Jalan keluar yang ditempuh KH. Muhammad, beliau menemui KH. Abdul Karim guna meminta pertimbangan dan bermusyawarah. Tidak lama kemudian seraya KH. Abdul Karim mengutus H. Ya’qub yang tidak lain adik iparnya sendiri untuk sowan berkonsultasi dengan Mbah KH. Ma’ruf Ponpes Kedunglo Kediri mengenai langkah selanjutnya yang harus ditempuh dalam pelaksanaan pembangunan masjid tersebut.Dari pertemuan antara H. Ya’qub dengan KH. Ma’ruf Kedunglo itu membuahkan persetujuan, yaitu dana pembangunan masjid dimintakan dari sumbangan para dermawan dan hartawan. Usai pembangunan itu diselesaikan, peresmian dilakukan pada tanggal 15 Rabi’ul Awwal 1347 H. / 1928 M. Acara itu bertepatan dengan acara ngunduh mantu putri KH. Abdul Karim yang kedua , Salamah dengan KH. Manshur Paculgowang. Dalam tempo penggarapan yang tidak terlalu lama, masjid itu sudah berdiri tegak dan megah (pada masa itu) dengan mustakanya yang menjulang tinggi, dinding serta lantainya yang terbuat dari batu merah, gaya bangunannya yang bergaya klasik , yang merupakan gaya arsitektur Jawa kuno dengan gaya arsitektur negara Timur Tengah. Untuk mengenang kembali masa keemasan Islam pada abad pertengahan, maka atas prakarsa Mbah KH. Ma’ruf Kedunglo pintu yang semula hanya satu, ditambah lagi menjadi sembilan, mirip kejayaan daulat Fatimiyyah. Selang beberapa tahun setelah bangunan masjid itu berdiri, santri kian bertambah banyak. Maka sebagai akibatnya masjid yang semula dirasa longgar semakin terasa sempit. Kemudian diadakan perluasan dengan menambah serambi muka, yang sebagian besar dananya dipikul oleh H. Bisyri, dermawan dari Branggahan Kediri. Pembangunan ini dilakukan pada tahun sekitar 1984 M. Tidak sampai disitu, sekitar tahun 1994 M. ditambahkan bangunan serambi depan masjid. Dengan pembangunan ini diharapkan cukupnya tempat untuk berjama’ah para santri, akan tetapi kenyataan mengatakan lain, jama’ah para santri tetap saja membludak sehingga sebagian harus berjamaah tanpa menggunakan atap. Bahkan sampai kini bila berjama’ah sholat Jum’at banyak santri dan penduduk yang harus beralaskan aspal jalan umum. Untuk menjaga dan melestarikan amal jariyyah pendahulu serta menghargai dan melestarikan nilai ritual dan histories, sampai sekarang masjid itu tidak mengalami perobahan, hanya saja hampir tiap menjelang akhir tahun dinding-dindingnya dikapur dan sedikit ditambal sulam. PERAN PODOK PESANTREN LIRBOYO DAN KEDUNGLO DALAM MEREBUT KEMERDEKAAN DAN MEMPERTAHANKANNYA Pondok Pesantren Lirboyo, sejak zaman kolonial Belanda merupakan salah satu diantara sekian banyak pesantren yang ikut berjuang mengusir penjajah dari bumi nusantara tercinta. Hal ini dapat dibuktikan pada waktu tentara Jepang datang ke Indonesia untuk menjajah dengan dalih demi kemakmuran Asia Timur Raya. Ketika mereka mengundang para Ulama le Jakarta, maka KH. Abdul Karim selaku pengasuh Pondok Pesantren berkenan hadir bersama KH. Ma’ruf selaku pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo dan KH. Abu Bakar Bandar Kidul dengan dikawal oleh KH. Abdul Madjid Ma’ruf (MU’ALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH QS WA RA0. Ketika Jepang mengadakan latihan di Cibasura Bogor, Residen Kediri, R. Abd. Rahim Pratalikrama memohon kesediaannya KH. Mahrus Ali untuk berangkat sebagai utusan daerah Kediri. Berhubung beliu berlangan untuk hadir, maka diutuslah beberapa santri, antara Thohir Wijaya Blitar, Agus Masrur Lasem, Mahfudz Yogyakarta dan Ridlwan Anwar Kediri.Usai menghadiri pertemuan di Bogor, segala hal dan ihwal yang mereka ketahui di sana, segera disampaikan pada seluruh santri Lirboyo. Semua itu adalah merupakan satu usaha mngambil manfaat dalam rangka kerjasama dengan pemerintah Jepang. Akan tetapi dibalik itu ada maksud lain, yaitu sebagai persiapan Indonesia merdeka. Para utusan yang telah mendapat ilmu tentang kemiliteran, segera mengadakan latihan baris berbaris di Pondok Pesantren Lirboyo. Waktu itu sekitar tahun 1943-1944 M., yang mana di Kediri sudah dibentuk barisan Hizbullah dengan kepemimpinan KH. Zainal Arifin di tingkat pusatnya. Pada masa itu adalah merupakan masa-masa penuh harapan rakyat Indonesia untuk terlepas dari cengkraman penjajah dari kepemerintahan negara yang dikenal dengan negeri Sakura itu. Rakyat sudah muak dengan segala tindakan penjajah. Mereka sangat rindu damai dalam merdeka. Betul juga, beberapa hari sesudah Hirosima dan Nagasaki yang merupakan dua kota besar di Jepang kejatuhan bom tentara sekutu, Jepang pun menyerah tanpa syarat. Akhirnya Indonesia yang sudah lama menunggu kesempatan amas dan hari-hari bersejarah itu segera memproklamirkan kemerdekaannya, tepat pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945, kebahagiaan bangsa Indonesia termasuk santri Lirboyo dan Kedunglo tidak dapat terlukiskan lagi. MBAH YAHI MA’RUF BERJUANG DENGAN KEAMPUHAN DO’A NYA Sumbangsih Mbah Yahi Ma’roef kepada negara di zaman perjuangan mengusir penjajah amatlah besar. Hal ini beliau tunjukkan saat pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya meledak. Bersama Mayor Hizbullah Mahfud dan Kyai Hamzah (ayah Mbah Nyahi Shafiyah RA) beliau turut ke medan pertempuran walau berada di garis belakang sebagai tukang do’anya. Berkat do’a Mbah Ma’roef, tak jarang bom yang meledak berubah menjadi butiran-butiran kacang hijau. Sebagaimana pula diriwayatkan oleh murid-muridnya yang juga turut berperang, para tentara dan santri yang ikut berjuang kebal dengan berbagai senjata setelah diasmai oleh Mbah Ma’roef. Cara beliau mengisi kekebalan pasukan tergolong unik. Pertama setelah pasukan dibariskan, beliau menyuruh mereka agar minum air jeding di utara serambi Masjid. Selanjutnya beliau berdo’a yang diamini oleh pasukan pejuang. Di antara do’anya, “Allahumma salimna minal bom wal bunduq, wal bedil wal martil, wa uddada hayatina”. Do’a beliau yang kedengarannya nyeleneh ternyata sangat manjur. Terbukti pada semua tentara yang sudah beliau isi kebal aneka senjata. Konon Gus Nawawi dari Jombang ketika bertempur punggungnya terkena martil. Tapi beliau tidak apa-apa malah punggungnya ngecap martil sebesar ontong. Kyai Hamzah besannya sendiri yang juga mengikuti pertempuran di Surabaya. Kabarnya kaki –nya juga terkena bom tapi tidak apa-apa. Kyai Bisri Mustofa (ayah Kyai Mustofa Bisri) Rembang, di zaman itu pernah di kejar-kejar penjajah Jepang. Beliau kemudian lari ke Kedunglo minta perlindungan kepada Mbah Ma’roef. Kemudian Mbah Ma’roef mengijazahi sebuah do’a, setelah diamalkan beliau selamat dari incaran orang Jepang. Berkat jasa Kyai Kedunglo, beliaupun lalu mewasiatkan kepada anak cucunya agar terus mengamalkan do’a pemberian Mbah Ma’roef, doa tersebut oleh Kyai Bisri Musthafa diabadikan dalam buku terjemah Burdah. Itulah Mbah Ma’roef, memanfaatkan keampuhan do’anya dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Pelucutan Senjata Kompitai Dai Nippon Adalah Mayor Peta H. Mahfudz yang mula-mula menyampaikan berita gembira tentang kemerdekaan Indonesia itu kepada KH. Mahrus Ali, lalu diumumkan kepada seluruh santri dalam pertemuan diserambi masjid. Dalam pertemuan itu pula, para santri diajak melucuti senjata Kompitai Dai Nippon yang bermarkas di Kediri (markas itu kini dikenal dengan dengan Markas Brigif 16 Brawijaya Kodam Brawijaya) . Tepat pada jam 22.00 berangkatlah santri Lirboyo sebanyak 440 menuju ke tempat sasaran dibawah komando KH. Mahrus Ali, Mayor Mahfudz dan R. Abd. Rahim Pratalikromo. Sebelum penyerbuan dimulai, santri yang bernama Syafi’I Sulaiman yang pada waktu itu berusia 15 tahun menyusup ke dalam markas Dai Nippon yang dijaga ketat. Maksud tindakan itu adalah untuk mempelajari dan menaksir kekuatan lawan. Setelah penyelidikan dirasa sudah cukup, Syafi’i segera melapor kepada KH. Mahrus Ali dan Mayor Mahfudz. Saat-saat menegangkan itu berjalan hingga pukul 01.00 dini hari dan berakhir ketika Mayor Mahfudz menerima kunci gudang senjata dari komandan Jepang yang sebelumnya telah diadakan diplomasi panjang lebar. Dalam penyerbuan itu , kendati harus harus mengalami beberapa insiden dan bentrokan fisik, pada akhirnya penyerbuan itu sukses dengan gemilang. Walaupun kemerdekaan masih sangat “muda” namun Indonesia sudah berhak mengatur negaranya sendiri. Tidak dibenarkan jika ada fihak luar yang turut campur. Akan tetapi tidak bagi Indonesia pada waktu itu. Baru saja Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan, tiba-tiba ada sekutu yang di”bonceng” Belanda yang mengatasnamakan NICA, pada tanggal 16 September 1945 mendarat di Tanjung Priuk untuk menjajah kembali. Kemudian disusul tanggal 29 September 1945dengan pasukan dan peralatan perang yang lebih komplit. Karuan saja, kedatangan mereka disambut dengan pekik “merdeka atau mati”. Begitulah semboyan bangsa Indonesia. Termasuk para ulama yang waktu itu tergabung dalam dalam perhimpunan Nahdlatul Ulama (dulu HB NU), pada tanggal 21-22 Oktober 1945 memanggil para ulama NU yang ada di Jawa dan Madura untuk mengadakan pertemuan di kantor PB NU jalan Bubutan Surabaya. Tujuan pertemuan itu adalah membahas ulah Belanda yang hendak merampas kembali kemerdekaan Indonesia.Sebagai tokoh NU, KH. Mahrus Ali turut hadir dalam pertemuan itu. Dalam pertemuan itu para ulama mengeluarkan resolusi Perang Sabil. Perang melawan Belanda dan kaki tangannya hukumnya adalah wajib ain. Rupanya keputusan inilah yang menjadi motifasi para ulama dan santrinya untuk memanggul senjata ke medan laga, termasuk pesantren Lirboyo. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada tanggal 25 Oktober 1945, tentara sekutu yang dipimpin AWS Mallaby mendarat di Tanjung Perak Surabaya. Tindakan mereka semakin brutal,, pada tanggal 28 Oktober mereka mulai mengadakan gangguan-gangguan stabilitas, mereka merampas mobil, mencegat pemuda-pemuda Surabaya , merebut gedung yang sudah dikuasai Indonesia. Yang lebih menyakitkan, mereka menurunkan sang Merah Putih yang berkibar diatas hotel Yamato, dan digantinya dengan Merah Putih Biru. Pemuda Surabaya marah, terjadilah pertempuran selama tiga hari, 28,29,30 Oktober 1945, hingga terbunuhlah AWS Mallaby, Jendral andalan Inggris yang masih berusia 45 tahun. Dalam situasi demikian itu, Mayor Mahfudz datang ke Lirboyo menghadap KH. Mahrus Ali untuk memberikan kabar bahwa Surabaya geger. Seketika KH Mahrus Ali mengatakan bahwa kemerdekaan harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan. Kemudian KH. Mahrus Ali mengintruksikan kepada santri untuk berangkat perang ke Surabaya. Hal ini disampaikan lewat Agus Suyuthi. Maka dipilihlah santri-santri yang tangguh untuk dikirim ke Surabaya. Dengan mengendarai truk , para santri dibawah komando KH. Mahrus Ali berangkat ke Surabaya. Meskipun hanya bersenjatakan bambu runcing, mereka bersemangat berjihat menghadapi musuh. Santri yang dikirim waktu itu berjumlah sebanyak 97 santri dari Lirboyo dan Kedunglo. 5Batal Suka · · Promosikan · Bagikan Anda, Syaiful Cuman Wayang, Asingyu Loi, Arip Baban, dan 45 orang lainnya menyukai ini. Zamzamy Oud Bynazziek : KH.Mahrus ali Dan KH.Marzuki Dahlan berwasiat kpda sluruh santrinya, di larang ngamalaken sholawat wahidiyah… 20 Januari pukul 9:40 · Batal Suka · 1 Khatoed Mawoed : PERAAANG….! 20 Januari pukul 9:59 · Suka · 1 Ahmad Dimyathi : LAA ITU YANG MENJADI MASALAH… KYAI KOK NGELARANG MENGAMALKAN SHOLAWAT…..KYAI GAK BENER IKU….. SAYA TEGASKAN DISINI BAHWA MBAH KH. MARZUKI DAHLAN TIDAK MELARANG MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH. HANYA KH. MAHRUS SAJA YANG IRI DAN DENGKI…., MF SAYA AHMAD DIMYATHI , ADIK SAYA PAK IHSANUDDIN , SAUDARA2 SAYA PAK ZAINAL HAMAMI DLL.. SERTA AYAH SAYA PAK HAROEN ROSYID JUGA SANTRI DAN ALUMNI LIRBOYO, GURU SAYA MBAH YAHI KHOLIL BETIK NGAMPEL MOJOROTO KEDIRI, BELIAU GURU SENIOR KAMI DI PONPES LIRBOYO, BELIAU BIASA IKU NGAJI AL-HIKAM DI PONPES KEDUNGLO, BELIAU MASIH PERNAH MBAH SAYA. KETAHUILAH YANG MENULIS LEMBARAN SHOLAWAT WAHIDIYAH YG BEREDAR SAMPAI SEKARANG INI ADALAH GUS MAFTUH MENANTU MBAH KH. MARZUKI DAHLAN YANG HAFIDZ AL-QURAN ITU, BELIAU JUGA PENGAMAL SHOLAWAT WAHIDIYAH. SAYA SENDIRI WAKTU ITU YG SOWAN KE BELIAU GUS MAFTUH LIRBOYO TAHUN 1982 BULAN MEI TGL 02….TUK MOHON DITULISKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH YANG BARU, KARENA BELIAU JUGA SEORANG YG AHLI KHOT, TULISANNYA INDAH DAN BAGUS SEKALI. MF SAUDARAKU ZAZAMI YG BAIK HATINYA ANDA SANTRI LIRBOYO TAHUN BERAPA ….. MASIH KEMARIN SORE KALI…. SANTRI LIRBOYO YANG MENGAMLKAN SECARA SEMBUNYI BANYAK SEKALI SEJAK ZAMAN MBAH KH. MARZUKI DAHLAN…… 20 Januari pukul 10:14 · Telah disunting · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : oleh sebab itulah pda akhirnya mbh marzuki jg melarangnya, krn mbh mbh marzuki jg tw ada sbgian santri2nya yg ngamalkan scra diam2, tp efeknya santri2ne podo menying.. haha…. akhirnya mbh marzuki jg ikut melarangnya…. hehe… 20 Januari pukul 10:15 · Batal Suka · 1 Ahmad Dimyathi : OO IKU GAK BENER… BERITA SEPERTI ITU GAK BENER…. 20 Januari pukul 10:18 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : loooh…. saksi hidup msh ada lo… lek gak percoyo monggo sowano langsung gne mbah yai idris bin mbah marzuki…. 20 Januari pukul 10:21 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : pakq jg alumni lirboyo… 20 Januari pukul 10:21 · Suka Ahmad Dimyathi : DASAR DARI AL-QUR’AN DAN HADITSNYA MANA KOK BERANI-BERANINYA MELARANG MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH…..ITU GA ADA DASARNYA… CUMA CEMBURU SOSIAL, MASALAH PRIBADI DAN IRI HASUD AJA ITU….. ORANG SEMACAM KYAI MAHRUS ALI ITU PASTAS DISIKSA, DI JANTUR DI ALAM BARZAH SEPERTI JAMBU MENTE , DIA DIBAKAR DAN DISIKSA DENGAN SIKSAAN YG AMAT PEDIH SEKALI DI ALAM KUBURNYA…MERINTI-RINTIH KESAKITAN DAN MINTA MA’AF—..BANYAK PENGAMAL WAHIDIYAH YG DIBERI PENGALAN SEPIRITUAL KETIKA ZAMAN MBAH YAHI MU’ALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH QS WA RA MASIH SUGENG DULU….MEREKA PADA MELAPORKAN PERISTIWA ITU KE MBAH YAHI QS WA RA….TUM MEMINTAKAN MA’AF KYAI MAHRUS ALI KEPADA MBAH YAHI …KETIKA ITU…..GMN TANGGAPANNYA MBAH YAHI QS WA RA…???. INSYA ALLOH TAR KAN SY TULIS………………….???. Tnggapan Mbah Yahi Qs wa Ra ketika itu sbb. : “KALAU SAYA SECARA PRIBADI SUDAH SY MA’AFKAN, TAPI SAYA GAK MAU BERTANGGUNG JAWAB KEPADA MASYARAKAT LUAS TERUTAMA PARA SANTRINYA YANG MEREKA SESATKAN SEBAB MENGHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH ITU, HAL ITU BISA DIMA’AFKAN APABILA DIA (KYAI MAHRUS ALI) MAU MENDATANGI SATU PERSATU SANTRINYA DAN MASYARAKAT LUAS SECARA RUHANI DAN MENYATAKAN KEPADA MEREKA BAHWA SHOLAWAT WAHIDIYAH BOLEH KAMU AMALKAN DAN TIDAK HARAM SHOLAWAT WAHIDIYAH ITU”,….demikian tanggapan Mbah Yahi Qs wa Ra ketika itu….!!!. 20 Januari pukul 15:50 · Telah disunting · Suka Jaka Kelana : mbah kyai di tempatku juga alumni lirboyo, juga mengamalkan sholat wahidiyah…. 20 Januari pukul 10:54 · Batal Suka · 1 Ahmad Dimyathi : BETUL KANG JAKA… BANYAK ALUMNI PONPES LIRBOYO YANG MASYHUR ITU PADA MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH, HANYA MEREKA YG KENA HASUDTAN KYAI MAHRUS ALI AJA ITU…SEBGIAN AJA SANTRI LIRBOYO…. ITU SEBENARNYA MASALAH PRIBADI AJA SEMULA JUGA MASALAH POLITIK AJA….MAUNYA DULU DIMINTA OLEH K MAHRUS ALI SEMUA PENGAMAL WAHIDIYAH ITU MAU BERNAUNG DIBAWAH KEPEMIMPINANNYA SYURIYYAH NU JAWA TIMUR…, TAPI DENGAN MBAH YAHI QS WA RA DIJAWAB DENGAN HALUS DAN TEGAS, BAHWA WAHIDIYAH TIDAK KEMANA-MANA TAPI ADA DIMANA-MANA, BUKAN HANYA DI NU SAJA….YG MENGAMALKAN SW BOLEH SIAPA SAIA TANPA PANDANG BULU DAN GOLONGAN…BUKAN HANYA WARGA NU ATAU MUHAMMADIYYAH SAJA…BAHKAN NON MUSLIMPUN YG MAU BOLEH MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH….TTG MASALAH PRIBADI TAR KALAU PERLU SY TULIS SEJARAH NYA…..???. (Sejarahnya begini : Istri Kyai Makhrus Ali itu dulu dlm sejarah (bisa dibaca dlm biografinya Mbah Yahi Qs wa Ra) mau dijodohkan kepada Mbah Yahi Mu’allif Sholawat Wahidiyah Qs wa Ra, tapi Beliau Mbah Yahi MBOTEN KERSO (GAK MAU), waktu itu Pak Naib sudah datang…., para undangan dan Kyai2 sudah pada rawuh tuk menyaksikan pernikaahan saat itu dengan putrinya Mbah Yahi Abdul Manaf yang akhirnya mendapatkan jodoh dengan Kyai Makhrus itu. Ketika aqdun nikah dengan Mbah yahi berlangsung, Beliau Mbah Yahi bungkam seribu bahasa gak kerso jawab qobiltun-nikah…..dst… Maka pernikahan saat itu dibatalkan. La dari peristiwa itulah mungkin ada rasa sentimen pribadi antara K. Makhrus Ali dan istrinya dengan Beliau Mbah Yahi Qs wa Ra….Wallohu a’lam….). 20 Januari pukul 16:01 · Telah disunting · Suka · 2 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : sy prnh mimpi bertemu kh mahrus ali sy dipaksa ikut dia. tp alhamdulillah BELIAU KANJENG ROMO MBOTEN KERSO. 20 Januari pukul 11:59 · Batal Suka · 2 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : guru ngaji sy adl 0rg lirb0y0. memang smpai saat ini mreka msh gak suka ma SW. tp ahlul bait LIRBOYO sdh menerima bahkan 20 Januari pukul 12:05 · Suka · 1 Zamzamy Oud Bynazziek : yusuf@ mbebalikan fakta senengane…. 20 Januari pukul 12:09 · Suka Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : sdh s0wan ke KANJENG ROMO. sy menyaksikan sndiri. DAWUH BELIAU : BTUH WAKTU 40 TH BAGI LIRBOYO UNTUK SOWAN KE KEDUNGLO. 20 Januari pukul 12:09 · Batal Suka · 1 Zamzamy Oud Bynazziek : haha….. mimpi kaliiiiii…. 20 Januari pukul 12:11 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek dasar republik mimpi…. 20 Januari pukul 12:11 · Suka Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : zam zam@maksut sampean. 20 Januari pukul 12:12 · Suka Ahmad Dimyathi KANG YUSUF : YG BAIK..ANDA BENAR…PUTRA PUTRI LIRBOYO SUDAH PADA SOWAN KE KEDUNGLO…ALHAMDULILLAH SEKARANG INI SUDAH CAIR…AKRAB SEKALI HUBUNGANNYA..SANGAT HARMONIS…. HANYA ALUMNINYA AJA YANG GAK NGERTI DAN GAK MAU TAHU YANG MASIH KERAS HATINYA..LEBIH KERAS DARI BATU GOA… 20 Januari pukul 12:14 · Telah disunting · Suka · 2 Ahmad Dimyathi : MULAI SEJAK ZAMAN KH. IMAM YAHYA MAKHRUS DULU (BELIAU REKTOR KAMI KETIKA SY KULIAH DI TRIBAKTI KEDIRI – SY SI -NYA LULUSAN TRIBAKTI KEDIRI – SY BANGGA IAIT ASUHAN KYAI IMAM), BELIAU DAH AKRAB SEKALI DENGAN KANJENG ROMO KH. ABDUL LATIF MADJID RA, BELIAU KYAI IMAM KALAU MEMANGGIL BELIAU KANG MAS…., MEMANG KEDUA BELIAU MASIH BERSAUDARA DEKAT, SAMA2 CUCU DARI MBAH YAHI SHOLEH BANJAR MLATI KEDIRI, BAHKAN SUATU SAAT KYAI IMAM PERNAH PINJAM MOBIL MERCINYA KANJENG ROMO YAHI…..ITU REALITANYA YG GA BISA DIBANTAH…. 20 Januari pukul 12:22 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : trus hubungane opo ileh 20 Januari pukul 12:25 · Suka Ahmad Dimyathi HUBUNGANE SEBENARNYA SEKARANG INI GAK ADA MASALAH ANTARA PONPES LIRBOYO DAN PONPES KEDUNGO…MEMANG SATU KELUARGA DAN SATU SAUDARA….. ANDA AJA YANG GAK MAU TAHU…. 20 Januari pukul 12:27 · Suka Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : sy pngen nambahin pak yahi sjarah lirbyo. bnyakx santri lirb0y0 adl jasa mbh makruf. dlu bnyk santri yg daftar d kdunglo 20 Januari pukul 12:27 · Suka Ahmad Dimyathi : BETUL ITU…., DLM SEJARAH TERTULIS DENGAN TINTA EMAS….BAHWA MBAH KH. ABDUL KARIM DAWUH KEPADA PARA SANTRINYA TERMASUK AYAH SY PAK HAROEH ROSYID MURID DAN SANTRINYA KYAI SEPUH LIRBOYO…DAWUHNYA MBAH MANAF (PANGGILAN AKRABNYA MBAH KH. ABDUL KARIM) BEGINI : “WAHAI SANTRI2KU , KAMU SEKALIAN BELUM SAYA ANGGAP LULUS DISINI (DI LIRBOYO), SEBELUM KAMU SEKALIAN TABARRUKAN DAN MINTA DO’A RESTU KE MBAH KH. MOHAMMAD MA’RUF DI KEDUNGLO SANA”‘ 20 Januari pukul 12:33 · Telah disunting · Suka Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : di jman mbh makruf. beliau hnya menerima santri d kedunglo tdk kurang dri 40 0rg sj. jk lbh dialihkan k lirb0y0. 20 Januari pukul 12:32 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : yo wajar to…. ancene kdunglo kro lirboyo dr dlu familiy kug…. tp klo urusan wahidiyah hingga skrang lirboyo tetep haramkan sholawat wakidiyah 20 Januari pukul 12:33 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek yusuf…: percoyo.. tp iku byen, mergo tabarruk gne mbh makruf.. tp sak ki wes beda la… akehe santri lirboyo jaman sak ki msok yo mrgo jasane lathip…. mimpi kali ye… hahah 20 Januari pukul 12:38 · Telah disunting · Suka Ahmad Dimyathi : MENGHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH ALASANNYA APA..? GMN HUKUMNYA MENGHARAMKAN PERKARA YANG SEMESTINYA TIDAK HARAM….???. DALAM KITAB2 DITERANGKAN BAHWA MENGHARAMKAN SESUATU YANG SEMESTINYA TIDAK HARAM, SEPERTI CONTOH KYAI MAHRUS BERANI MENHHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH YANG SEMESTINYA HAQ TIDAK HARAM…, BISA JADI ORANG YG MENGHARAMKAN SEPERTI ITU HUKUMNYA MENJADI MURTAD ..NA’UUDZU BILLAH..TSUMMA NA’UUDZUBILLAH, DAN MATINYA BISA SU’UL KHOTIMAH SEPERTI SEJARAHNYA WALI BARSESO YANG MATINYA LIDAHNYA MELET/MENJULUR KELUAR SANGAT PANJANG SEKALI KARENA SU’UL KHOTIMAH GARA2 BERMUSUHAN DENGAN NABI MUSA AS DENGAN MENDOAKAN AGAR NABI MUSA TERSESAT KETIKA ITU, KARENA BUJUK RAYUAN SEORANG PEREMPUAN TUNA SUSILA ITU……!. 20 Januari pukul 16:10 · Telah disunting · Suka · 1 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : gak ada tulisan SANTRI LIRBOYO DIHARAMKAN MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH di temb0k LIRBOYO. ay0 JAWAB ?? 20 Januari pukul 12:55 · Telah disunting · Suka Ahmad Dimyathi : MF SAYA MASIH DRURRIYYAH BANJAR MLATI JUGA, MBAH SY KH. MISBAHUL MUNIR PONPES KEDUNGSENTUL MOJOROTO KEDIRI (DLM KISAH TERMASUK SALAH SEORANG PRAJURITNYA PANGERAN DIPONEGORO, YG GAGAH BERANI DAN ALLIM) MASIH MENANTUNYA MBAH YAHI WARDOYO BANJARMLATI KEDIRI, KAKEK BUYUT SAYA MBAH KH. MAHMUL (ADIK MBAH BUYUT SY MBAH ALIYYAH) KEDUNGSENTUL MOJOROTO KEDIRI MASIH MENANTUNYA MBAH YAHI MA’ROEF RA KEDUNGLO DENGAN PUTRINYA YANG BERNAMA MBAH NYAI SITI AMINAH ( MBAK YUNYA MBAH YAHI MU’ALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH QS WA RA), AYAH IBU SAYA JADI PENGANTIN YG NGIJABI DAN MENDOAKAN BELIAU MBAH YAHI MA’ROF RA, JUGA IKUT HADIR WAKTU ITU MBAH YAHI ABDUL KARIM DAN MBAH YAHI ABU BAKAR BANDAR KIDUL KEDIRI (SATU DOKAR KETIGA SERANGKAI KYAHI BESAR TSB). KAMI GA RELA SEBAGAI ANAK KETURUNANNYA MBAH WARDOYO BANJARMLATI, BELIAU-2 SBG CUCU2NYA MBAH KH/ SHOLEH BANJARLATI ANTAR KEDUNGLO DAN LIRBOYO TIDAK RUKUN DAN HARMONIS, GARA2 ADA SEORANG KYAI SEPERTI K. MAHRUS ALI YG GAK BENER DAN NGAWUR ITU BERANI-BERANINYA MENGHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH…..? 20 Januari pukul 16:49 · Telah disunting · Suka · 1Zamzamy Oud Bynazziek : pamer nasab ki critane… hehe 20 Januari pukul 12:56 · SukaAhmad Dimyathi : GA PAMER KANG ZAMZAM YG BAIK….SEMATA-MATA IKHLAS DAN TAHADDUS BINNIKMAH…AMIIN… TERSERAH ANDA MENILAI….ITU HAK ANDA…HANYA ALLOH YANG MAHA TAHU 20 Januari pukul 12:58 · Suka · 1 Zamzamy Oud Bynazziek : injiiiiih gus yahi dimyati RA. wa QS.. hehe 20 Januari pukul 13:02 · Suka Sigit Aryanto : Pembuat alat musik biasanya suaranya jelek..(fals) kok malah mengarang beberapa lagu .juga gak payu kadang kena lempar spatu.. 20 Januari pukul 13:27 · Batal Suka · 1 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : zamzam@sakkarepmu. pak yahi sdh jngan diteruskan percuma. muride mahrus ali yo ngunu kuwi. g knek dikandani. 20 Januari pukul 13:29 · Batal Suka · 1 Sigit Aryanto Pun : PAK DIM .!.oknum ZMZ yg tadi seperti nya bukan orang biasa ..spertinya ahli memancing tapi mbok jangan dikolam tetangga…kapan2 diaturi mancing ten Samudra .. 20 Januari pukul 14:35 · Batal Suka · 1 Ahmad Dimyathi : gpp kang Sigit yg dirahmati Alloh SWT, sy anggap sdrku zamzami kawan setia sy dlm perjuangan Wahidiyah, penyiar dan pembina Wahidiyah yg bergaya kontras (fatwa amanat Mbah Yahi Qs wa Ra), dengan adanya komentar dia yg miring terhadap Wahidiyah semoga sy bisa manfaatkan tuk menjelaskan duduk permasalahan yg sebenarnya seperti apa, sehingga mereka yg belum faham diharapkan mau mengerti dan faham…, sehingga mereka pada mau mengamalkan Sholawat Wahidiyah…utamanya mereka para alumni ponpes Lirboyo kdr… walaupun misalnya tidak bermanfaat buat sdr kita zamzami ini yg dah terlanjur ada rasa gak senang, iri dan hasud….., tapi sy berkhusnudhon semoga tidak seperti itu….semoga….. Amiin… 20 Januari pukul 15:40 · Telah disunting · Suka · 3 Ambarawa Setiawan: paling nek di kon tirakat yow wegah kok ribut nang kene tow mas,yow sak iki guruku yo guruku gurumu yo gurumu 21 Januari pukul 4:41 · Batal Suka · 1 Ahmad Dimyathi GAK RIBUT KOK MAS…CUMAN DISKUSI/NGOBROL BAE KOK…SEMOGA ADA MANFAATNYA TUK KITA SEMUANYA……AMIIN… 21 Januari pukul 5:55 · Suka Ahmad Dimyathi :SAYYIDII YAA ROSUULALLOH .! GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN ! http://youtu.be/nvo3-uEBDz0 youtu.be 21 Januari pukul 5:57 · Suka · Hapus Pratinjau Ahmad Dimyathi : DALAM SAMBUTAN GUS DUR TERSEBUT, BELIAU MENDAWUHKAN : “DULU ADA SEORANG KYAI GAK JAUH DARI SINI (KEDUNGLO) YANG MENYESATKAN (MENGHARAMKAN) SHOLAWAT WAHIDIYAH…….yang dimaksud Gus Dur dalam sambutannya tersebut tidak lain adalah KH. Mahrus Ali Lirboyo….. SELANJUTNYA KATA GUS DUR : “KALAU DIA BERANI MENGATAKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH ITU SESAT KITA HARUS BERANI MENGATAKAN KAMU SENDIRI YANG SEBENARNYA SESAT DAN MENYESATKAN. MEREKA MENGATAKAN SESAT ITU KARENA KETIDAK TAHUANNYA (karena kebodohannya)……..dst….”. 21 Januari pukul 6:04 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : hahaha… brati ahmdiyah yo ora sesat ya… mirza ghulam yo ora sesat ya….. haha.. pancen hebat gus dur…. haha 21 Januari pukul 6:39 · Telah disunting · Batal Suka · 1 Zamzamy Oud Bynazziek : gus dur maneh2….. hehe… jangankan wahidiyah, ahmadiyah aja seng jelas sesat menyesatkan aja di bela kog kro ROMO YAHI GUS DUR RA. WA QS….. HAHA 21 Januari pukul 6:42 · Batal Suka · 1 Yusyuf Aremania Itajes Ongisiras : kon dhewe berarti sesat haha… 21 Januari pukul 7:55 · Suka Zamzamy Oud Bynazziek : hahahahah…. sesama sesat mari qt saling menyesatkan…. wkwkwk 21 Januari pukul 7:57 · Suka Yusyuf Aremania Itajes : Ongisiras kita ?? lo aj kali… 21 Januari pukul 8:11 · Suka Posted by AHMAD DIMYATHI, S. Ag at 6:40 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest 4 comments: abdimanFebruary 19, 2016 at 5:30 PM pak dimyathi, sampeyan bukan anak cucu/keturunan kyai ma’roef. mbok jangan ngaku2, hati-hatilah dari bahaya dusta. ibu sampeyan, bu nap adalah keponakan kyai mahmul(menantu kyai ma’roef). jadi jelas, sampeyan bukan cucu/anak keturunan kyai ma’roef. cara sampeyan terus terang membuat keluarga kami tidak nyaman. silakan bela kedung lo, tapi jangan mengecam / bersikap tidak sopan kepada ulama/kyai lain, apalagi di ruang publik macam ini. nasab itu bukan untuk dibanggakan. sampeyan harus ingat, bahkan Kan’an pun tidak bisa menggunakan nasab berpihak padanya. jazaakumullah Reply muhammad sifaulumamJune 10, 2016 at 3:23 PM smoga kita slalu dlm lindungan Allohm dpt syafaat tarbiyah Rasululloh saw, nadzroh ghoutsu hadzaz zamaan ra, slmet lan bejo ndunyo akhirot ….. Wa’tashimuu bihablillaahi jamii’an wala tafarroquuuu …. Reply muhammad sifaulumamJune 10, 2016 at 3:24 PM smoga kita slalu dlm lindungan Allohm dpt syafaat tarbiyah Rasululloh saw, nadzroh ghoutsu hadzaz zamaan ra, slmet lan bejo ndunyo akhirot ….. Wa’tashimuu bihablillaahi jamii’an wala tafarroquuuu …. Reply Catatan KecilNovember 17, 2016 at 3:26 PM KOMENTAR : abdimanFebruary 19, 2016 at 5:30 PM pak dimyathi, sampeyan bukan anak cucu/keturunan kyai ma’roef. mbok jangan ngaku2, hati-hatilah dari bahaya dusta. ibu sampeyan, bu nap adalah keponakan kyai mahmul(menantu kyai ma’roef). jadi jelas, sampeyan bukan cucu/anak keturunan kyai ma’roef. cara sampeyan terus terang membuat keluarga kami tidak nyaman. silakan bela kedung lo, tapi jangan mengecam / bersikap tidak sopan kepada ulama/kyai lain, apalagi di ruang publik macam ini. nasab itu bukan untuk dibanggakan. sampeyan harus ingat, bahkan Kan’an pun tidak bisa menggunakan nasab berpihak padanya. jazaakumullah….. JAWAB : Tolong baca dengn teliti Komentar sy : MF SAYA MASIH DRURRIYYAH BANJAR MLATI JUGA, MBAH SY KH. MISBAHUL MUNIR PONPES KEDUNGSENTUL MOJOROTO KEDIRI (DLM KISAH TERMASUK SALAH SEORANG PRAJURITNYA PANGERAN DIPONEGORO, YG GAGAH BERANI DAN ALLIM) MASIH MENANTUNYA MBAH YAHI WARDOYO BANJARMLATI KEDIRI, KAKEK BUYUT SAYA MBAH KH. MAHMUL (ADIK MBAH BUYUT SY MBAH ALIYYAH) KEDUNGSENTUL MOJOROTO KEDIRI MASIH MENANTUNYA MBAH YAHI MA’ROEF RA KEDUNGLO DENGAN PUTRINYA YANG BERNAMA MBAH NYAI SITI AMINAH ( MBAK YUNYA MBAH YAHI MU’ALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH QS WA RA), AYAH IBU SAYA JADI PENGANTIN YG NGIJABI DAN MENDOAKAN BELIAU MBAH YAHI MA’ROF RA, JUGA IKUT HADIR WAKTU ITU MBAH YAHI ABDUL KARIM DAN MBAH YAHI ABU BAKAR BANDAR KIDUL KEDIRI (SATU DOKAR KETIGA SERANGKAI KYAHI BESAR TSB). KAMI GA RELA SEBAGAI ANAK KETURUNANNYA MBAH WARDOYO BANJARMLATI, BELIAU-2 SBG CUCU2NYA MBAH KH/ SHOLEH BANJARLATI ANTAR KEDUNGLO DAN LIRBOYO TIDAK RUKUN DAN HARMONIS, GARA2 ADA SEORANG KYAI SEPERTI K. MAHRUS ALI YG GAK BENER DAN NGAWUR ITU BERANI-BERANINYA MENGHARAMKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH…..? (Ket. Sy bukan dzzurriyyah Mbah KH. Moh. Ma’ruf Kedunglo, melainkan dzurriyyah Mbah Yahi Wardoyo Banjarmlati Mojoroto Keiri).

Bakorpakem Tebing Minta Pertemuan Akbar Wahidiyah Dibatalkan

[22:34, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: Fafirruu Ilalloh   -  Larilah kembali kepada Alloh !
Catatan Kecil : 668 - KISAH DAN PETUAH INSPIRATIF, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

Bakorpakem Tebing Minta Pertemuan Akbar Wahidiyah Dibatalkan

By: adminOn: 25-02-2016 - 12:25
PrevNext

Bakorpakem Tebing Minta Pertemuan Akbar Wahidiyah Dibatalkan
Tebing Tinggi, Batak Today –

Rencana pertemuan akbar aliran ajaran Mujahadah Nispusanah atau Wahidiyah yang akan digelar di  Lapangan Merdeka Tebing Tinggi tanggal 27 Februari 2016 mendatang, memicu polemik di kalangan masyarakat Kota Tebing Tinggi. Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kota Tebing Tinggi setelah menggelar rapat, Rabu (24/2/2016), akhirnya meminta  agar pihak ulama membatalkan pertemuan tersebut, dan merekomendasikan kepada Walikota serta Kapolres Tebing Tinggi untuk tidak menerima audiensi Wahidiyah.

Rapat yang dipimpin Ketua Bakorpakem  H Fajar Rudy Manurung yang juga menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebing Tinggi, dihadiri Kakan Kesbangpol Linmas Amas Muda, Kakan Kemenag HM Hasbie, Ketua MUI H Ahmad Dalil Harahap, Ketua FKUB Abu Hasyim Siregar, Danramil Tebingtinggi Kapten Inf Salehan, Pasi Intel Kodim 0204 DS, Kasi Intel Kejaksaan, Kabag Hukum Pemko serta camat se Kota Tebing Tinggi.

Ketua MUI Tebingtinggi H Ahmad Dalil Harahap mengatakan, atas keberadaan ajaran Wahidiyah di Kota Tebingtinggi, MUI Kota Tebingtinggi telah meminta fatwa kepada MUI Sumut. Namun sampai saat ini MUI Sumut belum mengeluarkan fatwa, karena MUI Sumut masih disibukkan dengan proses penyusunan kepengurusan.

“Informasinya masih dalam proses”, terang Ahmad Dalil.

Akhirnya dengan menggunakan referensi keputusan MUI Tasikmalaya yang menyatakan ajaran Wahidiyah telah menyimpang dari ajaran Qur’an dan Hadist, rapat memutuskan untuk menyampaikan rekomendasi kepada Walikota dan Kapolres agar tidak menerima audiensi Wahidiyah, sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan tanggal 27 Pebruari 2015 itu tidak jadi dilaksanakan di Kota Tebingtinggi.

Selain itu rapat memutuskan, menunggu turunnya Fatwa MUI Sumut, kegiatan yang dilaksanakan oleh Aliran Wahidiyah tetap akan di pantau, dan kepada Ustadz yang sudah bergabung dengan Wahidiyah agar diberikan pembinaan oleh MUI Tebingtinggi dan Kemenag Kota Tebingtinggi.

Alirah Wahidiyah dianggap menyimpang karena ‘Ghauts Hadza Zaman’ mempunyai kewenangan Jallab dan Sallab (menanamkan dan mencabut iman seseorang), mendoktrin umat untuk meyakini mualip sholawat Wahidiyah yang bernama Mbah H Abdul Majid RA sebagai Ghauts Hadza Zaman. Bahwa kalau tidak ada Ghauts Hadza Zaman (Mbah H Abdul Majid-red), maka Allah akan menghancurkan dunia sekarang. Mbah H Abdul Majid dianggap sebagai juru selamat bagi umat zaman sekarang.(iss)

Foto: Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kota Tebing Tinggi menggelar rapat untuk menyikapi rencana pertemuan akbar Wahidiyah, Rabu (24/2/2016). (bataktoday/iss)

=========

KOMENTAR :

Sarkub Al Faqiir · Works at Pendidikan
hehe yg berhak memutuskan MUI pusat..padahal fatwa mui tasik sudah di ralat..lama....aneh khan bisa di cek dikemenkumham...kep.mui cianjur wahidiyah tidak sesat...aneh kan klo bukan pusat yg memutuskan..silakan tabayun jangan kepentingan pribadi
Unlike · Reply · 1 · 4 hrs

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
FAFIRRUU ILALLOH - LARILAH KEMBALI KEPADA ALLOH !.
Like · Reply · 4 hrs

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
KLIK : https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/392870764192570/
Like · Reply · 4 hrs

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
FAFIRRUU ILALLOH WA ROSUULIHI SAW !
SANGGAHAN, JAWABAN DAN PENJELASAN TERHADAP
SURAT KEPUTUSAN MAJLIS ULAMA INDONESIA KOTA TASIKMALAYA
Nomor : 25 / Kep./MUI – Kota – Tsm / VI / 2005

Pendahuluan

الحَـمـــــدُ للهِ الـذي اَ تَـا نـَــــــا بِالوَاحـِـــــدِيـَـةِ بِـفَـضــــلِ رَبِـنَـا
الحَـمــدُ لله ِالصَـلاةُ والسَــــــــلامُ عَـلـَــيكَ وَالال أيـَا خـَــيرَالانــَـا مِ
رَبٌ كَرِيـمٌ وَانتَ ذُو خُلـُق ٍعَظِيــم فاِشفَع لنا فاشفَع لنا عــِندَالكـَرِيـم
يَأ َ يـّهَا الغـَـــــوثُ سَــــــلامُ ا لله عَلــَــيــكَ رَبــــِّـــــــنــِي بِاذن ِالله
وَانـظــُــر الَيَ سـَـــيِّدي بنـَظـــرَةٍ مُو...See More
Like · Reply · 4 hrs

Ahmad Dimyathi · Guru Pendidikan Agama Islam at Depdikbud
SAYYIDII YAA ROSUULALLOH .!

GUS DUR (KH. ABDURRAHMAN WACHID) ORA TERIMO WAHIDIYAH DISESATKAN !

http://youtu.be/nvo3-uEBDz0
youtu.be
Like · Reply · 4 hrs

Facebook Comments Plugin

-----------

Vary Regar
17/11/2015 16:16
Vary Regar
Assalamualaikum pk yaii...
Mohin ijin bertanyak?
Ada teman saya bertanyak tentang wahidiyah..
Dan ini fatwa muinya...yg di kirim kan nya..
Menurut saya ini kan fatwa mui ygdi tasik malaya..
Mohon pnjelasan nya pk yaii...
Mohin ma'af..seblom nya..trimakasih....
Mungkin dia kirim yg ini..ja ya pk ngk kirim balasan atau jawabnyaa....dari pihak wahidiyah..

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 16:24
Ahmad Dimyathi
WA'ALAIKUM  SALAM WR. WB.  SIAPA NAMA TEMAN ANDA TSB DMN BERDOMISILI,  UDAH PENGAMAL APA BELOM TEMAN ANDA TSB..., INSYA ALLOH TAR SY JELASKAN.... MKSIH JAZAA KUMULLOH.. AMIIN..

Vary Regar
17/11/2015 17:00
Vary Regar
Teman di tbing pk yaii..dan dia ustat juga..
Ya blom.pngamal pk yaii...
Oh iya.bisa kita atasin kok pk yaii..
Krna di tbing kita uda audensi ke kesbang limas.Mui.depag....
Maksih pk yaii....
Uda berbagi..salam ferjuangan daritbing tinggi  sumtra utara...

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 17:03
Ahmad Dimyathi
BAIK.. MKSIH JAZAA KUMULLOH..AMIIN..

Ahmad Dimyathi
17/11/2015 19:30
Ahmad Dimyathi
FAFIRRUU  ILALLOH  -  LARILAH KEMBALI KEPADA ALLOH  !
WAHIDIYAH BUKAN ALIRAN SESAT
KEPUTUSAN MUI PUSAT, DI HADIRI BUPATI KAB. CIANJUR DAN KAMENAG.

Oleh : Muhammad Arif - SUBHAN, S.Pd (K. SUBHAN KHOTIB) for DPD RI
Dari Ki Ageng Smile Donk

Penanganan aliran sesat hasil SEMINAR DI GEDUNG KEMENAG KAB. CIANJUR TG 16 APRIL 2015 tentang pengkajian dan dialog tabayun bersama MUI Kab. Cianjur dan Kasat Intel Polres cianjur, LPKPU LEMBAGA PENGKAJIAN KEAGAMAAN PEMERADAYAAN UMAT dan unsur Muspika
BAHWA WAHIDIYAH BUKAN ALIRAN SESAT
KEPUTUSAN MUI PUSAT, DI HADIRI BUPATI KAB. CIANJUR DAN KAMENAG.

Yg sudah DIPUTUSKAN SESAT hanya sebelas :

1. Al Qiyadah
2. Pajajaran Siliwangi
3. Sepilis
4. Ahmadiyah
5. Mahesa kurung
6. Salamulah
7. Satrio Piningit
8. Islam jamaah
9. Syi'ah
10. Darul Arqom
11. Inkar Sunnah

Hari senin, 16 April. 2015, semua MUI kabupaten, kecamatan, dan Ormas Islam, KUA dan anggota Kemenag se- Kabupaten Cianjur, Polres, Bupati Cianjur mengundang narasumber MUI Pusat dan MUI Provinsi untuk menjelaskan aliran-aliran sesat ... Pada kesimpulannya yang tidak termasuk dalam sebelas kategori adalah tidak sesat.

ATURAN MUI untuk memutuskan aliran sesat :

1. Harus ada laporan masyarakat.
2. Ada pengkajian MUI setempat
3. Proses dialog, tabayun bersama unsur Muspika, Camat Kapolsek, Danramil.

Jika belum bisa ditangani, di pasrahkan ke Komisi Fatwa Kabupaten untuk di kaji dan di dalami oleh LPKPU, dan DI SIDANGKAN DENGAN MUI FATWA KABUPATEN.

Saat ada pertemuan saya duduk di kursi paling depan, insyaalloh dimana ada isu wahidiyah di sesatkan saya siap menghadapi kapan pun dan dimanapun....

(oleh Anggota Komisi Fatwa MUI Kab. Cianjur dan Ketua PW Kab. Cianjur)
Komentari :

Amar Maulana Wahidiyah, Muhammad Arif, Al Amin dan 14 lainnya menyukai ini.

Muhammad Arif : Mantab P.Yan... iki sing dibutuhne masyarakat sing jik peteng
8 jam · Suka

Al Amin : Semoga dapat dijadikan referensi untuk menganulir Fatwa MUI Tasikmalaya yang dikeluarkan pada 2007 silam.
8 jam · Telah disunting · Suka · 1

Ki Ageng Smile Donk : Cianjur Tasik tetang bang Al Amin, mgkn bisa di kondisikan oleh pak PW nya nanti
8 jam · Suka · 1

Bintang Putera Sedayu : Di shared yo
8 jam · Suka

Ki Ageng Smile Donk : Monggo, sangat di anjurkan demi kemaslahatan umat
8 jam · Suka · 1

Al Amin : Ya setidaknya dari hasil tabayun itu dijadikan pertimbangan MUI Pusat untuk mengeluarkan rekomendasi kepada MUI Tasikmalaya untuk mencabut Fatwa yang ditudingkan kepada Wahidiyah. Padahal, menurut sejumlah Ketua MUI Pusat pada Rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta 2007 lalu, MUI daerah tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan fatwa, kecuali merekomendasikannya ke MUI Pusat. Tapi, kenyataannya Fatwa MUI Tasikmalaya itu dijadikan alasan untuk menghambat acara Wahidiyah di beberapa daerah di Jawa Barat.
8 jam · Telah disunting · Suka · 1

Ki Ageng Smile Donk : Biasalah bang, ada fulus maka akan mulus2 saja, hehehe... Kesimpulanya, pada prinsipnya kita (Pengamal Wahidiyah) ada digaris yg benar, krn hny persoalan tehnis saja, karena jg mereka MUI yg paham dlm hal ini tdk akan bergerak krn tiada fulus, makanya mereka nyantai...
7 jam · Suka · 1

Al Amin : Untuk kemaslahatan yang jauh lebih besar hal itu perlu diurus, meski harus keluar fulus.
7 jam · Suka — bersama Toni Wilianto, Dhafid Wahyudicky Candra, Ulul Em, dan 38 lainnya.

Batal Suka · Komentari · Matikan Pemberitahuan · Bagikan · Sunting · 4 Juni ·

Anda, Bayi Merangkak, Joko Langlang Buana, Cindy Oktarena Arinta, dan 142 orang lainnya menyukai ini.
6 berbagi

Komentar

Ibrahim Margolang
Ibrahim Margolang YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH
Foto Ibrahim Margolang.
Batal Suka · Balas · 4 · 4 Juni pukul 0:45

Hamzah Aham
Hamzah Aham Yang menyesat kan ajaran wahidiyah yang hari baca syahadat lagi,karena dalam al qur'an d sebut kan barang siapa yg menyesatkn satu golongan sementara golongan itu tidak sesat maka ke sesatan itu berbalik kepada yang menyesatkn nya...yaa sayidii yaa rosulalooh...
Batal Suka · Balas · 6 · 4 Juni pukul 0:50

Abd Kholik
Abd Kholik Alhamdulillah sekarang tinggal qta,memperjuangkan kesadaran fafirruu ilalloh dan mengenalkan wahidiyyah pd umat masyarakat jami'al alamin smoga kita sentiasa mendapatkan mendapatkan jangkungan do'a restu barokah,Nadroh hadrotul kirom kanjeng romo kyai haji Abdul Latief Majid r.a.
Batal Suka · Balas · 4 · 4 Juni pukul 1:06

Bayi Merangkak membalas · 1 balasan

Arif Abdullah Firdaus
Arif Abdullah Firdaus Alhamdulillah,.semoga Alloh menganugerahkan hidayah kepadaku, dan Kanjeng Rosul mencintaiku..saya dulu mantan mahesa kurung bogor, yg mencetak anggotanya memiliki kesaktian linuwih, tahan bacok, tahan api dll, dengan khodam tertentu, saya masuk dijajaran para guru..saya dipecat dari mahesa kurung, karena diaggap tidak patuh dan melawan..Ya Sayyidi Ya Rosululloh
Batal Suka · Balas · 3 · 4 Juni pukul 2:28

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi Ahmad Dimyathi S Ag, Doel Ko Ang, Arif Abdullah Firdaus, Umi Arsy, dan 10 orang lainnya menyukai ini.
Daud Cilamaya Yaa saayyidi yaa Rosullalloh...
11 jam · Suka · 1
Umi Arsy Yaa Sayyidii Yaa RasuulAlloh
Yaa Sayyidii Yaa Ayyuhal Ghouts
Fafirruu Ilallah
Alfatihah
Alhamdulillah
10 jam · Suka

Nur Sis Sbner x yg bilang ...Sezat ...sezat...itu cuma pihaq2 yg ...Ngirii dengkii azaa ...dia meriang badanx kl lihat kmazuan2 Wahidiyah yg bgichu Ppeezzaaat....
Dlm Tempo Zinkkat pula just need time...52 th sdh se Bezzarr ini....Alhamdullillah
9 jam · Suka

Sulhan Idris Selama yang mengatakan sesat itu manusia, kelompok atau golongan tertentu, pengamal dak kaget. Justru bertambah teguh dan semangat. Kecuali orang yang pura pura menjadi ummat Rosululloh. Pura pura jadi ulama, pura pura jadi kyai. Tentu saja menolak kehadiran Rosululloh. Dak usah jauh jauh, kita sendiri sering tersesat ketika dihindari Rosululloh. Terutama saya.

Jadi yang sesat bukan Wahidiyahnya. Tapi orangnya.
Alhamdulillah, semakin tampak kelompok yang disebut sesat. Semakin jelas tugas perjuangan.tapi pengamal dilarang ikut ikutan mengatakan suatu kelompok itu sesat. Sebab pembebasan syirik itu tugas jiwa per jiwa. Jika diberi lebih, itu pemberian yang istimewa yang wajib disyukuri.
7 jam · Suka

Suka · Balas · 4 · 4 Juni pukul 2:31

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi FAFIRRUU ILALLOH WA ROSUULIHI SAW !

SANGGAHAN, JAWABAN DAN PENJELASAN TERHADAP
SURAT KEPUTUSAN MAJLIS ULAMA INDONESIA KOTA TASIKMALAYA
Nomor : 25 / Kep./MUI – Kota – Tsm / VI / 2005

Pendahuluan

الحَـمـــــدُ للهِ الـذي اَ تَـا نـَــــــا بِالوَاحـِـــــدِيـَـةِ بِـفَـضــــلِ رَبِـنَـا
الحَـمــدُ لله ِالصَـلاةُ والسَــــــــلامُ عَـلـَــيكَ وَالال أيـَا خـَــيرَالانــَـا مِ
رَبٌ كَرِيـمٌ وَانتَ ذُو خُلـُق ٍعَظِيــم فاِشفَع لنا فاشفَع لنا عــِندَالكـَرِيـم
يَأ َ يـّهَا الغـَـــــوثُ سَــــــلامُ ا لله عَلــَــيــكَ رَبــــِّـــــــنــِي بِاذن ِالله
وَانـظــُــر الَيَ سـَـــيِّدي بنـَظـــرَةٍ مُوصِــلَةٍ لِلحـَضـــــرَة العـَلِـيــَـــةِ
اما بـعـد

Surat sanggahan , jawaban dan penjelasan ini kami buat untuk menanggapi dan menjelaskan surat keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya tertanggal 21 Jumadal Ula 1426 H / 28 Juni 2005 tentang “ Sebagian Ajaran Yayasan Perjuangan Wahidiyah “, di Kampung Kereteg Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, nomor : 25/Kep./ MUI-Kota – Tsm / VI / 2005, dengan harapan agar MUI Kota Tasikmalaya berkenan meninjau dan mencabut kembali surat keputusannya.

Hal ini semata–mata untuk menjaga citra dan wibawa MUI Kota Tasikmalaya sebagai lembaga agama yang terhormat. Disamping itu, juga bertujuan untuk mengembalikan nama baik Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo (terutama Wahidiyah didaerah Tasikmalaya) yang telah terpuruk dan tercemar dengan adanya keputusan fatwa MUI Kota Tasikmalaya itu.

Masalahnya, setelah kami membaca dan mencermati surat keputusan tersebut, baik dari konsideran maupun isi surat, ternyata masih terdapat banyak kelemahan dan kekeliruan, antara lain :

1. Cara MUI Kota Tasikmalaya dalam menetapkan suatu keputusan yang kurang bagus. Cara Islamkah atau tata cara yang berlaku dinegeri kita tercinta ini. Jika cara Islam, sepertinya Islam tidak demikian, dan kalau tata cara yang berlaku di negeri ini, sepertinya juga tidak.

2. Keputusan yang diambil atau ditetapkan oleh MUI Kota Tasikmalaya, tampaknya terasa kurang adil, karena tidak didahului dengan pengklarifikasian suatu permasalahan.

3. Kurang jelinya MUI Kota Tasikmalaya didalam mempelajari suatu permasalahan. Benarkah yang menjadi sebab kontroversi dan keresahan masyarakat adalah amalan Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya ? Apa bukan faktor politis atau cemburu sosial ?

4. Kurang telitinya MUI Kota Tasikmalaya dalam mempelajari buku – buku Wahidiyah, lebih – lebih dalam memahaminya. Akan tetapi dalam hal ini, kami memakluminya. Karena Wahidiyah bukan seperti sesuatu yang mudah ditangkap dalam waktu sekejap, Ajaran Wahidiyah tergolong kajian atau ajaran tasyawuf, yang tentunya bisa dipahami dan dirasakan jika diamalkan. Kaidah yang populer dalam tasawuf menyebutkan مَنْ لَمْ يَـذُ قْ لَمْ يَـعْـرِفْ “Barang siapa yang tidak merasakan dia tidak tahu, (Siapa yang tidak mengenyam ia tak paham)”.

5. Kemungkinan kurangnya tenaga ahli / spesialis ditubuh MUI Kota Tasikmalaya.

6. Kalau kami tidak salah asumsi, seperti terasa adanya keberpihakan MUI Kota Tasikmalaya kepada kelompok tertentu.

7. MUI Kota Tasikmalaya tidak pernah memprediksi, bahwa akibat dari surat keputusannya itu akan membawa dampak meresahkan masyarakat luas, terutama bagi Pengamal Sholawat Wahidiyah yang tersebar di berbagai kota dan pelosok tanah air ini, bahkan di Malaysia, Brunai Darussalam, Hongkong, Saudi Arabia dll. Alhamdulillah mereka tidak sampai melakukan tindakan anarkis, karena mereka dibekali bimbingan akhlak mulia.

8. Sikap berlebihannya MUI Kota Tasikmalaya dalam memojokkan dan menyudutkan Yayasan Perjuangan Wahidiyah, yang mana Yayasan Perjuangan Wahidiyah dikatakan menyampaikan akidah yang berlebihan, seperti berlebihannya orang – orang Kristiani terhadap Nabi Isa AS., atau berlebihannya orang – orang Yahudi terhadap Nabi Uzair. MUI Kota Tasikmalaya yang terhormat. Kami mengerti akidahnya orang – orang Nasrani dan orang – orang Yahudi, dan kami tidak akan melakukan sebagaimana yang dilakukan orang – orang Kristiani, yang menganggap Nabi Isa AS (Yesus) sebagai anak Tuhan dan sebagai Tuhan. Kami juga tidak melakukan sebagaimana orang – orang Yahudi, yang menganggap Nabi Uzair sebagai anak Tuhan dan menganggap golongan atau kaum selain mereka sebagai kaum gentile (budak).

9. Kenapa MUI Kota Tasikmalaya, sebagai lembaga terhormat, memvonis kami dengan sesuatu yang tidak kami lakukan ?. Ada apa gerangan ?.
Demikian semoga dengan surat ini semua permasalahan menjadi gamblang dan jelas, serta dapat terselesaikan dengan baik dan damai. Sebelum mengakhiri pendahuluan ini tak ada salahnya bila kami sampaikan informasi tambahan tentang keberadaan Yayasan kami, yakni Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo, adalah legal formal dan berbadan hukum dengan berakta notaries ; AKTA NO.05 TAHUN 1997 TBN. NOMOR : 1 ? AD / 1998 BN. NO. 1 / 98, dan telah terdaftar di Departemen Kehakiman, di Tambahan Berita Negara dan di Departemen dalam Negeri
.............................

SELENGKAPNYA KLIK DISINI :

https://www.facebook.com/groups/149613921851590/permalink/392870764192570/
Ahmad Dimyathi ke DPRW Provinsi Jawa Barat
17 Januari 2014 ·


-----------

Hari Ini, JUM'AT TGL 26 PEBRUARI 2016
Vary Regar
13:49
Vary Regar
Asalamualaikum...Ayah.....

Ahmad Dimyathi
13:50
Ahmad Dimyathi
WA'ALAIKUM SALAM WR. WB.  APA KABAR...

Vary Regar
13:51
Vary Regar
Mohon ijin memberikan ipormasi tentang.batalnya acara nisfussanah di tebing tinggi.....

Ahmad Dimyathi
13:53
Ahmad Dimyathi
BOLEH SILAKAN... AMIIN..
Vary Regar
13:54
Vary Regar
Vary Regar
13:54
Vary Regar
Vary Regar
13:54
Vary Regar
Berita ini di kluarkan di komunitas kami anak tebing tibggi
Ma'af ayah....ini brta sata krinsot kan

Vary Regar
14:01
Vary Regar
Jadi kami di tbing dari 3 minggu ini.sepakat untyk tenang dan sabar menunggu keputusan Mui propinsi sumtra utara..

Vary Regar
14:08
Vary Regar
Mohon kami ke pada ayah..dim? Gimana solusinya.....karena semua pngamal uda dalam pngawasan..pihak kepolisian...kodim..koramil...
Ya jujur bagi pngamal baru semangat nya mulai lemah.....
Karena uda beredar surat kaleng ....tentang wahidiyah.....

Vary Regar
15:27
Vary Regar
Sukur alhamdulilah..semua dapat di atasin........
Ini sbgai inpormasi untuk teman teman  yg menanyakan knapa di tbing tinggi acaranya batal..
Mohon doa nya..Ayah dim??
Smga acara nispissanah nya sukses dan Aman.....

Ahmad Dimyathi
16:15
Ahmad Dimyathi
AMIIN..., MKSIH JAZAA KUMULLOH..AMIIN..
Dilihat 16:23
[23:05, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: SURAT KETERANGAN DARI MUI KABUPATEN TASIKMALAYA TENTANG SHOLAWAT WAHIDIYAH

Alhamdulillah Surat Keterangan  dari MUI Kab.Tasikmalaya sudah ada  .......

Untuk memperjelas Tulisan  SURAT KETERANGAN TSB Kami ketik/salin aja sbb. :

Kop Surat MUI Kabupaten Tasikmalaya

SURAT     KETERANAGN
-----------------------------------
No : 38/MUI-TSM/IV/2016

1. Berdasarkan permohonan dari Pengurus Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan pondok Pesantren Kedunglo Kab./Kota Tasikmalaya, tanggal 18 Apiril 2016 nomor : 098/SP/YPW-C/VII/1437 H.

2. Setelah mengkaji :

    a. Surat Keterangan Mentri Hukum dan HAM Republik Indonesia,

    b. SKT Kesbang Kabupaten Tasikmalaya,

    c. Surat Keterangan Ketua MUI Tanjungjya yang telah mengkaji buku buku sholawat wahidiyah dan telah mengkajiacara acara acara    tersebut.

3. Berdasarkan hal tersebut diatas, dengan ini menerangkan bahwa Majlis Ulama Indonesia Kabuptaen Tasikmalaya menyarankan :

    a. Agar dalam penyelenggaraan acara sholawat wahidiyah, para pengamal senantiasa memelihara Aqidah serta Ukhuwah Islamiah,
sesuai panduan Al Quran dan Sunnah Rosulillah SAW.

    b. Agar berhati-hati dalam menyiarkan ajaran wahidiyah tersebut dikalangan orang-orang awam

    c. Agar melakukan konsultasi dengan FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama) supaya didalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan
Wahidiyah tidak terjadi hal-hal yag tidak diinginkan.

Demikian, surat keterangan ini dibuat untuk bisa dimaklumi.

Tasikmalaya, 21 April 2016 M / 13 Rajab 1437 H

Ketua MUI Bidang Fatwa,


ttd.


Drs.KH. I. SOLIHIN, M.Si
[23:34, 4/26/2016] +62 822-2666-8817: YAA SAYYIDII YAA AYYUHAL GHOUTS !
Catatan Kecil : 763 - KISAH DAN PETUAH edukatif, inspiratif, instruktif... rekreatif tuk SEPIRIT HATI, FORUM SALING ASIH, ASUH, ASAH, PEDULI BERBAGI/SHARING N DISKUSI/DIALOG INTERAKTIF SERTA LAYANAN TANYA JAWAB DAN KONSULTASI ONLINE.

SURAT PERNYATAAN MUI KEC. TANJUNG JAYA  KAB. TASIKMALAYA

“FAFIRRUU – ILALLOOH !” (7 kali).

“WA QUL JAA-AL HAQQU WA ZAHAQOL BAATHIL, INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQO”. (3 kali).

"SURAT PERNYATAAN MUI KEC. TANJUNG JAYA  KAB. TASIKMALAYA BAHWA WAHIDIYAH TIDAK SESAT, KOREKSI ATAS PERNYATAAN MUI KAB./KOTA  TASIKMALAYA TERDAHULU YANG MENYESATKAN WAHIDIYAH "

-----------

بِسْمِ اللهِ الرَحْمَنِ الرَحِيمِ.

(اللهُمَّ بِحَقِّ اسْمِكَ الأَعْظَمِ وَبِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِبَرَكَةِ غَوْثِ هَذَا الزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَائِرِ أَوْلِيَائِكَ يَاأَللهُ يَاأَللهُ يَاأَللهُ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ x 3),

(بَلِّغْ جَمِيْعَ العَالَمِيْنَ نِدَاءَنَا هَذَا وَاجْعَلْ فِيْهِ تَأْثِيْرًا بَلِيْغًا x 3),

(فَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ وَبِالإِجَابَةِ جَدِيْرٌ x 3).

فَفْرُّوا إِلَى اللهِ x7.

وَقَلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا x 3.
الفَاتِحَـة x 1

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM.

“ALLOHUMMA BI HAQQISMIKAL A‘DHOM WA BIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WA SALLAM, WA BIBAROKATI GHOUTSI HAADZAZ ZAMAAN WA A’WAANIHII WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOOH, YAA ALLOOH, YAA ALLOOH, RODHIYALLOOHU TAA’ALAA’ ANHUM”. (3 kali).

“BALLIGH JAMII’AL ‘AALAMIIN NIDAA ANAA HADZAA WAJ’AL FIIHI TA’-TSIIRON BALIIGHOO”. (3 kali).

“FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR WA BIL-IJAABATI JADIIR”. (3 kali).

“FAFIRRUU – ILALLOOH !” (7 kali).

“WA QUL JAA-AL HAQQU WA ZAHAQOL BAATHIL, INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQO”. (3 kali).

Terjemah :

“Dengan Asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Yaa Alloh, dengan Hak Kebesaran Asma-Mu, dan dengan kemulyaan serta keagungan Kanjeng Nabi Muhammad sholalloohu ‘alaihi wasallam, dan dengan barokahnya Ghouts Haadza-Zaman wa A’waanihi serta segenap Auliya’ Kekasih-Mu Yaa Alloh, Yaa Alloh, Yaa Alloh Rodhiyalloohu Ta’ala’anhum.

Sampaikanlah seruan kami ini kepada jamii’al ‘alamiin dan letakkanlah kesan yang merangsang di dalamnya.

Maka sungguh Engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah !”.

فَفْرُّوا إِلَى اللهِ -

“FAFIRRUU–ILALLOOH !” – Larilah kembali kepada Alloh !.--

وَقَلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا -

 “WA QUL JAA-AL HAQQU-WA ZAHAQOL BAATHIL, INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQO” -

Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW) perkara yang haq telah datang dan musnahlah perkara yang batal; Sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah.

KETERANGAN :

1. Kalimah “FAFIRRUU ILALLOOH” dan “WA QUL JAA-AL HAQQU....... ” dibaca bersama-sama imam dan makmum. Dirinya sendiri terutama supaya dirasa katut (terbawa) termasuk di dalam permohonan dan ajakan itu, dengan getaran hati yang kuat, sehinnga ada atsar/labet/kesannya yang luar biasa mendalam yang dirasakan hati kita ini !.

2. “FAFIRRUU ILALLOOH” maksudnya, memohon kepada Alloh SWT dan mengajak secara batiniyah agar supaya diri kita sendiri sekeluarga dan ummat masyarakat jami'al 'alamiin kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Alloh wa Rosuulihi SAW (Lillah Billah, Lirrosul Birrosul). Secara umum yaitu dengan menjalankan hal-hal yang diridhoi Alloh wa Rosuulihi SAW. Meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiyyat yang merugikan, merugikan diri pribadi, keluarga dan ummat masyarakat !.

3. “WA QUL JAA-AL HAQQU....... ” maksudnya, memohon kepada Alloh SWT semoga perbuatan dan akhlaq-akhlaq yang jahat dan bejat, yang merugikan diri sendiri, keluarga, teman, tetangga, umat dan masyarakat segera diganti oleh Alloh SWT dengan akhlaq yang baik dan terpuji, perbuatan dan akhlaq yang membuahkan manfa’at dan menguntungkan diri, keluarga, teman, tetangga, umat dan masyarakat yang diridhoi Alloh wa Rosuulihi SAW.

Dan apabila memang sudah menjadi suratan takdir tidak bisa diperbaiki lagi, dari pada makin lama makin berlarut-larut makin hebat menimbulkan kerusakan dan kehancuran, lebih baik semoga lekas dimusnahkan saja oleh Alloh SWT !”. Ini adalah soal mental, soal akhlaq, bukan terhadap fisik lahiriyyah !. Dan terutama kita arahkan untuk mental dan akhlaq diri kita sendiri sekeluarga !.

KOMENTAR  :

B'dy S Izin share pk Dim...FAFIRRUILALLOOH
Suka · Balas · 15 April pukul 14:17 · Telah disunting
RidHo Dwi SaputRa
RidHo Dwi SaputRa Alhamdulillah....
Suka · Balas · 15 April pukul 14:20

Ahmad Yuda
Ahmad Yuda Semoga bermanfaat dan membawa barokah yg seluas luasnya untuk perjuangan Fafirruu ilallah. Bagi yang belum faham dan belum tahu Sholawat Wahidiyah alangkah baiknya anda konfirm langsung ke PW daerah jangan asal ngomong.
Suka · Balas · 2 · 15 April pukul 14:25

Ghufron Efendi
Ghufron Efendi Alhamdulillah. ..
Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh
Yaa Sayyidii Yaa Ayyuhal Ghouts
Suka · Balas · 3 · 15 April pukul 14:36

B'dy S
B'dy S MAAF ...SAYA DAHULU DIBERI ANUGRAH ALLAH...MIMPI BELIAU ROSULULLOH..

BELIAU ROSULULLOH DAWUH

BEGINI DAWUH BELIAU ...

SHALAWAT WAHIDIYAH DAN AJARANYA BENAR2 HAQ DARI ALLAH...
Suka · Balas · 6 · 15 April pukul 14:38 · Telah disunting

Ghufron Efendi
Ghufron Efendi Maaf Pak Yahi Dim saya Save, dan saya unggah sendiri...
Jazaakumulloh khoir...
Suka · Balas · 2 · 15 April pukul 15:04

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi boleh...
Suka · Balas · 1 · 15 April pukul 19:21

Ghufron Efendi
Ghufron Efendi Makasih banyak. .
Jazaakumulloh khoir...
Suka · Balas · 15 April pukul 19:22

Didin Tajudin
Didin Tajudin yaa sayyidii yaa rasulalloh....yaa sayyidii yaa ayyuhal Gouts
Suka · Balas · 1 · 15 April pukul 15:25

Suparjo Suparjo
Suparjo Suparjo Alhamdulilah....izin share pak yai...mksh
Suka · Balas · 15 April pukul 15:26

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi boleh.. silakan...
Suka · Balas · 15 April pukul 19:21

Putri Widianto
Putri Widianto Ijin share ya pak
Suka · Balas · 15 April pukul 16:12

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi boleh.. silakan....
Suka · Balas · 15 April pukul 19:22

Ilham Saviporux Setyawan
Ilham Saviporux Setyawan Ijin share pak.
Suka · Balas · 15 April pukul 21:01

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi BOLEH ..SILAKAN....AAMIIN...
Suka · Balas · Baru saja

Dedi Sang Putro Bintoro
Dedi Sang Putro Bintoro ya sayyidi yaa rosulluloh
Suka · Balas · 15 April pukul 22:41

Muklisin
Muklisin · Berteman dengan Ghufron Efendi dan 71 others
Alkhamdulilah YA ALLOH... YASAYIDI YAROSULALLOH...YASAYYIDI YA AYUHAL GHOUST AKHIRNYA MUI TASIK MALAYA TELAH MENYADARI SOLAWAT WAHIDIYAH DAN AJARANYA TDK SESAT SEMOGA DENGAN KABAR INI MUDAH2AN KITA PARA PENGAMAL TAMBAH SEMANGAT TROS BERJUANG FAFIRRU ILALLOH SAMPAI AKHIR HAYAT DAN MUDAH2AN KITA SELALU MENDAPAT PANCARAN NADROH BELIAU AL GHOUSTI HADA ZAMAN RA....AMIIIN
Suka · Balas · 15 April pukul 23:47
T
usiran
Tusiran Alhamdulilah....izin share pak yai...mk
Suka · Balas · 23 jam

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi BOLEH ..SILAKAN.. AAMIIN...
Suka · Balas · Baru saja

Bentar Use Mgiokaton
Bentar Use Mgiokaton · 4 teman yang sama
Alhamdulillah.. "Waquljaa al haqqu wazahaqol baathil innal baathilakaana zahuuqo"
Suka · Balas · 12 jam

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi Arip Baban : Mau tanya pak yahi. Yg di tanyakan oleh Gus Mus Rembang apakah sudah ada jawabannya ? MUI itu makhluk apa ?

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi : BELOM .... PERTANYAAN TERSEBUT GAK PERLU DIJAWAB OLEH SIAPAPUN ... PERTANYAAN N PERNYATAAN ITU SEBAGAI PERINGATAN KERAS, SINDIRAN, HUKUMAN DAN KRITIKAN PEDAS DARI SEORANG GUS MUS DAN KOMUNITAS LAINNYA YG ARIF N BIJAKSANA.... TERHADAP MUI YANG GUOBLOX, NGAWUR N CEROBOH DLM MELAKSANAKAN TUGASNYA dan MENGAMBIL SIKAP TERHADAP SW.... YG TIDAK MENCERMINKAN KUMPULAN ULAMA' YG BAIK, CERDAS DAN MENGAYOMI, MELINDUNGI DAN MEMBINA UMMAT MASYARAKAT DI INDONESIA INI .... Maka ditanyakan oleh Al Mukarrom Gus Mus MUI itu makhluk apa ...?. Dikatakan makhluk gila ora beneh juga bukan... tapi kenyataannya pada ora beneh, pada gila, guoblox, dungu, tolol .....dan gak jelas ..... ???.
Suka · Balas · 7 jam

Apipudin Fdlh
Apipudin Fdlh Dari dulu ketika ada patwa MUI TASIKMALAYA yg menyesatkan MUI Kec. Tanjungjaya (KH. SODIKIN) meyatakan bahwa wahidiyah itu tidak sesat. Hari kamis kemarin alhamdulillah kami telah sowan ke MUI Kab. Tasikmalaya dan dia menyatakan saya akan taklid ke p...Lihat Selengkapnya
Suka · Balas · 1 · 3 jam

Ahmad Dimyathi
Ahmad Dimyathi AAMIIN...., MF, MAS APIPUDIN FDLH DARI TASIK ...SY MAU BERTANYA ...: "DULU YANG MENGELUARKAN SURAT KEPUTUSAN TTG SHOLAWAT WAHIDIYAH SESAT SIAPA ? MUI KABUPATEN TASIKMALAYA ATAU MUI KOTA TASIK MALAYA ???".
Suka · Balas · 39 menit

---------------------------------

[08:09, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kang Alfian benar...
[08:10, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: Ass ww Yth bp ibu dan seluruh pengamal dmn sj berada diinformasikan bhw sdr kita PW Tskmalaya sedang tabayun ke MUI Kab Tskmalaya utk klarifikasi hal fatwa sesat dan sdh dua kl pertemuan. Ketua MUI sedang mengkaji ttg Wahidiyah, kedua Salah satu Ketua MUI Kecamatan di Wil Kab Tsk sdh ada yg menyatakn bhw Sholawat Wahidiyah dpt diamalkn dan disiarkn .Dg dasar surat MUI Kec tsb Ketua MUI Kab Tsk hr senin tgl 18 april berjanji akn mengeluarkn Rekomendasi. Utk itu mhn dukungan dn mujahadahnya smga Ketua MUI Kab Tsk menguatkn pernyataan Ketua MUI Kec ...amiin, ( Sagimin )
[08:11, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kang masalah PW di Tebingtinggi kemarin oleh Kanjeng Romo Yahi Ra suruh ngramein di internet....Ayo nulis lg kang....!!!
[08:12, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: hehw iya..saya sudah di info kan...dah 2 minggu yang lalu..adakah yg punya alamat bakoorpakem twbing tinggi
[08:13, 4/15/2016] +60 10-284 1288: AMIIINN
[08:14, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: abtulnya yg mwngwluarkan fatwa di tasik itu. wilayah kota..maka lwboh twpat klo kita..k mui yg mwngwluarkan....klo kabupaten ini tuk mwmguatkan...bgtu kang vian
[08:14, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Betul, insyaalloh senin 18 April surat keterangan ttg Wahidiyah akan dikeluarkan. Yg sblumnya Fatwa telah keluar..dan ssempat menimbulkan suasana tdk kondusif. Bahkan baru2 ini, saudara2 di tasik wilaayah kota yg sedang melakukan usbu'iyah dibubarkan oleh kelompok radikal..
[08:16, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: nah makanya...yg harus mwngwluarka dan dipwrjuangan wilayah kota...ya yg radikal itu wahabi...pwnyakitnya dah di tangan...coba nanti kita koordinasi dwngan twman tmn aswaja
[08:19, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Smalam ngobrol ringan dgn ikhwan2, bhw klo ada lg hal yg demikian kita hrus melawan, sbtulnya kita itu mayoritas hnya saja kita 'diam' shgg kelompok radikal yg 'minoritas' itu terkesan banyak krn bak air beriak..hanya mngandlkan berani bicara keras..
[08:20, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Yang diam aja goblog
[08:21, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Benar kita harus berani menghadapinya...harus berani karena benar...
[08:21, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Jangan menjadi penakut n pengecut dlm Pw ini...
[08:22, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Yg kedua, kita (para pengamal sholawat wahidiyah) jg hrs faham ttg makna Fatwa,,,yg pd saat yg sama oleh klompok radikal fatwa sering digunakan utk melegitimasi/menghalalkan perbuatan anarkisnya,,dan itu yg terjd selama ini.
[08:23, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Contoh itu perjuangan Gus Dur yg gagah berani...
[08:24, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: kok aepi
[08:24, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Dan mmg posisi kepolisian di Kabupaten ini penakut, dan lebih condong ke kelompok radikal...
[08:24, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Gus Dur pengamal n pejuang Wahidiyah yg handal, militan, berani n mumpuni...
[08:25, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Yg akan kita kenang jasa n pengorbanannya sepanjang masa.
[08:26, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Gus Dur Hebat...Al Faatihah...
[08:27, 4/15/2016] +62 896-2870-9878: Aamiin
[08:27, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ok kwlompok yg radikal di maksud disana apa...fpi atw hti..ataw salafi...infokan k kita
[08:29, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: awaungguhnya wali allah ini tidak pwrnah afa rasa khawatir dan takut aka. kbnaran..ahingga.. pr nabi  sangat iri pasa wali wali allah....kalianlah wali2 allah yg tidak takut mbla yg haq
[08:31, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kang Gugun Ketua Depdikbudwa Tasik yg baik n berani n dirahmati ALLOH SWT... TOLONG JAWAB PERTANYAAN TSB..INFOKAN KEPADA KAMI SELENGKAPNYA TTG PW YG ADA DI TASIK....mksh jazaa kumulloh AAMIIN
[08:35, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: kurang lbih 9 tahun ketika ada yg tanya apa masllah tasik sudah slsai...saat itu saya katakan blm..walau sudah ada vidio klarifikasi kh dudung akasya..ternyata dugaan saya benar...
[08:37, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: di atas para radikal ..aeing mnjadikan alasan keradikalannya..atas nama fatwa..fatwa apa yg dimaksud?
[08:49, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Maaf,,telat lg di kelas,,,
[08:56, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kang Sarkub tolong vidio tsb diunggah ke youtobe...
[08:57, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Kirim kesini sy ga punya dokumentasinya
[09:04, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Mr alfian
[09:06, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Semua ling berita tebing tinggi udah kita kasih klarifikasi fatwa mui mbah.
[09:09, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Yg ingin keliatan eksis keislamannya (menandakan mereka ingin diakui islam shgg perlu eksistensi) adlh FPI. Kalo dibilang wahabi, bnyak yg tdk mau disebut wahabi sklipun pemikirannya wahabi banget. Itu mnjd tanda kurang fahmnya msyarakat/komunitas/ikhwan mngenai wahabi.

lanjut ke persoalan..bahwa jelas di arus bawah, masih banyak yg nyinyir terkait wahidiyah, itu dampak dari belum dicabutnya fatwa. Memang yg beriak itu di kota tasik tapi imbasnya ke seluruh nusantara.

Dari pembicaraan dgn ketua MUI Kabupaten, bahwa secara legalisasi bahwa organisasi perjuangan Wahidiyah sdh SAH dan tdk perlu rekomendasi daari MUI atau dr lembaga lain. Krn YPW sdh dilegitimate oleh Negara melalui akta notaris dan SK Kemenkumham.
[09:11, 4/15/2016] +62 817-5728-833: FPI sekarang ditolak dimana2.........FATWA kanjeng romo terbukti nyata......mulaindari masuk bui sampek ditolak masyarakat....yg belum tinggal modarnya saja
[09:13, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Fatwa itu muncul dari sebuah kasus, berbeda dgn ijtihad, klo ijtihad hasil pengkajian ilmu. Dan fatwa yg muncul mngkin krn MUI yg dulu tdk melakukan pengkajian, atau mmg ada indikasi intimidasi/penekanan dr pihak wahabi yg numpang beken di ormas2 yg sdh ada.
[09:14, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Alaa kulli hal kita harus melawan..
[09:15, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kalo memang benar dia itu habib harusnya senang dengan SW karena secara tidak langsung doa tertuju juga padanya.......mengong tenan wong iku.
[09:16, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Atau memang dia itu habib yg di bikin dari tanah sengketa hahahahahahaha
[09:18, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ok ..klo fpi. berarti siap tmpur kie....kanjeng romo tidak diam....ingat..syariatnya blau tidak diam saja...klo pwrlu di ptunkan
[09:19, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Pokok nek perang aku nyumbang golok cibatu kang sarkub.....hahahhaahaha
[09:20, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: di bksi fpi kcmtn mng tok petuk aku mlh cium tanganku
[09:20, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: wkwk
[09:20, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Wedi kok ngrujuk kopi kang heheheeh
[09:23, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ojo  gurng tok..pokoknya ..cmn gur iso ngpmong tok
[09:25, 4/15/2016] +62 817-5728-833: SELINGAN HATI SUDAH MULAI PANASSSSSSS

KETIKA UJUB MENYELIMUTI HATI
                                               
Nasihat dan perkataan Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah
 (7 Rajab 691 H - 13 Rajab 751 H)

"Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan shalat malam, maka janganlah memandang rendah orang2 yang tidur."

"Jika Allah mudahkan bagimu melaksanakan puasa, maka janganlah memandang orang2 yang tidak bepuasa dengan tatapan menghinakan."

"Jika Allah memudahkan bagimu pintu untuk berjihad, maka janganlah memandang orang2 yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan."

"Jika Allah mudahkan pintu rezeki bagimu, maka janganlah memandang orang2 yang berhutang dan kurang rezekinya dengan pandangan yang mengejek dan mencela. Karena itu adalah titipan Allah yang kelak akan dipertanggung jawabkan."

"Jika Allah mudahkan pemahaman agama bagimu, janganlah meremehkan orang lain yang belum faham agama dengan pandangan hina."

"Jika Allah mudahkan ilmu bagimu, janganlah sombong dan bangga diri karenanya. Sebab Allah lah yang memberimu pemahaman itu."

"Dan boleh jadi orang yang tidak mengerjakan qiyamul lail, puasa (sunnah), tidak berjihad, dan semisalnya lebih dekat kepada Allah darimu."

"Sungguh engkau terlelap tidur semalaman dan pagi harinya menyesal... lebih baik bagimu daripada qiyamul lail semalaman namun pagi harinya engkau "merasa" TAKJUB dan BANGGA dengan amalmu. Sebab tidak layak orang merasa bangga dengan amalnya, karena sesungguhnya ia tidak tahu amal yang mana yang Allah akan terima?

Semoga hati ini terhindar dari ujub.

Wallahu a'lam bish-shawab.
[09:25, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: sadar atw tidak sadar...pwngamal jabar..dadi pwngahalang..perjuangan..terutama saya....
[09:26, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Maksudte piye iku kang
[09:28, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: yo sak jabar ga tobat mencit...smua yg terjadi atas kesalahan pengamal itu sendiri...maka swkarang tobat...gwtarkan dwngan fafiruuilallah....dan syariatnya..hayoo bwrsuaralah
[09:29, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: kabaikan yg tidak teroganisir akab kalah dengan kejahatan yg teroganir....ini mbah yahi sering dawuh....
[09:30, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Joss tenan....susah orang bisa rumongso. Onone mung rumongso bisa.
[09:30, 4/15/2016] +62 817-5728-833:
[09:31, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Kejahatan yg terorganisir mengalahkan kebaikan yg tidak terorganisir. (Imam Ali bin Abi Thalib KW)
[09:32, 4/15/2016] +62 853-3597-4717: الباطل بنظام يغلب الحق بلا نظام
[09:34, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: aadaraku lang vian sudah bersuara di mui kab. saat kwjadian tebing tinggi...tpi salah kamar...soalnya yg mwngwluarkan kota maka kudu kota yng mencabut.......khusus mui kota tasik ..malaya... alfatihah...waaqul ja alhaqu ...
[09:35, 4/15/2016] +62 838-1823-2308: Hadir.. Kulo nyimak terus..
[09:35, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: hayoo kita ini haq yg terorganisir yg baik...masa kalah sama mui yg takut akan tknan....
[09:37, 4/15/2016] +62 852-2465-8408: Lawan .....
[09:37, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: janganlah kita menyusahakan kanjeng romo ..sungguh suul adab kita wahai pengamal jabar...smua ini karna kita.....smua saudara kita menjadi pesakitan....banyuwangi kini pun berimbas
[09:40, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: maju wahai saudaraku...Allah dan raaul bersamamu...saat ini hatimu di uji..kebenaran hatimu akan kecintamu pada aghauts hazaz zaman
[09:41, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ini juga pwrnah dialami..alghauts ibrahim bin adham ..imam sadzili yg terusir.....
[09:41, 4/15/2016] +62 813-3155-4644: Apapun yg terjadi semangatt teman,,,!!!
[09:42, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: NTT hadir siap tempur,,,
[09:42, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Lawan N hadapi MUI TASIKMALAYA..
[09:42, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: yg jauh dr jabar...arahkan doamu ke pada tasik
[09:42, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: AAMIIN
[09:43, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: mui tasik itu hanya kumpulan orang2 bodoh...kalian ini orang bweilmu...kalian ini wali2 allah...
[09:43, 4/15/2016] +62 812-8996-5310: Lngsung perang smbil angkat pddang..!
[09:44, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: siap ,, karna kami jauh tidak bisa berjuang lahiriyah insya alloh kami dan teman2 siap berjuang batiniah,, bismillhrhmnrhim,,,,
[09:45, 4/15/2016] +62 812-7770-0317: Perang sak duluran
[09:45, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: msat ini kirim fatihah w mui tasik kota..agar lwmah jiwanya
[09:46, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: siap kang dakes,, bukan.cuma.pedang tombak jga senjata.api sudah kami rakit,,,

rawe rawe rantas malang2 tuntas,,
[09:47, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Semua yg bisa nulis n bersuara lantang... tulis di internet lawan n kita hadapi  mereka bersama2...semata-mata melaksanakan perintah...
[09:47, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: AMIIN
[09:48, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: siap yai,,
[09:48, 4/15/2016] +62 821-4798-8389: Pak atok prayogi  NTT  mana,
[09:48, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: saya d kupang mas joko ,
[09:49, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: hayoo yg syariatnya di pwrsonil jabar maupun tasik yg bertpatan...habiakan tenagamu..habiskan tenagamu...hadapi...maju...langsung turun...
[09:50, 4/15/2016] +62 838-1823-2308: Siap ..
[09:50, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: alu moh dalil dalil nang mui..wong goblok di dalili panggah ga ngerti...
[09:50, 4/15/2016] +62 812-8996-5310: Bujurr..
[09:51, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: bajasa warung kopi aing mwtu...lwk ngomong ambe wong goblok
[09:52, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: wahai pwngamal jabar ynga masih tertidur banginlah jiwamu...ini salahmu...salahku...
[09:55, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Hayo jangan takut mati kalo untuk fisabilillah
Jangan takut bangkrut kalo hartamu untuk perjuangan fafiru illaloh
[09:56, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: monggo dulurku semua yg dari jbar getarkan swaramu untuk wahidiyah,,, meraunglah laksana maung bandungmu,,tunjukan nyali singa2 wahidiyah,,,,
[09:56, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Malah ketemu kuncine sakaratul maut kang sarkub..........
[09:57, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: yo
[09:57, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: monggo di wedar kang dakes kersane kulo saget nyimak,,,
[09:58, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Wekekekekek aku yo nyari2 kang atok dari obrolan ini untuk diambil hikmahnya
[10:00, 4/15/2016] +62 812-7770-0317: Wakul aja
[10:00, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Apa maksud kanjeng nabi melakukannya tanpa henti walau sudah terjamin......sementara kita ini manusia terusirrrrr
[10:00, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: sabar itu tidak diam
[10:01, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: rasul pwrnah bwrkata....sabarku adalah merangi kalian...
[10:02, 4/15/2016] +62 812-7770-0317:
[10:02, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: njih mngo kita sama nyari kang trus mangke sami2 berbagi,,,
[10:02, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Amiin
[10:05, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kita harus menunjukkan keberadaan kita, alloh tidak akan merubah tanpa kita berupaya merubahnya.......waktunya mujahadah ya mujahadah waktunya perang yo harus melawannnnnnnnnnnnnnn
[10:07, 4/15/2016] +62 812-7770-0317:
[10:10, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Nek arep demo nang tasik...aku siap nyumbang truck ....tinggal bilang kapannnnnn ayoooo kita realisasikan......biar nggak ngomong thok koyo singo ompongggggggg
[10:10, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: mantaap kang dakes,, yg saya ingat dawoh beliu romo yai ra,, mngintruksikan pada setiap pengamal untuk.memasang bendera ,,, sekarang saya baru faham bendera adalh lmbang,, jdi kita tnjukan jti diri kita monggo kita pasng bendera faffirru d dpn rmah kita masing2,,,
[10:11, 4/15/2016] Mr Alfian Sby:
[10:12, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kabehntungganganku tetap fafiru illaloh kabeh....hanya saja kalao kita masang bendera tapi kelakuan kita tidak mencerminkan ketaatan kepawa alloh warosuli...itu juga namanya pengkhianattttttttttttt dan mesin  penghancur WAHIDIYAH YANG NYATAAAAAAA
[10:13, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: hayoo buktikan ketaatanmu..pasang bemdera
[10:13, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Kemarin saat saya menulis berita, yg seharusnaya saya klarifikasi adaalah mui kota tasik, berhub mui kota tasik sulit saya hub, makaa sbg penggantinya mui kab. Tasik dan di terima stafnya ust. H. Endang, krn mui kab. Merasa tdk menguluarkan fatwa sesat, malah dia punya bukti hasil klarifikasi yayasan dg mui kota tasik
[10:15, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: makanya kang vian mu kb.siap lluarkan fatwa..namun akan salah sasaran yg mengeluarkanlah sasaran kita..
[10:16, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: itu sudah kang,,, dan mari kita sama2 sling mengingtkan,, jika sdra kita ad yg salah mari sama2 kita ingatkan,,,

kang sarkup njih kang
[10:16, 4/15/2016] Mr Alfian Sby:
[10:17, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir:
[10:20, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Mbah Dim, kang saroji, kang dakes dan masih nnyk lagi di group ini dari PW Jabar, kalau kalian mau eksen, buat acara SARASEHAN yg narasumbernya daru MUI Pusat, Kemenag, Praktisi ilmu tasawuf, dan dari Pusat, judulnya Menggapai Sadar pada Alloh dg Bersholawat"
[10:20, 4/15/2016] +62 856-9598-7717: ki lo nang ngarep omahku
[10:21, 4/15/2016] +852 9854 4934: kung.
[10:21, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Ayo ngluruk nang MUI tasik..............
[10:21, 4/15/2016] +62 823-4016-8736:
[10:21, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ingat fatwa di banten karen....mana langkah lonkritnya...
[10:22, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Buat acara di masjid agung di Tasikmalaya, sebarkan info dan perluas jangkuan sarasehan ini dg melibatkan pengamal dan masyarakat umum
[10:22, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kapan hayo.....koordinasikan temen2 tasik untuk ijin demo ke kepolisian
[10:23, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Berdemo bukan cara dan bukan jati diri pengamal wahidiyah, pasti beliau marah kalau ada yg demo terlebih tdk koordinasi dg pusat
[10:23, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: pa dim..atw jabar hayoo grilya...dwtik ini dah geriya..saya...
[10:24, 4/15/2016] +852 9854 4934: ,demo,,
[10:24, 4/15/2016] +62 823-4016-8736: pamit of dlu lut persiapan.sholat jm,at,, aslmlkm duluruku sedoyo
[10:24, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Kalo nggak didemo nggak akan berubah dgn cpt..........dH berapa tahun bola panas ini membakar jiwa kita
[10:25, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Dengan tabayun melalui sarasehan adalah sikap yg kesatria, mujahadah hal yg sdh pasti, namun masyarakat ingin tahu gerakan kita, bukan dg berdemo tapi dg pendekatan persuasif dg cara dialog dan seminar apa saraehan
[10:27, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Ya udah...kapan.........hayo...urunan po piye...jo kesuwennnn keburu do mati kapok
[10:28, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: ewkwkw yo lmbga pasilitasi...
[10:28, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Saat nisfussanah di sampang madura 3 th yg lalu, hanya kurang 2 minggu di gagalkan, padahal semua perijinan sdh turun dan panitia sdh siap, oleh bupatinya di gagalkan, maka saya berinisiatip untuk melakukan demo secara damai, saya koordinasi dg K. Zainudin pramu urwil, stlh di sowankan, beliau dawuh..."Gak usah demo, wahidiyah masa depannya masih jauh, sikapi dg bijak" spt itu dawuh beliau ra
[10:30, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Mbaah Dym, ayo bikin acara di tasik, pasti org PW Jabar bisa melakukannya dg baik
[10:31, 4/15/2016] Sarkub Alfaqir: kudu bisa wong pinter kabeh loh..opo hayoo nang mui kota...
[10:32, 4/15/2016] Mr Alfian Sby:
[10:32, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Itu dulu...mungkin sekarang berubah.......mugo2 ae kanjeng romo dawuh..........yo le lawanen ..seng ngati2 nek loro ko tak tambani...hehehehehe edisi mengharap.com
[10:32, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Sampeyan ngerti ae kelemahanku kan alfian.....
[10:33, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Saya anggap mui kota tasik sdh clossing, tinggal bagaimana kita bisa mengelola managemen konflik ini dg baik dan bena
[10:34, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Moh mbahas maneh kalo gitu...,takut di tapuki kanjeng romo........wasalamu alaikum dulur
[10:35, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Kang Dakes, memang beliau tdk berharap dg demo kita, dlm sejarah jgn sampe ada demo, saya jg tdk paham hal itu, t p krn ini sdh dawuh, kita sam'an wa thoatan
[10:36, 4/15/2016] Mr Alfian Sby: Beliau tdk mintak nyawa kita, beliau hanya mintak kita taslim wal thoa'at kepangkuan beliau ra
[10:37, 4/15/2016] +62 817-5728-833: Yo wes tak meneng aku......nek iku dawuh....wes klakep aku teu wani pisan eu
[10:48, 4/15/2016] +60 11-3346 3469: Yo urunan spo sg mju sg pepek2 ng ngarep...
[11:03, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Ide yg baik n cemerlan n cerdas usulan n saran kang Fian
[11:09, 4/15/2016] Ahmad Dimyathi S. Ag: Beliau perintah suruh meramaikan di internet masalah tsb...dengan tulisan yg cerdas n baik...